[FF] ♥My Guardian Angel (Chapter 3)♥

-mengingatkan kembali ^_^-

“ Bercintalah denganku.”

“MWWWOOOO????”

Jihyun POV (now)

Aku sangat super duper terkejut dengan apa yang kudengar barusan. Yang benar saja. Permintaan namja ini –bercintalah denganku-. What the…….. apa dia benar-benar sudah gila? Ya benar, dia pasti sudah sangat gila. Sebentar, tadi dia bilang sarkonnya berkurang banyak kan? Apa itu sarkon? Apa karna sarkonnya berkurang banyak, otaknya jadi sedikit miring dan menyucapkan kalimat lancang itu.

Bercintalah denganku………..

AAARRRRHHHHHH TIDAK ….. EOMMA APPA JIYONG OPPA TOLONG AKU!!!!!!! T_T

“ Huaahahahahahahahahahahahahahahaha.”

Belum sempat aku berusaha untuk menenangkan diriku, kulihat namja dihadapanku ini sudah tertawa terpingkal-pingkal sambil memegangi perutnya. Haiiiiisssshhhh, kenapa dia tertawa tanpa sebab begitu? Dasar namja gila. Ani. Dasar malaikat pelindung gila.

Chanyeol POV

“ Huaahahahahahahahahahahahahahahaha.”

Aku tertawa terbahak-bahak. Tidak bisa menyembunyikan rasa geliku melihat ekspresi terkejut gadis ini. Aku hanya ingin bercanda, tapi ternyata gadis ini sangat polos dan malah menganggapku serius.

“Kau ini, benar-benar lucu Kim Jihyun.”

Aku mulai berjalan lagi dan mendekat kearah gadis itu sekarang berdiri. Kulihat dia sedikit takut dan mulai menyilangkan kedua tangannya didepan dada. Apa sih yang dia pikirkan?

“Aku ini hanya bercanda nona Kim Jihyun.” Ku acak rambutnya gemas.

“Maksudmu…… kau tidak benar-benar mengajakku………” dia menggantungkan kalimatnya.

“Bercinta kan?” lanjutnya

Aku tersenyum mendengar ucapan Kim Jihyun ini. Kulipat kedua tanganku dan menatap gadis itu dari bawah sampai atas permukaan tubuhnya. Merasa heran, Jihyun memiringkan kepalanya sedikit .

“ Kau ini sangat mudah untuk dibohongi ya. Tentu saja tidak. Aku tidak mungkin bercinta dengan gadis biasa dan bodoh sepertimu.”

Aku mulai mengarahkan jari telunjukku kearahnya. –lagi- Menunjuk permukaan tubuhnya dari bawah sampai atas dengan menggunakan jari telunjukku.

“Yak.” dia mengerucutkan bibirnya kedepan. Terlihat kesal dengan ucapanku.

“ Hehe… aku hanya bercanda lagi.” Kataku dan mulai merangkul pundak Jihyun dengan tangan kananku.

“Lagipula, seorang malaikat pelindung tidak mungkin bercinta dengan seorang manusia. Itu melanggar aturan. Aku bisa dihukum kalau sampai melakukannya.” Kukedipkan sebelah mataku. Jihyun mulai melepaskan tubuhnya dari rangkulanku.

“Lalu…. Apa maumu yang sebenarnya?” tanyanya

“Sudah ku bilangkan, gara-gara menyelamatkanmu, sarkonku berkurang banyak. Sebagian sarkonku menghilang dan tersebar dibumi ini. Nah, itulah tugasmu. Membantu mengumpulkan sarkonku kembali. . .”

“Sarkon? Yak!! Dari tadi kau membahas tentang sarkon tapi kau tidak menjelaskan padaku apa itu sarkon. Dan apa itu maksudmu, sarkonmu tersebar dibumi? Hey, Park Chanyeol sang Malaikat Pelindung, apa kau tau, bumi ini sangat luas, bagaimana bisa kita menemukan sarkonmu kembali? Tentu saja akan memakan waktu yang lama. Atau bisa jadi, saking luasnya bumi ini, seumur hidup pun kita tidak akan bisa menemukan sarkonmu kembali. Kalau begitu kita melakukan sesuatu yang tidak pasti hasilnya dan sia-sia.”

PLETAAKK

Kujitak kepalanya dan dia meringis kesakitan.

“Awww……YAK!!! Apa yang ……”

“Dengarkan dulu penjelasanku.” Potongku cepat sebelum dia mulai mengomel lebih panjang lagi.

