[FF] ♥My Guardian Angel (Chapter 4)♥

Jihyun POV

Sudah sekitar satu bulan ini Chanyeol ada di sisiku. Dan aku juga mulai terbiasa dengan keberadaannya. Aku juga tidak merasa kaget dan heran lagi jika melihat dia melakukan hal-hal yang aneh. Hal-hal aneh seperti menembus dinding, mengeluarkan sayap dan terbang, menghilang secara tiba-tiba, berjalan tanpa menyentuh lantai dan…masuk ke kamar mandi tanpa permisi. Yang terakhir itu yang paling parah. Dasar malaikat pelindung mesum. Terkadang dia masuk ke kamar mandi saat aku sedang berada didalamnya. Untung saja hal itu dapat aku ketahui. Dia bilang, dia tidak sengaja masuk ke kamar mandi dan tak tahu kalau aku ada didalamnya. Hah, dia pikir aku bodoh apa? Mana mungkin aku percaya dengan alasannya yang sangat klasik itu. Katanya seorang malaikat pelindung itu tidak mempunyai nafsu. Apanya yang ‘tidak mempunyai nafsu’? Malaikat genit. Awas saja kalau sekali lagi dia ketahuan mengintipku dikamar mandi, aku benar-benar akan membunuh dan mencincangnya.

Chanyeol POV

Sebulan bersama dengan Jihyun benar-benar menyenangkan.  Dia tidak seperti guara lain yang pernah aku lindungi. Dia sangat lucu dan mudah sekali untuk dikerjai. Aku dan Jihyun sudah berhasil menemukan 4 sakon ku yang hilang. Itu berarti tinggal 6 sakon lagi yang harus dicari. Sekarang ini aku juga punya ‘sidejob’ baru sambil mencari sakonku yang hilang. Yaitu..mengerjai Kim Jihyun. Aku sangat senang melihat ekspresinya yang jelek saat sedang kaget, takut dan kesal padaku. Itu makin membuatku bersemangat untuk lebih mengerjainya.  Yang paling aku suka, ekspresinya ketika melihatku masuk kekamar mandi ketika dia sedang ada didalamnya. Ah tidak tidak, jangan berpikiran negatif dulu. Aku tidak bermaksud mengintipnya, aku hanya ingin mengerjainya. Itu saja. Ya walaupun ada terbesit sedikit pikiran untuk mengintipnya ^^ hehehe.

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Hari ini seperti biasa aku mengikuti Jihyun ke sekolah. Bedanya, hari ini dia telat bangun dan telat berangkat. Siapa suruh dia menonton pertandingan bola hingga larut malam? Ehm baiklah, pengakuan dosa : sebenarnya Jihyun sudah menyetel alarm nya agar berbunyi pukul 05.00 pagi, tapi kemudian tanpa sepengetahuannya, aku menonaktifkan alarm tersebut. Alhasil , Jihyun bangun tepat pukul 07.00 pagi. Good job, Chanyeol.

Jihyun POV

Sial. Hari ini aku telat berangkat ke sekolah gara-gara tadi malam aku menonton pertandingan bola ditelevisi. Barca VS Madrid. Sayangkan kalau pertandingan seru itu harus aku lewatkan. Jadinya aku baru tidur pas jam 02.00 malam. Aku ingat betul, sebelum pergi tidur aku sudah menyetel alarm di handphoneku. Tapi dengan sangat aneh alarm tersebut tidak berbunyi sebagaimana mestinya. Atau mungkin, saking nyenyaknya tidurku aku tidak sadar telah mensilentkan kembali alarm itu ketika dia berbunyi? Molla. Yang jelas sekarang aku telat berangkat ke sekolah.

Huuufff, untung saja Pak Kim –penjaga pintu gerbang- sangat baik. Dia membukakan pintu gerbang untukku. Jadinya aku bisa masuk tanpa harus menunggu diluar gerbang sampai jam pelajaran pertama berakhir.

