[FF] Love Story : Chanyeol

Title :

Love Story : Chanyeol

Main Cast :

Park Chanyeol & Park Choco

Length :

Ficklet

Genre :

Fluff

DON’T BE A PLAGIATOR!

Katakan padaku! Apa ada yang salah jika kukatakan “Aku sedang jatuh cinta”? Tidak, bukan?

Katakan padaku! Apa ada yang salah jika kukatakan “Aku jatuh cinta pada seorang gadis”? Tidak juga, kan? Bukankah itu malah bagus. Menandakan bahwa aku masih ‘normal’.

Katakan padaku! Apakah salah saat kubilang. . .”Aku jatuh cinta pada seorang gadis yang bisu dan cacat”? Apa jawaban kalian masih sama? Apa kalian tetap akan mengatakan “tidak ada yang salah dengan hal itu”? Benarkah kalian akan berkata begitu? Atau. .kalian berubah pikiran. Akankah kalian berkata “Apa didunia ini tidak ada gadis lain?” atau “Kau itu tampan dan sempurna, carilah gadis yang sepadan denganmu” atau “Kau sudah gila. Apa yang kau lihat dari gadis itu? Dia miskin, tak pernah mencicipi bangku sekolah, pekerjaan orang tuanya tidak jelas, dia bahkan bisu dan cacat.” Itulah yang dikatakan kedua orang tuaku. Mereka menentang mati-matian perasaanku pada gadis itu. Mereka bahkan tega mengusirku dari rumah.

Ya, mungkin mereka memang benar. Aku memang sudah gila. Gadis itu memang tidak berasal dari keluarga yang terpandang, seumur hidupnya dia tidak pernah merasakan pergi ke sekolah, Ayah beserta Ibunya tak mempunyai pekerjaan tetap, dan patut digaris bawahi. .dia bisu dan cacat. Lalu. .apa itu salahku jika aku jatuh cinta padanya? Tidak, kan? Yang harus disalahkan itu para cupid-cupid cinta. Salahkanlah mereka yang sudah membuat hatiku berdebar kencang saat aku bersama gadis itu. Salahkanlah cupid-cupid itu yang sudah membuatku tak henti-hentinya memikirkan, memimpikan dan menggumamkan nama gadis itu di setiap hembusan nafasku. Salahkanlah cupid-cupid cinta karna telah mengikat diriku pada gadis itu. Salahkanlah cupid-cupid konyol itu yang telah membuatku jatuh cinta pada gadis tersebut.

Meskipun aku menyuruh kalian untuk menyalahkan para cupid-cupid konyol yang dengan tidak sopannya sudah menyatukan hatiku dengan milik gadis itu. Tapi percayalah padaku saat aku bilang “Aku tidak pernah menyesal sedikitpun telah jatuh cinta pada gadis itu”. Percayalah! Karna aku tidak berbohong.

######

Aku terbangun dari mimpiku saat kurasakan tangan seseorang meraba-raba wajahku. Kubuka mataku perlahan, agak masih berat memang karna aku masih mengantuk. Aku mengerjapkan mataku beberapa kali dan kudapati Choco sedang duduk disampingku. Ah. .indahnya hidup ini. Pagi hari saat pertama kali membuka mata, Malaikat kiriman Tuhan ini selalu ada disampingku.

“Choco-ya, kau sudah bangun?”

Ia tersenyum dan mengangguk. Aku suka sekali melihatnya tersenyum. Senyumannya selalu bisa mengisi kembali energi dalam tubuhku.

“Kau sudah mandi?”

Lagi-lagi dia mengangguk pelan.

“Isshh. .kenapa tidak menungguku? Kan kita bisa mandi bersama.” Aku sedikit protes dan mencemberutkan wajahku. Choco menatapku kesal dengan wajah memerah dan ia memukul lenganku. Ia memberi isyarat dengan tangannya. Mengatakan sesuatu yang berarti “Dasar mesum”. Aku terkekeh pelan. Senang sekali bisa menggodanya.

Choco menyuruhku untuk bangun karna dia mau membereskan tempat tidur kami.

“Tidak mau, aku masih ngantuk.” Aku menarik selimut dan menutupi seluruh tubuhku hingga kepala.

SRRRREEEETTT. . .

Choco menarik selimut itu dan menggeletakkannya ke lantai. Menatapku sangar dengan tampangnya yang seperti seorang rentenir sedang menagih hutang. Ia menggerakkan telunjuknya, sekali lagi menyuruhku untuk segera bangun.

“Aku tidak mau bangun sebelum mendapatkan morning kiss ku.”

Cuupp

Morning kiss ku yang manis dan lembut.

“Apa itu? Tidak terasa apa-apa.” Aku sedikit bertingkah.

Cuupp

Choco mengecup bibirku lagi dan kali ini agak lama.

“Puas? Dasar! Cepat bangun dan mandi sana, namja pemalas.” Omelnya dengan gerakan jari-jarinya.

