[FF] Oh My God! He Is A…

Title                 :           Oh My God! He Is A…

Main Cast         :           Xi Luhan , Shin EunJung (OC)

Support Cast    :           SeoKyung (OC), dll.

Length             :           Oneshoot

Genre              :           Teen, Campus Life

Summary         :         Aku menyukainya, tapi aku keburu patah hati    

                                  sebelum perasaan ini dapat kuungkapkan.

EunJung POV

“Klikk….Klikk…”

Aku tersenyum bangga melihat hasil kerjaku kali ini. Ternyata aku ini punya bakat tersembunyi menjadi fotografer. Hasil bidikanku tidak kalah bagusnya dengan fotografer-fotografer terkenal yang ada. Dengan berbagai sudut pengambilan, hasil fotoku terlihat lebih natural. Sangat keren. Tapi sebenarnya yang menjadi faktor utama hasil fotoku ini menjadi sangat bagus adalah..objeknya. Objek fotoku itu adalah seorang yeoja. Seorang yeoja yang cantik dan mempunyai postur tubuh yang terbilang sempurna. Seperti apapun gayanya, dia akan terlihat sangat keren dalam sebuah foto. Benar-benar seperti seorang supermodel.

“Adduuuhhh..”

Aku yang tadinya terlalu fokus dengan pekerjaanku, kini berhenti ketika kurasakan kepalaku sakit seperti dilempar dengan suatu barang. Sambil meringis aku mengusap dengan lembut kepalaku yang –sepertinya- terkena lemparan itu. Gara-gara itu juga, kini telingaku juga ikutan berdengung. Aku menatap sebuah benda yang tergeletak didekat kakiku. Bulat dan berwarna orange kecoklatan. Sebuah bola basket. Kuraih bola basket itu dengan kesal dan kuberikan death glare ku pada benda itu. Ya, walaupun aku tau death glare yang kuberikan tidak akan mempan pada bola basket tersebut. Tentu saja, karna bola basket itu benda mati.

“Isshhhhhhh…..jadi kau yang sudah membuat kepalaku sakit. Kau akan menerima balasannya.” Omelku dalam hati kepada bola basket itu.

“Ohh…Mianhae..”

Baru saja aku berniat melempar bola basket itu, seorang namja datang dari arah kanan seraya membungkukkan badannya.  Dia juga mengucapkan sebuah kata sebagai permintaan maaf yang aku tak tahu untuk apa dia mengatakan itu. Kemudian dia melanjutkannya dengan tersenyum padaku. Oh Tuhan.. aku rasa aku benar-benar akan mati detik ini juga. Aku bingung sekarang dan aku tidak tau harus berbuat apa. Bagaimana aku tau harus berbuat apa kalau bernafas saja rasanya sangat sulit untuk dilakukan. Seperti sihir, dia membuat tubuhku kaku dan sulit untuk digerakkan. Mataku tidak bisa berkedip dan mulutku juga seperti dilakban. Aku tidak bisa berbicara atau paling tidak membuka mulutku sedikit saja.

“Apa kau baik-baik saja?” dia melambaikan-lambaikan tangannya tepat didepan wajahku.

Mungkin karna terlalu terhipnotis dengan sosok dirinya yang datang tiba-tiba, membuatku jadi lupa menjawab perkataannya. Aku mengerjapkan mataku dan menggaruk-garuk kepalaku yang sangat jelas tidak gatal. Aku juga menunduk tidak berani menatap wajahnya. Huh, sekarang ini aku pasti terlihat sangat bodoh dihadapannya.

“Maaf ya aku tidak sengaja. Aku tidak tau kalau ternyata lemparanku malah mengenaimu.” Katanya lirih. Aku tau tersirat rasa penyesalan dalam kalimat itu. Walaupun begitu dia mengucapkannya dengan nada yang terbilang santai dan lancar. What??? Apa diantara kami berdua, hanya aku saja yang merasa sangat tegang? Aku bahkan sangat kesulitan hanya untuk membuka mulut. Tapi dia bersikap biasa-biasa saja. Aneh.