Aku berlari tergesa-gesa menuju kelasku yang letaknya di ujung koridor. Benar-benar menguras tenaga. Malaikat pelindung? Dia juga berlari dibelakangku. Aku berdoa semoga Han soensaengnim belum masuk ke kelas. Meskipun aku tau itu mustahil, mengingat guruku yang satu itu sangat on time. Jarum jam di pergelangan tanganku sudah menunjukkan pukul 07.35, tidak mungkin kan guruku itu belum masuk. Tapi aku tetap berharap begitu, siapa yang tau kan mungkin saja guruku yang terkenal killer itu mendapat halangan diperjalanannya sehingga menyebabkan dia datang terlambat juga^^.

Pupus sudah harapanku. Kesialanku bertambah hari ini. Ketika sampai di depan pintu kelas, aku bisa melihat Han soensaengnim sedang mengajar. Takut-takut aku mengetuk pintu –meminta izin agar diperbolehkan masuk-.

“KIM JIHYUN, KAU INI BERNIAT SEKOLAH TIDAK SIH? KAU TAU SEKARANG INI JAM BERAPA?” Baru juga dua langkah aku masuk ke kelas, dia sudah berteriak padaku.

“I….Iyyaa soensaengnim..maaf..tadi ma..”

“KAU INI DATANG SEMAU HATIMU !!! KAU PIKIR SEKOLAH INI PUNYA ORANG TUAMU APA?” benar-benar seorang guru yang galak =_=

“YYYAAAAKKK KAU PAK TUA…..JANGAN BERBICARA SEKENCANG ITU, TELINGAKU SAKIT TAU!!!!” kali ini sih Park Chanyeol yang berteriak. Membuat telingaku tambah sakit dan kepalaku makin pusing =_=

Dia berteriak tepat di telinga soensaengnimku itu. Haduh malaikat pelindungku tersayang, mau kau berteriak hingga suaramu habis pun Han soensaengnim tak akan mendengarkanmu T____T.

“SEBAGAI HUKUMANNYA, KAU HARUS BERDIRI DI TENGAH LAPANGAN HINGGA JAM PELAJARAN PERTAMA USAI.”  Ternyata Han soensaengnim bukan hanya galak, tetapi dia juga kejam dan tidak berperikemanusiaan.

“Mwo?”

Hah, baiklah. Mau tidak mau aku membalikkan badanku dengan lemas. Menundukkan kepalaku sambil berniat menuju lapangan sekolah.

“KKKKKKKKKKKKKYYYYYYYYYYYYYYYYAAAAAAAAAAAAAAAAA………”

Apa itu? Aku menghentikan langkahku ketika kudengar salah satu temanku berteriak. Dengan segera kubalikkan badanku lagi.

HUAAAAAHHHHHH, betapa terkejutnya aku ketika melihat semua meja yang ada di kelas melayang-layang ke udara. YA, MELAYANG-LAYANG. Sontak saja semua murid yang melihat hal itu langsung panik tujuh keliling. Mereka terlihat terkejut dan ketakutan.

“KKKKKYYYYYAAAAAA……………”

“EEEEEOOOOOOOMMMMMAAAAAA.”

“TTTTOOOOOLLLLLLLOOOOONNNNGGGGG.”

“ADA HANTU, TOOOOLLLLOOOONNNNGGG!!!!”

“HANNNNNNTTTTTUUUUUUU.”

Semua murid berlari kesana kemari tak tentu arah. Dan tentu saja ditambah dengan teriakan histeris mereka yang super memekakkan telinga. Buku-buku dan alat tulis mereka juga berjatuhan ke lantai. Keadaan kelas benar-benar diluar kendali. Han soensaengnim juga keliatan panik melihat situasi yang ‘tidak biasa’ ini.

“SEMUANYA, AYO CEPAT KELUAR KELAS!!!” perintah Han soensaengnim.

Seketika itu juga semua murid mematuhi perintah Han soensaengnim. Mereka pun segera berlari menuju keluar kelas. Mereka juga saling dorong satu sama lain ketika hendak melewati pintu kelas. Beberapa murid terlihat terjatuh tapi kemudian dapat bangkit kembali. Sampai mereka keluar pun, aku masih dapat mendengar teriakan mereka itu.

