[FF] ♥My Guardian Angel (Chapter 2)♥

Flashback

KRRRIIIIIITTTTTTT

Lemari itu berhasil kubuka dan ………..

“AAAARRRGGGHHHH”

Author POV (now)

Jihyun sangat terkejut dengan apa yang dia lihat. Sesuatu yang ada didalam lemarinya. Sesuatu yang menimbulkan bunyi berisik tadi. Ralat, bukan sesuatu tapi seseorang. ‘orang’ itu sedang duduk didalam lemari pakaiannya. Dalam hati Jihyun bertanya-tanya apa yang dilakukan ‘orang’ itu didalam lemarinya. Kenapa ‘dia’ bisa menyusup masuk ke rumah Jihyun dan masuk kedalam lemari pakaiannya.  Perlahan, Jihyun melangkahkan kakinya sedikit menjauh dari lemari pakaiannya.

“ Siapa kau? Siapa? Kyaaa……..apa yang kau lakukan didalam kamarku? Lemariku? Bagaimana kau bisa masuk? Apa………kau…..pencuri?”

Jihyun bertanya bertubi-tubi sambil mengarahkan jari telunjuknya kearah ‘orang’ itu. Matanya pun tak berhenti melotot ke arah ‘orang’ itu. Sebenarnya dia tak yakin dengan pertanyaan terakhir yang dia ajukan, karna menurut nya ‘seseorang’ –yang masih duduk didalam lemari pakaiannya tersebut-sama sekali tak memiliki tampang pencuri. Pakaiannya bagus,kulitnya putih bercahaya, rambutnya tertata rapi,  wajahnya juga sangat tampan dan apa itu….. dia tersenyum dengan sangat manis. Oh God, apa dia benar-benar seorang pencuri? Jika benar, aku sangat rela menjadi tawanannya kalau perlu.

Jihyun menggelengkan kepalanya kuat. Dia harus menepis semua pemikiran bodohnya itu. Disaat seperti ini masih bisanya dia berpikir yang tidak-tidak. Seharusnya dia berpikir bagaimana kalau ‘orang’ itu benar-benar pencuri dan malah akan membunuhnya untuk mengambil semua barang milik Jihyun dan keluarganya. Tapi yang dia pikirkan malah –aku rela menjadi tawanannya kalau perlu- . Apa-apaan kau Kim Jihyun?

Dia. ‘seseorang’ yang merasa diberi pertanyaan oleh Jihyun dan yang telah menyebabkan semua kekacauan itu pun akhirnya dengan perlahan bangkit berdiri. Keluar dari lemari. Melihat ‘orang’ itu bergerak, Jihyun pun kembali melangkah mundur. Kini ‘orang’ itu telah berdiri dengan sempurna (?) didepan Jihyun. Dia menghela nafas perlahan.

“Huh….”

“Ya !!!! Kau bilang apa tadi? Pencuri? Kau……..berani-beraninya kau menuduhku sebagai pencuri? Apa tampangku ini terlihat seperti pencuri, hah? Tidak mungkin ada pencuri setampan diriku.”

Jihyun malah melongo mendengar ‘orang’ itu berbicara. Heran, tentu saja. ‘orang’ didepannya ini malah ngomel protes dirinya disebut pencuri. Kalau bukan pencuri, lalu dia siapa.

“ Perkenalkan, namaku Park Chanyeol. Malaikat pelindung paling tampan, paling imut, paling menawan, paling pintar, paling penurut, malaikat yang paling disayang oleh Deidwa”

Lagi-lagi gadis itu, Kim Jihyun hanya bisa melongo. Dia tak habis pikir dengan laki-laki dihadapannya ini. Ini baru pertemuan pertama, pria ini sangat cerewet dan narsis. Begitulah kesan yang bisa Jihyun simpulkan tentang Chanyeol. Jihyun masih menatap pria itu dengan tatapan bingung.