“Oh…Oh..”

Bodoh kau Shin Eunjung. Masa kau hanya membalasnya dengan kata pendek itu. Kau malah membuat dirimu terlihat semakin bodoh didepan namja itu sekarang. Rutukku dalam hati.

“Baiklah, sepertinya kau baik-baik saja. Kalau begitu aku pergi ya. Sekali lagi aku benar-benar minta maaf. Bye…..”

“OH TOLONG, JANGAN PERGI !!!!

Ingin sekali aku mengatakan hal itu. Namun aku sadar. Masa aku harus menambah daftar kebodohanku lagi?

Jadi aku juga ikutan membalas lambaian tangannya dengan kaku. Kulihat sosoknya sudah semakin menjauh. Tapi tanganku tidak mau berhenti untuk melambai padanya. Seperkian detik kemudian aku mulai sadar dengan apa yang sedang aku lakukan. Aku terlihat seperti orang gila yang sedang melambai-lambai sendiri. Ckckck….. pasti banyak orang yang memperhatikan aku sedari tadi dan menertawaiku. Hah, bodoh.

“Luhan-ssi..” gumamku.

=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=

Seperti biasa. Keadaan kantin memang sangat ramai kalau sudah istirahat makan siang begini. Mahasiswa/i sibuk mengurus urusan perut mereka masing-masing. Meja-meja dikantin juga hampir semuanya terisi penuh. Kecuali meja yang sedang menjadi tempatku singgah(?) ini. Meja dengan 4 kursi ini terasa begitu sepi karna hanya ada aku yang duduk disitu sendirian. Ya, sendirian. Biasanya ada SeoKyung, Hannie dan Dara yang duduk bersamaku di kantin ketika jam makan siang begini. Tapi hari berbeda. Aku tidak tau kemana perginya ketiga teman kutu-ku itu. Aku sudah mengirimi mereka pesan singkat sejak tadi pagi, sekedar menanyakan kenapa mereka tidak masuk kuliah. Tapi mereka sepertinya sengaja untuk membuatku marah. Bayangkan saja mereka baru membalas pesan singkatku 15 menit yang lalu secara berbarengan, dan yang lebih membuatku jengkel mereka bertiga mengetik kata-kata yang sama persis untuk membalas pesan singkatku. “Semoga harimu dikampus menyenangkan”. Balasan apa itu? Aku tanya kenapa mereka tidak masuk kuliah dan mereka malah membalasnya dengan kalimat itu. Haiisshhh, sepertinya mereka memang sengaja mengerjaiku.

Kusesap es jeruk yang ada dicangkir putih dihadapanku dengan malas. Sangat kuakui. Satu hari berada dikampus tanpa ketiga kawan sekoco-ku itu, benar-benar membosankan. Kuutak atik handphoneku yang berlayar sentuh ini. Aku ingin sekali menghubungi mereka. Tapi, mereka pasti tidak akan mengangkat telepon dariku. Kalau ku kirimi pesan singkat..? Haiiisssh, nanti dibalas dengan kalimat aneh seperti tadi pula. Kuletakkan kembali handphoneku diatas meja. Dan mulai menyantap semangkok mie yang sudah kupesan yang keliatannya sudah mengembang.

“Boleh aku duduk disini? Keliatannya hanya kursi ini yang kosong..”