Aku masih diam berdiri disamping meja guru, melongo melihat keadaan kelasku ini. Sekarang kelas ini sepi, kosong…dan sangat berantakan. Seperti kapal pecah. Benar-benar kacau. Meja-meja yang terbalik, kursi-kursi yang letaknya berantakan, buku-buku dan kertas yang berserakan di lantai, beberapa vas bunga yang pecah – mungkin tersenggol oleh beberapa murid-. Hancur. Hanya ada satu orang yang harus disalahkan atas kejadian ini.

“PARK CHANYEOL!!!!!”

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

“Apa sih yang kau lakukan? Kau tau, kau itu membuat kekacauan.”

Karena insiden itu, kelas dibubarkan lebih awal. Sekarang aku dan sih ‘Pembuat Onar’ sedang duduk di bangku taman belakang sekolah. Ini masih terlalu awal untuk pulang ke rumah. Dan lagipula di rumah juga tidak ada siapa-siapa. Eomma dan Appa sedang bekerja sementara Jiyong Oppa pasti juga masih berada di kampusnya. Aku juga lupa membawa kunci cadangan .Jadi ya, aku putuskan untuk duduk sebentar di bangku taman ini, merilekskan pikiran dan menenangkan hatiku sejenak. Dan juga…mengomeli Chanyeol.

“Apa? Bukankah seharusnya kau mengucapkan terima kasih padaku karna aku sudah menyelamatkanmu sehingga kau terbebas dari HU-KU-MAN itu?” jawabnya sambil berkacak pinggang. Dia menekankan kata hukuman ketika mengucapkannya. Dan dia malah melototkan matanya kepadaku. Haissshh, kenapa jadi dia yang marah? Seharusnya aku lah yang marah.

“Iya sih, tapi kan tidak perlu dengan cara seperti itu. Yang ada kau malah membuat keributan dan membuat semua murid ketaku…..EEeeemmmpppphhhh.”

Kata-kata ku terputus karna dengan gerakan cepat Chanyeol membungkam mulutku dengan tangannya. IIhhhh….menyebalkan. Aku benar-benar stress kalau sudah berhadapan dengan malaikat jelek ini. Siapa saja tolonglah, bawa pergi malaikat ini jauh-jauh dariku!

“Kau ini berisik sekali. Belajarlah untuk diam sedikit.”

“Heeemmm….Lee..ppaaass…skkkaaa….nnnn.” aku berusaha berbicara karena mulutku masih dibungkam olehnya.

“Lain kali aku akan menjahit bibirmu itu.”

Cling. Aku dapat ide.

“AAAAARRRRRGGGGHHHHH.” Berhasil. Kini mulutku terbebas dari bekapan tangan Chanyeol.

“YAKK, DASAR RABIES!” katanya sambil memegang tangannya yang tadi kugigit.

Rasakan itu. kataku dalam hati. Sakit bukan? Rasakan rasakan rasakan. Makanya, jangan macam-macam dengan Kim Jihyun. Awas saja kalau dia berani membungkam mulutku dengan tangan baunya itu lagi. Akan kugigit sampai daging tangannya koyak.

“Jihyun-ssi.”

Seseorang memanggilku. Aku pun menolehkan kepalaku melihat sumber suara itu.

⊙ω⊙ ASTAGA. Itu kan Oh Sehun. Kenapa dia memanggilku? Ada perlu apa?

“Sehun-ssi.” Aku melambai kaku padanya.

Oh Sehun. Seangkatan denganku. Namja yang sedang kutaksir. Tampan, tidak.. sangat tampan maksudku, baik, dan ramah. Ketua teater sekolah ini. Dialah satu-satunya alasanku mau mendaftarkan diri pada kelas teater. Padahal sebenarnya aku sama sekali tidak punya minat dan bakat dalam bidang akting. Aku mau masuk kelas itu, karna aku ingin dekat dengan Oh Sehun. Aku ingin mengetahui lebih dalam tentang dirinya.

“Kau sudah mau pulang?” tanya-nya sambil duduk disampingku. OH GOD, jantungku berhenti berdetak seketika.