“Dengar baik-baik. Sarkon itu adalah kekuatan yang kumiliki untuk menyelamatkan Guara. Dan kau adalah Guara. Guara adalah orang yang harus dilindungi oleh malaikat pelindung. Kecelakaan mobil yang kau alami waktu itu sangat hebat, dan menyebabkan sarkonku berkurang lumayan banyak. Sekitar 10 sarkonku menghilang dan tersebar ke dunia ini. Dan kau tidak usah panik begitu, sarkonku tidak benar-benar tersebar keseluruh permukaan bumi. Maksudku…….sarkonku berada ditempat sekitar guara yang kulindungi. Aku bisa merasakan keberadaan sarkonku, jika memang sarkon itu berada didekatku dan dapat kurasakan. Karna itulah, kau harus membantuku mencarinya.”

Ku lihat dia mengangguk-nganggukkan kepalanya tanda paham. Tapi aku tidak yakin. Apa dia benar-benar mengerti perkataanku?

“ Jadi… begitu.”

Dia mulai bicara.

“Jadi begitu apanya?” Tanyaku penuh selidik.

“Eh? Ehmmm….. jadi begitu ceritanya. Baiklah, sebagai rasa terima kasihku. Aku Kim Jihyun, berjanji dengan sepenuh hati, akan membantumu mengumpulkan sarkonmu kembali.”

Dia berkata sambil menyatukan telapak tangan kanan dan kirinya. Dan tersenyum lebar kearahku.

“Tapi…..ada satu hal yang ingin kutanyakan.”

“Apa?” jawabku.

“Kau malaikat pelindungku kan? Apa itu berarti kau akan melindungiku sepanjang hidupku?”

“Tentu saja tidak. Setiap malaikat pelindung hanya akan diberi kesempatan sebanyak 3 kali untuk mencoba melindungi guara mereka. Setelah kesempatan itu habis, maka tugas merekapun selesai. Dan akan diberi tugas yang baru. Dan juga dengan guara yang baru lagi.”

Gadis itu hanya membuka mulutnya lebar dan mengeluarkan kata “Ooohhh” tanda dia mengerti. Aku mulai bosan, apa dia tidak bisa menunjukkan ekspresi lain selain mengangguk dan membuka mulutnya lebar.

“Kenapa kau mau menjadi seorang malaikat pelindung?”

Pertanyaan bodoh. Kataku dalam hati.

“Tentu saja karna itu sudah takdirku!!!” aku mulai geram.

“Sekarang aku tanya padamu, kenapa kau mau menjadi seorang manusia, hah?”

Jihyun terdiam sejenak. Lalu tiba-tiba saja dia nyengir tak jelas.

“Hehehehehehehehehe.”

Aku hanya bisa menggelengkan kepalaku. Harap maklum.

Jihyun POV

“Sekarang aku tanya padamu, kenapa kau mau menjadi seorang manusia, hah?”

Aku terdiam mendengar pertanyaannya. Benar juga. Aku menjadi manusia, karna itu sudah takdirku. Memangnya aku bisa memilih mau menjadi manusia atau menjadi yang lain? Memangnya Tuhan pernah bertanya aku ingin jadi apa? Tentu saja tidak. Karna menjadi manusia sudah takdirku. Sama seperti Chanyeol. Menjadi malaikat pelindung sudah menjadi takdirnya.

Aku menggaruk-garuk kepalaku –yang jelas tidak gatal- pelan sambil ngengir padanya. Memperlihatkan sederet gigi putihku yang tersusun rapi. Kemudian , kulihat dia menggeleng-gelengkan kepalanya. Kenapa lagi dia?

Tok Tok Tok

“Jihyun…..Jihyun…..buka pintunya.”

Seketika aku menoleh ke arah pintuku yang tengah diketuk oleh seseorang. Suara ini? Suara Eommaku.

Tunggu dulu, aku tadi bilang apa. Eomma? KYYYYAAAAAA Eomma!!!! Kapan dia pulang? Astaga, sekarang apa yang harus aku lakukan? Aku baru sadar, didalam kamarku ini terdapat seorang makhluk dengan wujud seorang namja. Kuulangi lagi, NAMJA. Sudah jelaskan. Kalau Eomma sampai melihat Chanyeol bagaimana? Eomma pasti akan berpikir yang tidak-tidak padaku.  Dia pasti akan berpikir kalau aku ini sangat sungguh berani membawa seorang namja masuk kekamarku. Walaupun dalam kenyataannya bukan aku yang membawa namja ini masuk kekamarku. Melainkan namja inilah yang seenak jidatnya mendarat (?) dikamarku. Eomma tidak akan mendengarkan penjelasanku dan pasti akan memarahiku habis-habisan dan yang lebih parah, dia pasti akan menghukumku. AARRGGGHHH….. siapapun kumohon tolong aku sekarang juga!!!!