Belum sempat mie itu masuk ke tenggorokanku, aku sudah dikejutkan dengan kehadiran sosok yang tak diundang dan tak diantar *jelangkung kalee*. Aku hanya bisa terdiam melongo menatapnya. Dia segera mengambil kursi didepanku dan duduk disitu. Eiitt..tunggu, aku kan belum memperbolehkannya duduk disitu, kenapa dia langsung main duduk saja? Hah, sudahlah, lupakan saja. Sekarang ada hal yang lebih penting. JANTUNGKU HAMPIR MAU MELOMPAT. Atau bahkan sudah melompat ya? Aku mulai menghirup oksigen sebanyak yang aku bisa dan menghembuskannya. Karna tadi –sejak dia datang- tubuhku sudah kehilangan banyak oksigen, jadi sekarang aku harus mulai mengkonsumsi oksigen kembali kalau aku tidak mau mati.

“Kau sendirian ?”

Oh Tuhan, suaranya sangat merdu.

“Oh, ya.” Jawabku singkat. Gugupku belum juga hilang.

“Mana teman-temanmu?”

Demi ketek EXO-M TAO, suaranya membuat telingaku kejang-kejang (?).

“Mereka..tidak masuk kuliah.” Bagus !!! Sepertinya kegugupanku mulai hilang perlahan. Ini harus, aku tidak boleh terlihat bodoh –lagi- dipertemuan kedua kan?

“Oh begitu. Ah ya, aku lupa memperkenalkan diri. Luhan. Xi Luhan imnida.” Katanya dengan diiringi senyuman mautnya yang khas. Astaga Tuhan, dia tampan sekali. Aku sangat rela jika Kau menjodohkan aku dengannya. Eh?

“Ne..aku sudah tau. Memangnya siapa sih dikampus ini yang tidak mengenalmu?” jawabku sambil mulai menggaruk hidungku. Oh tenang tenang, Shin EunJung, kau tidak boleh terlihat gugup lagi.

Xi Luhan. Dia satu tingkat diatasku. Yang berarti, dia adalah seniorku. Mahasiwa/i mana sih yang tak mengenalnya? Bisa dibilang dia itu namja paling popular dikampus ini. Terang saja, dia adalah seorang mahasiswa berprestasi dan ketua organisasi di kampus. Apalagi mengingat wajah tampan yang dimilikinya. Banyak gadis yang mengagumi dan mengejar-ngejar dirinya. Meskipun begitu, dari berita yang kutau, Luhan belum mempunyai seorang pacar. Padahalkan, dia bisa saja memilih dengan mudah salah satu dari ratusan gadis yang ada dikampus ini. Dan aku juga tidak pernah melihat Luhan terlihat begitu akrab dengan seorang gadis. Atau jangan-jangan dia sudah punya pacar diluar kampus dan menutupi hubungan mereka?

“Namamu..”

“Shin EunJung imnida.”

Bulu kudukku merinding. Kini, aku bisa melihat semua mata yang ada dikantin tertuju padaku. Beberapa gadis juga memberikan tatapan mautnya kearahku, sepertinya aku bisa membaca arti tatapan maut mereka itu. “AKU IRI PADAMU”, “AKAN KUBUNUH KAU SHIN EUNJUNG”, atau “TIDAK AKAN KU BIARKAN KAU MEREBUT LUHAN”. Mungkin begitulah makna dari tatapan itu. Tapi siapa yang peduli. Yang terpenting sekarang ini ‘Si Pangeran’ yang tampan itu sedang duduk bersamaku. Cihuyy….terima kasih Tuhan. ^^

“Ehm..kenapa kau tidak makan? Lihat itu, mienya sudah mengembang!” kata Luhan sambil menunjuk ke arah mangkokku dengan sumpit yang ada ditangan kanannya.

“Ohh….ne.”