“ Aku tau aku ini sangat tampan, tapi berhentilah menatapku”

Chanyeol tersenyum jahil kearah Jihyun. Jihyun yang mendengar perkataan Chanyeol , akhirnya dapat tersadar. Dia mengerjap-ngerjapkan matanya perlahan. Lalu sedetik kemudian dia teringat sesuatu.

“ Tunggu dulu………kau bilang malaikat?”

“ Yuuuppppssss……..benar!!! kenapa?”

“ Jangan menipuku, kau pikir aku ini bodoh”

“ Tapi aku ini memang malaikat”

“Aku tidak percaya!!!”

“Kau……………”

Jadilah selama 15 menit , mereka berdua hanya beradu argument yang tak jelas.

“ Cukup “

Akhirnya Chanyeol menyudahi ‘pertempuran’ mereka dengan 1 katanya itu.

“ Akan kubuktikan kalau aku ini benar-benar seorang malaikat”

Jihyun terdiam mendengar ucapan Chanyeol.

Apa benar dia memang seorang malaikat? Apa masuk akal?

Chanyeol menutup matanya perlahan. Tiba-tiba cahaya keluar dari sekitar tubuhnya diikuti dengan keluarnya dua sayap dari balik punggungnya. Jihyun kaget dengan apa yang dia lihat. Tubuhnya tiba-tiba saja merosot –saking kagetnya-. Dia menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya. Matanya tentu saja, melotot keluar.

“ Sudah jelas? Mau lihat lagi ? Atau………… kau mau lihat aku terbang?”

Chanyeol tersenyum dengan penuh kemenangan. Tentu saja, akhirnya setelah kejadian perdebatan yang hebat itu dia akhirnya bisa membuktikan kalau dia memang benar. Dia benar-benar seorang malaikat.

“ Kau sekarang percayakan ……….? Kim Jihyun.”

Chanyeol sengaja mengucapkan nama gadis itu dengan penuh penekanan, agar si Kim Jihyun itu tersadar dari lamunannya. Tapi dia langsung menatap dengan sebal melihat ekspresi gadis dihadapannya itu. Gadis itu tak berkutik. Matanya tetap saja , melotot tak percaya. Bukan ekspresi itu yang Chanyeol inginkan. Ia ingin gadis itu bertanya “kenapa kau bisa tau namaku” atau mungkin berkata “wow, kau benar-benar malaikat yang sangat keren”. Tapi yang ia lihat malah sebaliknya. Haiissshhh….. gadis ini benar-benar.

“ Heyy…. Heyy…… “

Chanyeol melambaikan kedua tangannya kearah Jihyun –bermaksud menyadarkan gadis itu yang pikirannya entah sudah jauh kemana- . dan seperti nya itu berhasil, gadis bernama Kim Jihyun itu mulai mengerjap-ngerjapkan matanya lagi.

“ A….. Apa”

“ Ja…..jadi. Kau benar-benar malaikat ?

Sekali lagi Chanyeol hanya bisa menghela nafas pasrah dan menjawab pertanyaan Jihyun seadanya.

“ Iya…”

Kini bukan mata Jihyun saja yang melongo, tapi mulutnya juga ikut terbuka 15 cm mendengar jawaban Chanyeol yang sangat singkat tapi sangat tegas itu.

“Wooowww…… Daebak !!! Kalau begitu, buat aku percaya sekali lagi. Ehmm….. aku sangat lapar, cepat kau hidangkan makanan yang enak-enak. Ayo hidangkan”

Chanyeol kembali menghela nafas dan memutar kedua bola matanya. Sepertinya dia harus lebih sabar dalam menghadapi gadis ini.

“ Hei, aku ini Malaikat, bukannya Jin Pengabul Permohonan.” bentak Chanyeol geram.

“ Jadi kau tidak bisa mengabulkan permintaanku ? Kau tidak bisa menghidangkan makanan enak ?”

Chanyeol hanya menggeleng.

“ Huh……” Jihyun mendengus kesal.

“ Kalau begitu, kau itu tak ada gunanya dong” lanjutnya

Chanyeol lagi-lagi menghela nafas berat. Gadis didepannya ini benar-benar merepotkan.

