[FF] First Night

Title :

First Night

Author :

“D”

Main Cast :

Park Chanyeol & Cho Yoo Kyung

Genre :

Romance

Length :

Ficklet

DON’T BE PLAGIATOR!

“Huahahahahahahaha.” Tawanya kembali terdengar dari dalam kamar. Benar-benar menyebalkan. Dasar namja aneh. Dasar rabies. Mau sampai kapan dia tertawa terbahak-bahak seperti itu? Apa dia mau mulutnya yang jeber itu kusumpal dengan High Heels yang masih melekat di kakiku ini?

“Huahahahaha. Lucu sekali, kau itu. . .huahaha. .benar-benar memalukan. Huahaha.”

Dia sudah keluar dari dalam kamar. Mengganti setelan jasnya dengan kaos putih transparan dan celana panjang yang nyaman. Duduk di sofa ruang tengah dan mengambil remote TV.

“Huahahaha. .ekspresimu itu sangat jelek, Cho Yoo Kyung. Huahahaha. .”

Aduh! Suara tawanya itu benar-benar merusak sistem pendengaran telingaku. Apa dia tidak capek apa, sejak acara usai tawanya belum juga reda? Menertawakan banyak sekali ‘kebodohan’ yang telah kulakukan hari ini. Tepat dihari pernikahan kami.

“DIAM RABIES!!!”

PUUUKKK-

Kulempar bantal sofa didekatku ke arahnya. Skakmat. Dia tidak sempat menghindar, alhasil bantal sofa itu tepat mengenai kepalanya. Rasakan itu.

“Yak! Sakit tahu! Kau ingin aku mati, eoh?”

Dasar lebay. Itukan –hanya- bantal sofa yang empuk, mana mungkin menyakitkan dan menyebabkan kematian.

“Cho Yoo Kyung, katakan padaku!” kali ini dia memeluk bantal sofa –yang tadi kulemparkan- dan menatapku dengan puppy eyes-nya yang dibuat-buat.

“Apa?”

“Itu. . .ciuman pertamamu kan?”

WUUUSSSHHH ! Apa wajahku sudah seperti kepiting rebus sekarang ya?

“Tentu saja tidak. Aku sudah pernah berciuman dengan namja lain sebelumnya.” Jawabku lantang dan mencoba sesantai mungkin. Menyembunyikan perasaan gugup dan malu yang kurasakan.

Oh Tuhan, kenapa aku harus menikahi namja rabies ini sih? Ayah. .Ibu, kenapa kalian menikahkanku dengan namja setengah gila seperti dia? Apa kalian tidak sayang lagi padaku?

Park Chanyeol. Nama namja rabies itu. Mulai hari ini dia telah resmi menjadi suamiku. Aku dan dia baru saja melangsungkan pernikahan hari ini. Pernikahan yang terkesan mendadak dan tidak aku setujui. Sebuah pernikahan yang terjadi hanya karna sebuah taruhan konyol. Oh, hidupku benar-benar dipertaruhkan sekarang.

Ayahku dan Ayah namja rabies itu, berteman. Mereka sudah saling mengenal satu sama lain sejak lama. Dua minggu yang lalu, Ayahku dan Ayahnya bertaruh untuk pertandingan bola yang tolol. Jika Ayahku menang, Ayah namja rabies itu harus mau berkeliling Seoul dengan mengenakan pakaian compang-camping layaknya orang gila. Sedangkan jika Ayahku kalah, maka aku akan dinikahkan dengan namja rabies itu. Kalian pasti sudah tahu kan bagaimana hasil taruhan itu?

Aku merasa Ayahku sudah tak sayang lagi padaku. Kalau memang dia sayang padaku, mana mungkin dia mau menyetujui taruhan bodoh itu, mana mungkin dia mau menyerahkan begitu saja sisa hidup putri semata wayangnya  kepada namja rabies ini.

“Dasar pembohong! Mana mungkin itu bukan ciuman pertamamu. Ekspresimu saja mengatakan bahwa itu memang ci-u-man-per-ta-ma-mu. Huahaha.” Dia membuat tanda kutip dengan tangannya dan membuat penekanan pada kata terakhir yang ia ucapkan.

Hah, eotteoke? Itu memang ciuman pertamaku. Dan aku melakukannya dengan namja rabies itu. Namja itu sudah merebut kesucian bibirku yang selama ini telah kujaga dengan susah payah (?).

