[FF] Last Time

Title :

Last Time

Author :

“D”

Length :

Ficklet

Main cast :

Kang Daesung

Park Hae Yo

Kwon Jiyong

DON’T BE A PLAGIATOR!!!

Pria itu belum mau beranjak juga dari tempatnya berdiri sekarang ini. Tersenyum sendiri seraya memandangi rumah di seberang jalan. Lantai 2 sebuah kamar. Seorang gadis sedang asyik mendengarkan lagu melalui ipod nya. Dia bersenandung kecil mengikuti irama lagu yang sedang terputar. Gadis itu menutup matanya menikmati lagu yang ia dengar. Sebuah musik country yang sangat nyaman di telinganya.

“Ah. .seandainya malam ini salju turun.” Bisiknya pada dirinya sendiri.

Siapapun tidak akan bisa mendengar apa yang baru saja gadis itu ucapkan. Bahkan jika kamu sedang duduk sekalipun disampingnya, kamu belum tentu bisa mendengar apa yang ia katakan. Berbeda dengan seorang pria yang sedari tadi tetap setia berdiri di atap sebuah rumah diseberang tempat gadis tersebut berada. Pria itu mendengarnya. Bahkan dia mendengar suara gadis itu dengan sangat jelas. Dia kembali tersenyum memandang jauh gadis tersebut dari balik kaca transparan. Dia senang sekali melihat wajah cantik gadis itu dari kejauhan. Itu memang hobbynya. Setiap menit, setiap jam, setiap hari hanya gadis itulah yang selalu ia amati. Dan ia tak pernah bosan akan hobby anehnya tersebut.

“Jadi kali ini kau ingin salju. . .” ucapnya seakan-akan menjawab perkataan gadis itu.

Bibirnya menggumankan sesuatu. Sebuah mantra. Mantra yang tidak bisa didengar oleh orang lain, yang tidak bisa digunakan oleh orang lain selain dirinya. Dalam hitungan detik saja, tiba-tiba salju turun di Seoul. Aneh? Padahal sekarang ini bukanlah musim dingin.

Gadis itu melihat ke arah kaca jendela kamarnya. Betapa sangat terkejutnya ia ketika mendapati butiran-butiran putih yang turun dari langit. Tapi bagaimanapun, hatinya tetap senang. Memang inilah yang ia inginkan. Turunnya salju. Sebuah senyuman kecil menghiasi wajahnya yang putih pucat.

Ditempat lain, pria itu juga ikutan tersenyum melihat gadis tersebut bahagia. Ia merasa senang dapat membuat gadis tersebut menyunggingkan sebuah senyuman yang selama ini sangat jarang gadis itu perlihatkan. Seketika itu juga pikirannya melayang kembali ke masa lalu. Dimana ia masih ‘berada di sisi’ gadis tersebut. Menghabiskan waktu bersama dalam canda dan ceria. Hingga malam itu, malam dimana mereka harus merelakan kebahagiaan mereka berdua direnggut secara paksa. Mereka terpisah dalam ruang dan waktu yang berbeda. Membuat batas jarak diantara mereka semakin jelas. Sejak malam itu, gadis tersebut tak pernah lagi tersenyum. Hanyalah ekspresi datar yang selalu terukir di wajahnya. Pria itu benar-benar merasa bersalah. Ia selalu berpikir bahwa dialah yang telah membuat gadis tersebut kehilangan senyumnya. Semua memang karnanya.

“Kang Daesung, kau siap?” seperti hantu. Seseorang tiba-tiba saja sudah berdiri disamping pria itu. Pria bernama Kang Daesung tersebut tak menyadari kedatangan orang itu, namun ia juga tak terkejut sama sekali akan hal itu.

“Aku tidak yakin, Jiyong-ssi.” Daesung berkata pelan sekali dan begitu lirih. Hatinya bimbang sekarang ini. Disatu sisi, ia tak rela jika harus pergi meninggalkan gadisnya itu. Tapi disisi lain, ia juga merasa siap karna ini sudah menjadi takdirnya.

“Apa. .aku akan bertemu dengannya lagi?”

Jiyong membuang nafas. Ikut memandang ke arah yang sama dengan arah pandangan Daesung. Ia mencoba memahami situasi seperti ini. Situasi ini memang ‘sudah biasa’ ia temukan. Namun kali ini berbeda, entah mengapa dalam ‘kasus’ Kang Daesung ini ia merasa. .semuanya berbeda.

“Hanya takdir yang tahu.” Kalimat itulah yang hanya bisa Jiyong ucapkan. Ia tak tahu, kalimat apa lagi yang harus ia katakana untuk menimbulkan keyakinan pada diri Daesung. Ia memang tidak bisa memahami betul perasaan Daesung. Tapi, hanya dengan memandang sekilas pada matanya, Jiyong dapat melihat kesedihan yang mendalam dari seorang Kang Daesung.

“Baiklah. Aku siap!” ucap Daesung tegas.

“Park Hae Yo, jika suatu saat kita bertemu kembali di dimensi yang lain. Aku ingin. .melihat senyummu lagi.”

Dan mereka berdua pun menghilang seperti angin.

-THE END-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s