[FF] ♥My Guardian Angel (Chapter 1)♥

Aku lagi bosan. Iseng-iseng nulis fanfiction. FF ini terinspirasi saat aku sedang liat Chanyeol terbang (?) #bohong . Maksudnya terinspirasi saat liat photonya Yeol lagi berpose didepan Wing nya Onew pas acara Smart Exhibition. Tiba-tiba jadi kepikiran pengen buat FF dengan main cast nya suamiku ini Chanyeol.

Jihyun POV

“Hah”

Aku menghela nafas panjang kemudian segera tersenyum lebar sambil memasuki gerbang sekolah ku. Ini adalah hari pertamaku setelah 4 hari absen tidak masuk sekolah. Aku mengalami sebuah kecelakaan mobil beberapa waktu yang lalu. Sebenarnya keadaanku tidak begitu parah, hanya mengalami luka ringan ditangan dan kaki kiriku. Tapi, karna kedua orang tuaku yang –menurutku berhebihan- khawatir tentang kondisiku, akhirnya mereka menyuruhku untuk mengambil cuti sekolah selama 4 hari. Mereka bilang ingin memastikan bahwa kondisiku benar-benar sudah pulih untuk masuk sekolah lagi.

Aku berjalan dengan langkah semangat melewati setiap kelas sepanjang koridor , menuju kelasku. Kelas 3 A. Kelasku itu terletak diujung koridor. Kalau biasanya aku sangat malas menuju kelasku itu –karna letaknya yang jauh dan diujung- , hari ini benar-benar berbeda. Aku sangat bersemangat dan tidak sabaran ingin segera sampai ke kelas. Menyapa dan melepaskan kerinduan dengan beberapa teman akrabku.

“ Lee Jihyun “

Baru saja aku memasuki pintu kelasku, aku sudah mendengar seseorang meneriaki namaku.  Tanpa melihat dari mana asalnya pun, aku sudah –sangat- tahu siapa pemilik suara cempreng tersebut. Kim Ye Eun. Sepupu sekaligus teman dekatku.

Ye Eun segera berjalan menghampiriku yang masih berdiri mematung didepan pintu. Senyuman lebar menghiasi wajah nya yang manis. 10, 9, 8, 7 dia semakin dekat kearahku.

PUUUUUKKKKK

Aku sedikit kaget dan heran. Ye Eun memelukku. Haiiiissshhh…….. apa-apaan sih anak ini? Seperti sudah setahun tak bertemu denganku saja. Padahalkan aku cuma absen selama 4 hari. Lagipula, dia itu setiap hari -setelah jam pulang sekolah- menjengukku di rumah. Masa sekarangpun dia harus bersikap seolah-olah kami sudah tak bertemu selama beberapa tahun.

“ Jihyun-ah , aku sangat merindukanmu”

“Haiissshhh, kau ini lebay sekali”

Aku melepaskan pelukannya dan menjitak kepalanya dengan pelan. Dia hanya terkekeh melihat wajahku yang keliatan kesal dengan tingkahnya.

Kami pun segera berjalan menuju bangku tempat kami biasanya duduk. Tempat dudukku dan Ye Eun bersebelahan. Harap maklum. Dia itu tidak bisa jauh-jauh dari diriku. Hehe

Aku segera duduk dan meletakkan tas ransel yang ku bawa diatas meja. Mengeluarkan beberapa buku dan alat tulis. Aku sadar, Ye Eun sedari tadi, tepatnya sejak awal aku mulai duduk, dia terus memperhatikanku. Matanya menatapku lekat-lekat. Anak ini kenapa lagi sih? Dasar aneh, pikirku.

“Apa kau benar-benar sudah sembuh?” Ye Eun bergerak berdiri dari kursi nya mendekati kursiku. Dia menempelkan punggung tangan kirinya dikeningku. Aku tidak mengerti apa yang sedang dia lakukan. Memangnya badanku panas apa.

“Kau sudah bisa berjalan ya?” Ye Eun kembali bertanya dengan wajah nya yang terlihat bingung itu. Dia lucu sekali.