Chanyeol POV

“Kau sudah mau pulang?” namja itu berjalan mendekat ke arah kami –aku dan Jihyun- dan duduk disamping Jihyun. Siapa dia? Sepertinya aku pernah melihatnya. Tapi dimana ya?

“Be..luum.”

Jihyun terlihat gelagapan ketika menjawab pertanyaan namja itu. Matanya tak berkedip menatap wajah namja itu. Menunjukkan keterpesonaan. Dasar norak.

“Kalau begitu, apa kau keberatan menemaniku membeli beberapa perlengkapan untuk pementasan teater bulan depan?”

Pementasan teater? Aha, sekarang aku ingat. Kalau tidak salah, dia satu anggota teater dengan Jihyun.

“I…iiy..ya.”

Haiiishh, kenapa sih nenek cerewet ini jadi gagap?

Jihyun POV

“I…iiy..ya.” Sekuat tenaga aku menahan jantungku agar tidak melompat. Ini seperti mimpi. Seorang Oh Sehun mengajakku jalan dengannya? Hoh, aku butuh dokter jantung sekarang.

Ya walaupun cuma untuk menemaninya membeli perlengkapan pentas, tapi tetap saja kan dia-mengajak-ku. Dia bisa sajakan mengajak Minri –sih sekretaris teater- atau mungkin Taeyeon –sang bendahara- atau siapa lah yang lain. Tapi dia malah mengajakku. OH MY, membuat rohku terbang dari jasadku saja.

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Huff lelah sekali. Ternyata bersama dengan Oh Sehun membuatku jadi lupa waktu. Sekarang ini sudah malam. Ckckck, berapa jam aku menghabiskan waktu dengannya?

Kakiku rasanya sudah sangat pegal. Tapi tetap kupaksakan juga agar mampu berjalan. Apalagi disebelahku ini ada ..Oh Sehun. Sungguh ajaib, dengan menatap kearahnya saja langsung menghilangkan rasa pegal yang menggerogoti tubuhku. Kakiku pun jadi seakan mendapat kekuatan baru untuk mampu berjalan kembali.

“Cha, sudah sampai.”

Haiisshhh, disepanjang jalan aku banyak melamun. Kalau Sehun tidak menyadarkanku, aku pasti tidak akan sadar kalau kami sudah sampai didepan rumahku sekarang. Pabo Jihyun.

“Oh..ne.” aku tersenyum kepadanya.

“Terima kasih ya untuk hari ini. Kau sangat membantu.”

“Sama-sama.” Aku masih belum bisa percaya kalau Oh Sehun itu sudah mengajakku jalan-jalan. Kukira hari ini adalah hari kesialanku. Ternyata dibalik beberapa kesialan yang aku alami masih ada sebuah keberuntungan ^^.

“Kalau begitu, aku masuk dulu ya. Bye..”

Aku baru saja akan membalikkan badanku ketika kurasakan tangan kiriku digenggam oleh seseorang. Oleh.. Sehun.

“Ada apa?” aku bertanya padanya.

“Ehm..itu..”

Dia tak melanjutkan kalimatnya, malah kini dia mendekatkan wajahnya kearah wajahku. Kya, apa yang dia lakukan? Apa dia akan melakukan sesuatu yang seperti aku pikirkan? Maksudku.. apa dia akan..ehm..kalian pasti mengerti kan? Menciumku?

Wajahnya semakin dekat. Membuat debaran jantungku semakin tidak karuan. Aku ingin sekali melompat tapi dia membuat tubuhku ini kaku tak bisa digerakkan. Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan?

Dekat dan semakin dekat. Jarak kami kini hanya beberapa centi saja. Sekarang aku bahkan bisa merasakan hembusan nafasnya yang hangat.

PLLLLAAAAAAKKKKKKKK

—–TBC—-

“DON’T BE A PLAGIATOR”

9 thoughts on “[FF] ♥My Guardian Angel (Chapter 4)♥

  1. thor, next chap thor, next chap.
    itu yg nampar si chanyeol kan?
    penasaran nih,
    chapter beriktnya jangan lama lama ya thor, gomawo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s