Aku pun mulai menyuapi mulutku dengan sesendok mie, sesekali aku mencuri pandang kearah Luhan yang terlihat sangat lahap menikmati makanannya. Ckckckckck..kenapa baru sekarang aku menyadarinya ya, ternyata makhluk ini benar benar sangat tampan. Haisshh..kemana saja kau selama 2 tahun ini Shin Eunjung. Kenapa baru menyadarinya? Tentu saja selama 2 tahun berkuliah disini aku tahu dan sadar kalau dia memang..yah tampan, tapi dulu itu aku tidak terlalu memperhatikannya, baru sekarang inilah, aku mulai menyadari dengan mata,hati dan jiwaku kalau Luhan itu emang sangat tampan. Kulitnya putih seputih susu dan bening sebening kaca. Wajahnya yang kecil, mata hitamnya yang teduh, bulu matanya yang lentik, hidungnya yang mancung, lekukan bibirnya yang indah, dan jangan lupakan senyumannya yang manis nan maut itu. Sempurna. Edward Cullen? Beh,lewat!! Zac Efron? Kalah imut. Patrick Schwarzenegger? Ah, gak sebanding deh ^^.

“Nyam..Nyam..kau tau sejak tadi aku sudah hampir mati kelaparan, Mr. Park itu mengajarnya sangat lama. Apa dia tidak tahu kalau dia sudah mengajar lebih dari 2 jam? Itu kan melebihi jadwal yang seharusnya.” Luhan nyerocos disela-sela kegiatan makannya. Aku pun terkekeh geli melihat omelan Luhan yang menurutku itu sangat lucu. Yang bisa aku simpulkan Luhan itu bukan orang yang kaku, dia ramah dan sepertinya mudah dekat dengan orang lain. Terbuktikan, kami baru saja berkenalan, tetapi dia sudah mengajakku berbincang santai seakan-akan kami ini teman akrab yang sudah lama saling kenal. Dan hal ini membuatku lega. Setidaknya sikapnya yang ramah itu dapat membuat rasa gugupku hilang.

“Hahahaha..itu tidak sebanding. Kau tahu Luhan-ssi, cara mengajar Mrs.Kim lebih parah lagi. Dia datang 30 menit lebih awal dari jadwal perkuliahan. Tetapi dia akan lama sekali untuk mengakhiri kelasnya. Dan kau tahu, dalam 1 kali pertemuan dia langsung mengajar 3 bab. Setelah itu dia melanjutkannya dengan tes mendadak. Bukankah itu lebih gila?”

Sekarang giliranku yang ngerocos panjang lebar. Kulihat tawa Luhan juga meledak ketika mendengar ceritaku. Membuatku juga ikutan tertawa bersamanya. Jadilah, aku menghabiskan waktu makan siangku dikantin ini bersama Luhan. Waktu 20 menit seakan kurang bagi kami untuk saling mengobrol. Luhan itu orangnya sangat humoris. Dia banyak menceritakan kejadian-kejadian lucu yang pernah dia alami dan juga kejadian lucu tentang beberapa dosen. Seperti kasus Mr.Jung yang bagian belakang celananya pernah sobek lantaran saat itu beberapa teman-teman Luhan yang jahil menaruh lem perekat pada kursi yang hendak beliau duduki. Mr.Jung tidak tahu akan hal itu. Jadilah Mr.Jung duduk dikursi itu tanpa rasa curiga sedikitpun. Lalu saat perkuliahan telah usai dan Mr.Jung hendak berdiri… SRRREEEKKK. Para mahasiswi menutupi mata mereka dengan tangan, sedangkan mahasiswa yang lainnya tertawa terbahak-bahak. Celana Mr.Jung sobek dibagian bokong dan memperlihatkan underwear yang sedang dipakainya. Selain itu, Luhan juga bercerita tentang teman-temannya yang memasukkan seekor katak kedalam gelas minuman Mrs. Kwon. Dia bercerita dengan gayanya yang jenaka dan itu sangat menyenangkan bagiku yang menjadi pendengarnya. Sepertinya aku harus mengucapkan terima kasih kepada ketiga teman kutu-ku, karna kalau mereka tidak masuk kuliah, tidak mungkin aku dapat duduk dan mengobrol akrab begini bersama Luhan. Dan juga…terima kasih Tuhan.