“Ah…. Eomma, bagaimana ini, bagaimana? Apa yang harus aku lakukan? Bagaimana?” aku memegangi kepalaku panik dan mondar mandir didepan Chanyeol. Tapi namja itu hanya santai saja. Seperti tidak tau apa yang sedang terjadi dan tidak tau apa yang membuat aku panik. Menyebalkan. Ini semuakan juga gara-gara dia.

“Kau ….kenapa?” tanyanya menghentikan aku yang sedang mondar mandir. Aku menatapnya dengan mata membulat.

“Yak, kau ini bagaimana. Kenapa apanya? Tentu saja aku sedang panik, coba kau pikirkan, bagaimana kalau Eomma ku melihatmu. Melihat seorang namja didalam kamarku. Matilah aku.” Aku kembali memegangi kepalaku dengan frustasi.

“Jihyun……apa yang kau lakukan didalam, eoh? Cepat bukakan Eomma pintunya!!!”

Aku semakin panik. Suara Eomma terdengar lagi dari balik pintu dan suara itu mulai meninggi seiring dengan ketukannya yang semakin keras. Aku kembali mondar mandir.

“Bagaimana ini?” tiba-tiba aku teringat sesuatu.

“Ah kau, cepat sembunyi didalam lemariku.” Aku mendorong tubuh Chanyeol agar dia segera menuju kearah lemari pakaianku –tempat pertama kali aku menemukannya-. Tapi si bodoh itu tidak menurutinya, dia malah memperberat tubuhnya dan semakin susah untuk ku dorong. Benar-benar tidak bisa diajak kompromi.

“Ahh… jadi karna itu kau terlihat panik.” Katanya santai sambil tersenyum jahil. Benar-benar menyebalkan, disaat genting seperti ini dia masih bisa santai seperti itu. Padahal aku sudah panik kebakaran kumis. Heh, tidak…aku tidak kumis kok.

“Aku tidak mau masuk ke lemari bau itu lagi. Kau bukakan saja pintunya cepat sebelum Eommamu makin marah.” Katanya sambil mulai duduk di kursi didepan meja riasku.

“Kau gila.” kataku.

“Cepat buka dan lihat.”

Jawabnya sambil mengarahkan dagunya ke pintu kamar. Sebenarnya aku tidak mengerti dengan maksud Chanyeol. Tapi dengan sangat nekat kuturuti juga si bodoh itu. Dengan perasaan was-was ku yang sudah tingkat dewa, aku meraih gagang pintu kamarku. Huh hah huh hah, aku mengatur nafas perlahan sebelum akhirnya kubuka pintu itu. Setelah pintu terbuka, terlihatlah sosok seorang  wanita paruh baya yang menatapku dengan tatapan kesal.

“Eomma.” Kataku pelan. Aku mencoba untuk berkata sebiasa mungkin, walaupun jantungku sudah hampir lepas.

“Ya, Kim Jihyun. Apa yang kau lakukan didalam, eoh?”

Aku tak sempat mencegahnya. Eomma sudah menyelonong masuk kedalam kamarku.

“Kenapa kau lama sekali membukakan pintunya? Kenapa kau tidak menjawab panggilan Eomma?”

Eomma kini duduk ditepi tempat tidurku. Apa kalian merasa ada suatu hal yang aneh? YuuuPPppss… Bingo. Aku juga merasakan. Eomma masuk kekamarku dengan tanpa rasa terkejut sedikitpun dan ia langsung duduk ditepi tempat tidurku. Itu artinya, posisinya kini bersebelahan dengan letak meja riasku. Meja rias yang kursinya tidak kosong –bagiku- karna ada sosok Chanyeol yang sedang duduk disitu. Aku heran. Kuarahkan jari telunjukku kearah Eomma dan Chanyeol secara bergantian. Mencoba memahami situasi ini, tapi aku tetap tidak dapat memahaminya. Jelas-jelas Chanyeol ada disini, tapi kenapa Eomma bersikap seolah-olah dia tak ada. Apa Eomma tidak melihatnya? Apa Chanyeol menggunakan kekuatan magic sehingga ketika Eomma masuk , Eomma tidak dapat melihatnya? Atau……… sosok Park Chanyeol ini memang tidak terlihat oleh orang lain selain aku? Aku bingung.

Mungkin karna menyadari sikapku yang aneh, Eomma jadi menegurku.

“Jihyun Jihyun, kenapa kau malah melamun?”

“Ah, ne…”

“Kau tidak menjawab pertanyaan Eomma.”