Aku mengerucutkan bibirku.”Aku tidak mau mandi kalau bukan kau yang memandikanku.” Kataku manja dan memeluk pinggang Choco. Ckckck. .otakku ini memang dipenuhi dengan sejuta ide jahil dan mesum. Tapi, tidak apa-apa kan? Toh dia istriku.

“Huufff. .”kudengar Choco menghela nafas kesal.

“Ya sudah kalau begitu. Nanti malam aku tidak mau tidur denganmu.” Ancamnya.

Gawat! Siapa yang tahan tidur sendiri tanpa ditemani oleh Malaikat kiriman Tuhan ini? Akhirnya aku pun bangkit dengan rasa malas dan menyambar handuk menuju kamar mandi.

######

Choco terlihat sibuk di dapur. Menyiapkan sarapan pagi untuk kami berdua. Gerakkannya semakin tidak leluasa dengan adanya dua tongkat di bawah lengannya. Sudah kubilang kan, dia. .err maaf. .cacat. Choco harus rela kakinya diamputasi karna ditabrak mobil saat dia masih kecil. Sejak saat itu, dua tongkat inilah yang menjadi penegak tubuhnya.

Gadis itu tersenyum lembut padaku seraya meletakkan piring yang berisikan nasi goreng di hadapanku. Aku membalas senyumnya.

“Ini pasti enak.” Dengan semangat aku menyumpal mulutku dengan sesendok nasi. Masakan Choco-ku ini memang yang paling enak di seluruh dunia. Choco terlihat senang melihatku yang menikmati makanannya dengan lahap.

“Choco-ya.” Aku berhenti disela-sela kesibukan makanku. Choco balik menatapku.

“Aku mencintaimu.” Aku menopang daguku dengan tangan dan menatap Choco-ku. Malaikat ku itu terlihat sedikit heran. Keningnya mengkerut dan alisnya terangkat.

Ia mulai –lagi- menggerakkan tangannya.”Kau sudah mengatakan hal itu ribuan kali. Apa kau tidak bosan?”

“Tidak.” Jawabku mantap. “Aku akan mengatakan hal itu lebih sering lagi. Setiap detik, setiap menit, setiap jam, setiap hari, saat kita bangun, saat kita sarapan bersama, makan siang, makan malam, saat kita nonton, saat kita tidur, aku akan terus mengatakan bahwa aku mencintaimu.”

Choco memutar bola matanya bosan dan melanjutkan makannya.

“Choco-ya.” Panggilanku lagi dan dibalas dengan death glare darinya.

“Kau mencintaiku, kan?” tanyaku sedikit serius.

Choco melepaskan sendok dan garpunya.”Kita sudah menikah selama dua tahun, kenapa kau baru mempertanyakannya?”

“Jawab aku, Park Choco.”

“Aku tidak mencintaimu.”

“Mwo?”

Choco tersenyum jahil melihat ekspresiku. “Aku tidak mencintaimu. Tapi sangat sangat sangat sangat mencintaimu. Kau puas, suamiku?”

Aku tersenyum senang.

“Choco-ya, aku juga sangat sangat sangat sangat mencintaimu. Kau percaya padaku, kan?”

Bukannya menjawab pertanyaanku, dengan isyarat jari-jarinya dia malah berkata lain.”Sepertinya aku harus pergi ke apotek dan membeli obat yang cocok untukmu.”

“Yakk! Park Choco, apa maksudmu?”

Tuhan, untuk kesekian kalinya aku harus mengucapkan terima kasih pada-Mu. Terima kasih karna Kau telah mempertemukan aku dengan Choco. Terima kasih karna Kau telah mengirimkan Malaikat ini khusus untukku. Terima kasih karna Kau telah menjadikan Choco sebagai takdirku.

Aku sama sekali tidak pernah menyesal telah bertemu dengan gadis ini. Aku sama sekali tak menyesal telah menikahinya. Bagiku, Choco adalah sesuatu yang paling indah dan prioritas utama dalam hidupku. Aku mencintainya. Sangat. Apapun akan kulakukan demi gadis itu, meski harus membunuh diriku sekalipun. Aku Park Chanyeol, akan selalu mencintai dan menjaga Park Choco hingga malaikat maut menjemputku. Itu janjiku.

 

_THE END_

.

.

=> Yeh Yeeehhh Yeeehh. . .selesai ‘Love Story’ versinya Chanyeol. Versi Baekhyun dan Kris sedang dalam tahap penyelesaian ^^

6 thoughts on “[FF] Love Story : Chanyeol

  1. Lucu thekali thor aku tnggu ver kris yg lucu2 sprt ini.
    Aigoo chanyeol~ah mandi sama aku aja yuk#seretluhankekamarmandi#plakdijitakyesungoppa#
    PARK CHANYEOL MUSUM thekali.
    PARK CHANYEOL aku jga sangat sangat sangat sangat M.E.N.C.I.N.T.A.I.M.U arraseo?#ciumluhan#eh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s