=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=

Sudah dua minggu dan hubunganku dengan Luhan menjadi makin dekat. Tak jarang kami menghabiskan waktu bersama-sama. Terkadang dia mengajakku makan dikantin bersamanya. Hal tersebut membuatku merasa senang dan ngeri secara bersamaan. Aku senang, karna Xi Luhan yang tampan itu mau mengajakku bersamanya. Dan ngeri, bila mengingat tatapan membunuh yang diberikan gadis-gadis penggemar Luhan. Oh ya, bahkan aku juga pernah loh mendapat ancaman dari seorang gadis yang aku rasa dia salah satu penggemar Luhan. Kejadiannya berlangsung didalam toilet, saat itu gadis yang datang bersama teman-teman se-geng nya tersebut menyudutkanku ketembok. Sambil berkacak pinggang dia berkata,”Luhan is Mine!!! Milikku!!! Sekali lagi kulihat kau mendekatinya, awas kau.” Ancamnya kala itu. Aku? Tentu saja aku hanya diam dan tak menanggapi ancamannya itu, karna aku malas kalau sampai harus beradu mulut dengan gadis –yang kurasa dia sangat sangat tergila-gila pada Luhan- itu. Apalagi mengingat, dia membawa teman-teman se-geng nya. Tambah rumit ntar urusannya. Tapi, seakan tak takut dengan ancamannya, aku dan Luhan tetap sering terlihat bersama. Karna aku ngerasa apa yang aku lakukan itu tidak salah. Toh gadis itu bukanlah pacar Luhan. Jadi kenapa aku harus takut? Kalau dia memang suka sama Luhan, maka bersainglah secara sehat. Jangan curang, beraninya cuma ngancam. Dan lagipula, bukan aku yang mendekati Luhan. Tapi dialah yang mendekatiku. Dialah yang selalu duluan mengajakku untuk pergi bersamanya. Aku rasa sih, dia sedang mencoba PDKT sama aku gitu. Wkwkwkwk….pede sedikit boleh dong ya.

“Kenapa dia belum datang ya?” Kulirik jam berwarna biru laut yang ada dipergelangan tangan kiriku.

Pukul 16.00

Hari ini aku dan Luhan berjanji untuk bertemu di taman. Janjiannya sih jam 15.30, tapi aku sudah menunggu disini selama setengah jam dan orang yang bernama Luhan itu belum juga keliatan. Dia memintaku untuk menemaninya membeli hadiah ulang tahun untuk Sehun. Sehun itu adalah sahabat karib Luhan, yang juga ketua bidang Art&Sport dalam organisasi kampus.

“Hosh..Hosh..Eunjung-ssi. Maaf aku telat. Tadi ada urusan yang harus kukerjakan terlebih dahulu.”

Baru saja aku berniat menghubungi ponselnya, eh orang yang kutunggu-tunggu itu akhirnya datang juga. Dan apa itu? Nafasnya terengah-engah. Pasti dia berlari tergesa-gesa tadi menuju kesini.  Mungkin dia takut aku sudah pergi. Tapi kau tenang saja Xi Luhan. Aku tidak akan pergi kok. Aku akan selalu menunggumu se-lama apapun. Dan aku juga tidak akan marah. Wkwkwkwk..Shin EunJung kau gombal sekali.

Luhan mulai mencoba mengatur nafasnya kembali. Dia menarik dan menghembuskan nafasnya berkali-kali.

“Ayo kita pergi..” ajaknya.

“Ne.” aku pun segera bangkit berdiri dari bangku taman dan berjalan disampingnya.

=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=

“Gomawo. Aku sangat senang karna hari ini kau mau menemaniku membeli hadiah untuk Sehun.”

Sekarang kami sedang berada disebuah café. Setelah kurang lebih selama dua setengah jam berkeliling mencari hadiah yang pas untuk Sehun, kami pun mendapatkannya. Sebuah jam tangan berwarna hitam yang sederhana namun terkesan elegan dan macho. Aku rasa hadiah ini sangat cocok untuk Sehun.