“ Tidak ada gunanya katamu? Ciiihhh……….”

“ Kau pikir siapa yang menyelamatkanmu, hah? Kecelakaan mobil itu……”

Jihyun terdiam . Tubuhnya tiba-tiba saja merinding mendengar Chanyeol berkata tentang kecelakaan mobil. Bagaimana dia tau? Pikir Jihyun.

“Bagaimana kau tau tentang kecelakaan mobil itu?”

“Tentu saja aku tau. Karna………….akulah yang menyelamatkanmu.”

Jihyun terkejut mendengar ucapan Chanyeol. Menyelamatkanku? Apa maksudnya?

Mengerti dengan ekspresi bingung yang ditampakkan wajah Jihyun, Chanyeol pun melanjutkan perkataannya.

“ Kau itu baru saja mengalami kecelakaan mobil yang sangat hebat. Kau menabrak pembatas jalan. Mobilmu terbalik berkali-kali. Sabuk pengamanmu lepas dan bahkan….. kau terlempar puluhan meter keluar mobil. Apa kau tidak pernah bertanya-tanya, hah? Seharusnya dengan melihat seberapa hebatnya kecelakaan mobil itu, melihat bagaimana kondisi mobilmu yang sudah hancur total dan mengingat dirimu yang terlempar keluar dari mobil, kau seharusnya terluka parah, koma dan mungkin saja seharusnya kau …… meninggal. Tapi kau, kau hanya mengalami lecet di tangan dan dikakimu. Apa itu masuk akal?”

Jihyun hanya mengangguk pelan mendengar penjelasan panjang Chanyeol. Dia diam sejenak dan berpikir. Benar juga apa yang dikatakan namja ini.

Sebenarnya sejak peristiwa kecelakaan mobil yang menimpanya, Jihyun memang selalu bertanya-tanya bagaimana dirinya hanya bisa terluka ringan dan bahkan tidak mengalami patah tulang sedikitpun atau bahkan gegar otak. Benar, kecelakaan mobil itu memang sangat betul-betul parah. Keluarga dan teman-temannya pun juga merasa heran ketika melihat kondisi Jihyun yang baik-baik saja. Meskipun mereka tetap merasa bersyukur. Ini adalah sebuah mukjizat. Itulah yang mereka katakan.

“ Be…nar..kah… kau yang menyelamat..kan..ku?” Jihyun mulai angkat bicara. Dia bertanya dengan terbata-bata.

“ Bingo !!!” Chanyeol membalas pertanyaan Jihyun sambil menjentikkan tangannya.

Jihyun yang mendengar ucapan Chanyeol –lagi lagi- hanya bisa mengangguk pelan.

“ Sebenarnya aku belum mengerti sepenuhnya, tapi…… sepertinya aku memang harus mengucapkan terima kasih padamu. Gomawo Park Chanyeol. Jeongmal gomawo.” Jihyun segera berdiri dan membungkuk 90 derajat kepada Chanyeol.

“Kau pikir hanya dengan kata ‘terima kasih’ cukup untuk membalas kebaikkanku yang telah menyelamatkanmu.”

Jihyun tersentak mendengar kalimat Chanyeol barusan. Chanyeol yang sedari tadi terus berdiri, kini berjalan perlahan. Memasukkan kedua tangannya kedalam saku celanannya dan bergerak menuju tempat tidur Jihyun. Ia mulai duduk di tepi tempat tidur itu.

“Gara-gara menyelamatkanmu, sarkon ku jadi berkurang banyak. Kau…….harus tanggung jawab.”

Chanyeol menunjukkan evil smirk nya. Jihyun yang melihat itu menelan ludahnya dengan susah payah.

“Lalu….. apa..yang harus aku lakukan?” Jihyun bertanya dengan penuh hati-hati. Ia merasa sangat was-was menunggu jawaban Chanyeol selanjutnya.

“ Bercintalah denganku.”

“MWWOOOOO?????”

—-TBC—-

*bawa kabur Chanyeol*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s