PUUUKKK

Kembali kulempar bantal kedua untuknya. Namun sayang, kali ini dia berhasil menangkap bantal itu sebelum mengenai kepalanya lagi. Ingin sekali kucincang dirinya karna telah sukses membuat diriku malu setengah mati dihadapannya.

“Sudahlah. Terserah kau saja. Aku mau ganti baju.”

Aku bangkit dari dudukku dan menuju kamar –pengantin- kami. Berlamaan dengan namja itu, bisa membuatku tertular gila sama sepertinya.

SRREETT !! Tepat saat aku berdiri di ambang pintu, seseorang menggenggam tanganku dan menarik tanganku kasar.

“Yak! Chanyeol-ssi, apa yang kau lakukan?” kupukul tangannya sekeras mungkin agar dia mau melepaskan genggamannya pada tanganku. Biar bagaimanapun, Chanyeol tetaplah seorang namja. Tenaganya jauh lebih besar dariku. Dan pukulanku padanya itu bukanlah apa-apa. Dia membawaku masuk ke kamar kami. Lalu menghempaskan tubuhku di atas ranjang. Dia menyeringai licik dan berkacak pinggang. Menatapku intens seperti seekor anjing yang sedang melihat tulang. Aku takut-takut membalas tatapannya. Perasaanku mengatakan bahwa ‘bahaya’ akan segera terjadi.

“K. .kau. .kau. .mau apa?” Sial! Aku tidak bisa menyembunyikan rasa gugupku.

Perlahan Chanyeol mendekat kearahku. Masih dengan tatapan ingin menerkam, dia memandangi wajahku. Damn, kenapa tubuhku jadi sulit untuk digerakkan? Aku benar-benar ingin menghindarinya, namun tubuhku malah membeku seakan-akan memberi izin padanya untuk mendekatiku.

GLEEEPPP

Chanyeol membuat tubuhnya tepat diatas tubuhku. Meletakkan kedua tangannya di kedua sisiku untuk menahan berat badannya. Aku ingin sekali berteriak dan memakinya, namun sialnya mulut ini benar-benar tidak bisa dibuka. Yang bisa kulakukan hanyalah membulatkan mataku melihat tingkahnya dan menebak apa lagi yang akan dilakukannya setelah ini.

Perlahan, dia mendekatkan wajahnya padaku. Membuat nafasku semakin tercekat dan jantungku bertalu-talu. Semakin dekat. Aku bersumpah, jarak kami sekarang ini hanyalah satu centi. Dia menempelkan hidungnya pada hidungku dan menghirup dalam aroma feromonku. Mengunci mataku dengan tatapannya yang mematikan. Astaga, bagaimana mungkin aku bisa bernafas dalam kondisi seperti ini?

Dengan jarak sedekat ini, aku bisa merasakan hembusan hangat nafasnya yang menyapu permukaan kulitku. Membuat tubuhku bergidik geli merasakan sensasi yang berbeda. Dengan jarak sedekat ini pula, aku dapat dengan jelas melihat sebuah senyuman  kemenangan terbentuk dibibirnya. Tentu saja. Dia pasti merasa telah berhasil menaklukkan ku. Chanyeol menutup mata sejenak sebelum akhirnya ia mengatakan sesuatu padaku.

“Ayo kita membuat anak.”

^^-THE END-^^

( Taadddaaa. . .Author “D” kembali !!!! *nyalain kembang api* , bagaimana dengan Ficklet kali ini? Gaje? Ngegantung? Jelek? Aneh bin ajaib (?) . Buat suamiku tersayang aka Park Chanyeol , sowry dowry ya julukanmu kali ini ‘Namja Rabies’ , tapi kaya’ nya julukan itu lebih cocok buatmu daripada Happy Virus ato Teeth Rich >o< *dilempar ChanYeol ke sungai Han* , Buat yang udah baca FF ini TENGKIYU ya. Pay. .Pay )

9 thoughts on “[FF] First Night

    • wkwkwkwk aku sih terserah chanyeol mo sama sapa aja boleh😀 kalo dia mau sama dara, ato dia mo balikan lg ma yejin ato dia mo ‘melenceng’ ke sesama jenis juga boleh kekekekk😀😀

  1. Canyol emang pantes di panggil cowok rabies, bayangkan betapa aneh dan gilanya dia. Selalu tersenyum dimanapun kapanpun, dalam keadaan apapun. Canyol the rabies /uhukkk/

  2. Lucu juga ceritanya😀
    Haha, nggak kebayang kalau dalam dunia nyata Chanyeol beneran dipanggil dengan juluka ‘namja rabies’, kkk~~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s