“Ya. Terima kasih juga karna kau sudah mentraktirku.” Kataku sambil tersenyum padanya.

“Oh ya, kenapa tidak kau coba memakainya?” Luhan menggerakkan dagunya kearah sebuah kantong plastik putih yang berisi sebuah bando lucu berwarna pink. Ketika sedang asik berjalan-jalan tadi, kami tidak sengaja melewati sebuah toko aksesoris. Luhan mengajakku masuk. Dia menyuruhku untuk membeli sesuatu yang aku suka, katanya sebagai rasa terima karena aku telah menemaninya. Tapi aku menolaknya dan bilang dia tidak perlu melakukan itu karna aku menemaninya dengan ikhlas. Dan karna tak berhasil membujukku, jadi dia langsung saja mengambil sebuah bando pink dan membayarnya ke kasir.

“Baiklah.” Aku mengangguk dan segera membuka kantong plastik itu, kemudian memakai bando pink tersebut.

“Wow….sangat cocok untukmu. Kau benar-benar terlihat sangat cantik.” Matanya berbinar-binar. Senyuman merekah menghiasi wajahnya yang tampan. Ekspresi bahagia.

Dan apa katanya tadi? CANTIK? Maksudnya…..AKU????????? HUUUUAAAHHH…….NYAK BABEH TOLONG, ANAKMU MAU PINGSAN !!!!!

DEMI KESEIMBANGAN LANGIT DAN BUMI. XI LUHAN, KUMOHON. JANGAN TERLALU BANYAK MEMUJIKU. CEPATLAH NIKAHI AKU!!^^

=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=

Hei I just met you

And this is crazy

But here’s my number

So call me, maybe?

It’s hard to look right

At you baby

But here’s my number

So call me, maybe?

Kudengar nada dering Carly Rae Jepsen berbunyi dari handphoneku. Aku yang sedang serius mengerjakan tugas kuliahku pun akhirnya berhenti sejenak dan segera menyambar handphone itu.

Kubaca tulisan yang tertera di layarnya.

-SeoKyung-

“Yeoboseyo..”

“YAK!!!KAU KAU..KENAPA LAMA SEKALI MENGANGKAT TELEPONKU, HAH?”

Kujauhkan handphone itu dari daun telingaku. Karna kalau tidak begitu, aku jamin, besok aku pasti langsung menjadi tuna rungu.

“Haisshh SeoKyung-ah, apa tidak bisa kau tidak berteriak sekencang itu? Telingaku sakit tau!!” protesku.

“Ya sudah lupakan. Aku langsung to the point saja. Kau sudah menemukan gaun yang pas untuk acara ulang tahun kampus?”

Minggu depan. Tanggal 28 September, adalah hari ulang tahun kampus yang ke 32 tahun. Karna itulah, akan diadakan pesta perayaan besar-besaran. Pesta itu akan dihadiri oleh seluruh dosen beserta staffnya dan tentu saja mahasiswa/I nya juga harus datang. Berbagai pertunjukkan juga telah disiapkan untuk mengisi malam puncak acara. Seperti pergelaran musik kontemporer, dance battle, paduan suara, penampilan teater, dan lain-lain.

“Gaun? Kenapa harus pakai gaun?” tanyaku bingung. Karna jujur, aku tidak pernah berpikir untuk memakai gaun ke pesta itu. Alasan pertama : karna menurutku itu bukanlah sebuah pesta formal. Alasan kedua : karna aku tidak suka memakai gaun. Ribet.

“YAKKK…..KAU SHIN EUNJUNG !!!” Baiklah, aku benar-benar akan tuli.

“Memangnya kau mau pakai apa? Pakaian renang, hah?”

“Bu..bukan begitu SeoKyung-ah. Mungkin aku hanya memakai pakaian casual saja seperti biasa karna..”

“Tidak boleh begitu!!!” ini yang aku benci dari SeoKyung. Suka sekali memotong perkataanku.