“Hei, Kim Ye Eun. Bisa tidak sih kau berhenti bersikap aneh?” aku mulai gerah.

“Tentu saja aku ini bisa jalan. Aku kan tidak koma, dan kaki ku juga tidak patah. Kau ini apa-apaan sih? Aneh sekali.”

“Hehehe, syukurlah kalau begitu. Aku hanya takut saja kau kenapa-kenapa, Jihyun-ah. Kau tau kan, kau itu baru saja mengalami kecelakaan mobil yang parah. Aku hanya merasa sedikit—-“

“Sudahlah. “ aku memotong perkataan Ye Eun.

“Aku tau kau mengkhawatirkan keadaanku. Tapi coba kau lihat aku sekarang.”

Aku memegang bahu Ye Eun dengan kedua tanganku. Mengarahkan badannya untuk menghadapku. Kulihat dia melihatku dari atas sampai bawah. Memeriksa tubuhku. Mungkin ingin lebih memastikan apa aku ini benar-benar baik-baik saja.

“Sudah puas? Aku ini baik-baik sajakan?”

“Hem….iya”

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Ku buka pintu kamarku dengan rasa lemas. Kulepas sepatuku, dan kubiarkan tergeletak tak rapi dilantai. Begitu pula dengan tasku, yang ku lempar sembarangan entah kemana. Capek. Itulah satu kata yang menggambarkan kondisiku saat ini.

Kulirik jam dinding berwarna pink yang menggantung pada dinding kamarku. Pukul 17.00 Astaga, pantas saja aku selelah ini. Ternyata aku menghabiskan 3 jam lebih untuk menemani Ye Eun jalan-jalan setelah pulang sekolah tadi. Anak itu benar-benar bawel. Dia memaksaku untuk menemaninya berbelanja kesana kemari. Dia bilang untuk merayakan hari pertamaku masuk sekolah lagi. Tapi menurutku, itu tidak menyenangkan. Malah menyiksaku. Coba kalian bayangkan, aku harus menunggunya selama 15 menit hanya untuk mencoba 1 baju saja disebuah toko. Haiiisshhh, apa sih yang dilakukannya selama 15 menit didalam kamar pas. Selain itu aku juga harus membawa seluruh kantong belanjaan miliknya. Sementara dia, pergi memilih-milih baju lain yang ingin dia coba. Huh, begitulah Ye Eun kalau virus shopping nya itu sudah kumat. Dia akan lupa segalanya. Dia bahkan juga lupa kalau aku, sahabatnya ini, baru saja sembuh. Benar-benar menyiksa.

Kerebahkan tubuhku diatas kasur empuk milikku. Menatap langit-langit kamarku yang berwarna biru laut. Tiba-tiba saja terlintas kejadian 5 hari yang lalu dikepalaku. Kecelakaan itu.

Aku menghela nafas. Seketika itu juga tubuhku merinding memikirkan tentang kecelakaan mobil yang kualami. Aku sangat bersyukur pada Tuhan, karna Dia belum mau mengambil nyawaku. Ini benar-benar sebuah mukjizat.

BRRRRUUUUUUKKKKKK

Aku terkejut. Seketika lamunanku terhenti begitu kudengar suara aneh dari dalam lemari pakaianku. Seperti suara benda yang jatuh. Aku segera bangkit dari kasurku. Penasaran dengan suara apa itu tadi. Apa aku meletakkan sebuah benda berat hingga jatuh dan berbunyi cukup nyaring didalam lemari? Pikirku. Sepertinya tidak ada. Aku yakin betul, didalam lemariku itu hanya kuisi dengan puluhan baju-baju tergantung pada tempat gantungannya. Apa sebuah baju yang jatuh akan menimbulkan suara sekeras itu?

Aku sudah sampai didepan lemari pakaianku. Aduh, kenapa aku jadi deg-degan begini sih. Aneh.

Kuraih perlahan ganggangnya, mencoba untuk membukanya secara perlahan.

KRRRIIIIIITTTTTTT

Lemari itu berhasil kubuka dan ………..

“AAAARRRGGGHHHH”

—TBC—

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s