Pertanyaan? Ah ya, aku lupa. Pertanyaan yang tadi itu. Kulirik kearah Chanyeol sekilas, dia terkekeh. Haiiissshhh…… dasar bocah ingusan. Rupanya dia mengerjaiku lagi.

“Tadi Eomma juga mendengar kau seperti sedang mengobrol dengan seseorang. Memangnya kau sedang mengobrol dengan siapa?”

Mampus aku. Apa yang harus kujawab?

“Tentu saja dia sedang mengobrol denganku.”

Aku kaget. Chanyeol menjawab pertanyaan Eommaku dan dan beralih duduk di ranjang disamping Eomma. Beberapa detik kemudian aku sadar, Eomma tidak mendengar suara Chanyeol, hanya aku yang dapat mendengarnya.

Eh, aku melupakan pertanyaan Eommaku lagi.

“Ah….itu Eomma, aku sedang menelpon Ye Eun, saking asiknya mengobrol, aku jadi tidak mendengar kalau Eomma sedang mengetuk pintu.”

“Dasar kau ini. Eomma kira kau kenapa. Apa karna saking ingin segera menelpon Ye Eun, kau jadi lupa menutup pintu depan?”

Aku mengernyitkan dahi. Sedetik kemudian –lagi- aku baru sadar. Ckckckck pabo. Otakku ini memang bekerja dengan slow motion. Aku baru ingat, saking lelah nya diriku tadi –yang baru selesai menemani Ye Eun berbelanja- aku jadi lupa menutup kembali pintu depan ketika aku masuk. Yang ada diotakku saat itu adalah aku capek dan ingin segera menuju kekamar untuk tidur. Tapi dengan cerobohnya aku lupa menutup pintu dan langsung nyelonong masuk tanpa memperdulikan nasib pintu itu selanjutnya (?).

“hehehe, mianhae Eomma. Aku lupa.”

“Huh, dasar kau ini Jihyun. Lupa lupa lupa dan lupa. Semuanya serba kau lupakan. Usiamu masih muda tapi kau sudah pikun. Kau ini sangat ceroboh. Bagaimana kalau ada orang asing yang masuk, eoh?”

Eomma mulai mengomeliku. Aku hanya diam dan menunduk. Aku sadar aku memang salah. Lalu aku menengadahkan kepalaku dan melihat kearah Chanyeol.

Walaupun pintunya kukunci dengan gembok berganda sekalipun, orang asing tetap saja bisa masuk. batinku.

“Maaf Eomma, aku janji tidak akan kuulangi.”

Aku harap kalimat yang kuucapkan barusan akan membuat Eomma tenang dan menghentikan omelannya padaku.

“Hah, yah sudah. Lain kali kau harus lebih teliti. Paham?”

“Ne, Eomma.”

Begitu mendengar jawabanku, Eomma langsung keluar dari kamarku. Aku menghela nafas lega dan mengusap dadaku.

CARELESS CARELESS. SHOOT ANONYMOUS.ANONYMOUS. HEARTLESS. MINDLESS. NO ONE WHO CARE ABOUT ME.

Seketika kudengar ringtone alarm diotakku (?) berbunyi dengan sangat nyaring.

Aku teringat sesuatu lagi.

“YA…..KURANG AJAR. KAU INGIN MENGERJAIKU, EOH? KENAPA KAU TIDAK BILANG KALAU ORANG LAIN SELAIN AKU TIDAK BISA MELIHATMU?”

Namja dihadapanku ini terkekeh pelan.  Sepertinya dia suka sekali melihat ekspresiku ketika aku sedang panik. Menyebalkan. Dasar malaikat menyebalkan!!!!!

“Karna kalau kujelaskan, aku ragu kau akan mengerti. Jadi aku diam saja, biar kau mengalaminya secara nyata, dengan begitu kau pasti akan mengerti. Dan ternyata, aku benar 100%. Kau sekarang sudah mengerti kan? Hanya kau lah yang bisa melihat keberadaanku.”

Lagi-lagi dia tertawa. Menertawakan kebodohanku ini. Aku benci tawanya. Aku benci dia. Dan apa-apaan jawabannya itu –karna kalau kujelaskan, aku ragu kau akan mengerti-. Menyebalkan. Jadi secara tak langsung dia meremehkanku, dia ingin mengatai kalau pencernaan otakku sangat lemod, begitu kah? Oh Tuhan, bisakah Kau tukar orang ini dengan orang lain?

# TBC #

# TBC #

# TBC #

“DON’T BE A PLAGIATOR”

2 thoughts on “[FF] ♥My Guardian Angel (Chapter 3)♥

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s