“Kau tau? Xi Luhan itu pasti juga datang. Secara diakan ketua organisasi kampus. Kau harus terlihat cantik dihadapannya. Kau harus menarik perhatiannya. Apa kau mau dia melirik gadis lain, hah?”

Huh, sekarang aku menyesal pernah bercerita pada SeoKyung kalau sebenarnya aku menyukai Luhan.

“Aku tidak mau tau. UPIK ABU, KAU HARUS TAMPIL CANTIK YA.”

Ttttuuuttt Tttuuttt Tttuuuuttt…….

Selain suka memotong perkataan orang seenaknya, aku juga sangat sebal dengan kebiasaanya menutup telepon secara sepihak seperti ini. Benar-benar membuat tekanan darahku naik jika sudah berhadapan dengannya.

Lalu..masalah gaun bagaimana? Aku tidak pede jika harus memakai gaun. Tapi..aku juga ingin tampil cantik didepan Luhan.

=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=

Hari yang sudah ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Yup, malam puncak perayaan ulang tahun kampus sedang berlangsung. Aku, SeoKyung, Hannie dan Dara pergi bersama-sama. Dan.. aku memakai gaun. Setelah mengalami kagalauan hati yang sangat rumit *lebay*, kuputuskan untuk memakai gaun malam ini. Ya tidak apa-apakan, toh acara ini juga sekali dalam setahun. Tampin sedikit feminim sepertinya tidak masalah. Dengan begitu siapa tau Luhan jadi makin terpesona padaku dan langsung menyatakan cintanya. Kyyyyaaaaa \(≧▽≦)/

Acara pembukaan sudah selesai. Dan kini dilanjutkan dengan dance battle. Aku tidak tertarik untuk melihatnya. Mataku menyusuri setiap sudut aula ini, berkeliling mencari seseorang. Kalian pasti tau kan? Siapa lagi kalau bukan Xi Luhan. Tapi sejak tadi aku tidak melihat sosoknya sama sekali. Apa dia tidak datang? Ah, itu tidak mungkin. Dia kan ketua organisasi kampus dan malam ini dia harus memberikan sebuah pidato. Tidak mungkin jika dia tidak datang kan? Dan ketika kuedarkan pandanganku kearah stand makanan, aku dapat melihat dirinya. Luhan memakai sebuah kemeja putih dan jas berwarna hitam. Sebuah dasi melengkapi menampilannya malam ini. Poninya ia singkirkan kearah belakang rambutnya. Oh God! Dia super duper tampan. Oh God, sekali lagi kumohon jadikanlah dia suamiku.^^

“Luhan-ssi..” aku berjalan mendekatinya.

“Ehm..EunJung-ssi.” dia membalikkan badannya.

“Kupikir kau tidak datang.” Aku mulai membuka percakapan.

“Haha, mana mungkin aku tidak datang. Hari ini kau sangat cantik sekali.”

Dia memujiku sambil mengusap rambutku pelan. Panas. Wajahku sekarang benar-benar merah dan memanas. Aku harap Luhan tidak menyadarinya. Karna kalau sampai dia menyadarinya, aku akan sangat malu sekali.

“Luhan-ah, siapa dia?”

Seseorang menyenggol tangan Luhan dan memandang heran padaku. Aku tidak tau nama namja itu yang pasti dia juga seniorku.

“Seorang teman.” Balas Luhan. Aku sedikit kecewa mendengar jawaban yang keluar dari mulut Luhan. Tapi itu tidak membuatku pesimis. Mungkin maksud Luhan, sekarang ini aku memang temannya, tapi.. tunggu saja sebentar lagi aku pasti akan menjadi pacarnya. Yes! Aku mulai menyemangati diriku kembali.

Baiklah acara selanjutnya, kita akan mendengarkan beberapa untaian kata yang akan disampaikan oleh Ketua Organisasi beserta Ketua Bidang-Bidang Organisasi. Untuk itu, waktu dan tempat dipersilakan.”

Tepuk tangan dari para hadirin mulai terdengar riuh memenuhi aula. Luhan yang merasa dirinya lah yang dipanggil oleh MC tadi segera berjalan naik keatas panggung. Dan tentu saja diikuti oleh seluruh Ketua Bidang. Sekarang aku bisa melihat ada enam namja yang berdiri diatas panggung tersebut, termasuk Luhan. Ada Sehun sebagai Ketua Bidang Art&Sport, Baekhyun sebagai Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan, Kai sebagai Ketua Bidang Seminar dan Diskusi, Chanyeol sebagai Ketua Bidang Potensi Minat dan Bakat, serta Kris sebagai Ketua Bidang Pendidikan.

Luhan yang notabene adalah Ketua Organisasi, maju pertama kali untuk memberikan pidatonya.

“Ehem..Ehem..” dia mulai berbicara.

“Selamat malam para hadirin sekalian. Hari ini adalah HUT kampus kita yang ke-32. Untuk itu pertama-tama saya ingin mengucapkan Selamat Ulang Tahun yang ke-32  kepada kampus kita. Saya selalu berharap yang terbaik bagi kampus ini..” dan bla bla bla. Aku tidak terlalu fokus dengan apa yang Luhan sampaikan dalam pidatonya kali ini. Mataku tidak berkedip menatap sosok Luhan yang sekarang sedang berdiri diatas panggung itu. Seperti dihipnotis –lagi-lagi- dia membuatku berdecak kagum menatapnya. Malam ini dia terlihat sangat gagah, dewasa dan berwibawa. Ah, My Type.

“Sekian pidato saya kali ini..” MWO? Sudah hampir selesai? Haiisshh, Shin Eunjung. Berapa lama kau mengamati wajahnya?

“Tapi ada satu hal terakhir yang ingin kusampaikan dihadapan kalian semua..”

Luhan terdengar ragu-ragu dalam menyampaikan kalimatnya. Dan itu membuatku agak bingung. Tidak seperti biasanya dia terlihat begitu nervous dan ragu dalam berpidato. Apa kali ini dia lupa dengan kalimat terakhir yang ingin dia sampaikan dalam pidatonya?

Dan aku semakin heran ketika kulihat Luhan malah berjalan mendekati Sehun. Kemudian dia malah berlutut didepan namja tinggi itu. Apa yang akan dilakukan Luhan sih?

“Sehun-ah.” Luhan mulai membuka mulut.

“Sudah cukup lama aku menyadari perasaanku ini. Dan ternyata ini tidak salah. Aku sangat yakin dengan apa yang hatiku rasakan. Aku mencintaimu Sehun-ah. Sangat mencintaimu. Maukah..kau menjadi pacarku?”

DUUUUAAAARRRRR

Mataku melotot tak percaya, mulutku terbuka lebar, dan alisku terangkat tinggi keatas. Apa yang sebenarnya terjadi? Apa ini salah satu bagian dari pertunjukkan? Aku benar-benar tidak mengerti dengan situasi seperti ini. Oh My God, Oh My God, Oh My God. Tolong, adakah seseorang yang bisa menjelaskan tentang apa yang sebenarnya terjadi?

Aku benar-benar tak menyangka. Astaga !!! DIA???? XI LUHAN??? NAMJA PALING POPULER DI KAMPUS ITU…….SEORANG GAY??? OH, NO !!!!!

#THE END#

6 thoughts on “[FF] Oh My God! He Is A…

    • Hahaha, FF ini terinpirasi pas ngeliat video nya Carly Rae Jepsen ‘call me maybe’. kan ternyata sih cowoknya itu malah naksir ama gitarisnya carly. jd ceritanya aku ubah deh ^^ dgn Hunhan. hehe
      Makasiiiiiiiiiiihhhhhhhh udah baca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s