[FF] Love Story : Sehun (Chap 1)

Title :

Love Story : Sehun

Author :

“D”

Main Cast :

Oh Sehun

Kim Hyena

Support Cast :

EXO members

Genre :

Teen, Romance

  • Disela-sela kesibukanku menghadapi UTS, aku sempatkan buat ngepost FF ini. Semoga suka ^^. Tadi sih, rencananya mau dibikin OneShoot *sama seperti Love Story: Chanyeol*, tapi malah kepanjangan T_____T, kemungkinan sampai 3 chapter. Happy reading!

L-O-V-E-S-T-O-R-Y

Hyena POV

Sejak kecil aku selalu diajarkan : berusahalah 10 kali lebih keras dari orang lain, jangan takut untuk mencoba sesuatu yang baru dan rampaslah peluang yang lewat maka impianmu akan tercapai. Ketiga prinsip itulah yang aku terapkan dalam hidupku. Dan terbukti, sebentar lagi impianku menjadi seorang penyanyi terkenal akan terwujud.

Aku memang suka mendengarkan musik dan menyanyi adalah jiwaku. Sudah sejak lama, aku memimpikan diriku menjadi seorang penyanyi, berdiri di atas panggung megah dan mendengar jutaan fans meneriaki namaku. Aku berlatih keras dalam mengembangkan kemampuan vokalku. Sampai tiga minggu yang lalu  aku melihat poster pengumuman bahwa SM Entertainment sedang mengadakan casting pencarian trainee baru. Aku pun mengambil langkah berani mengikuti casting itu. Dari 7000 orang yang mendaftar, akan dipilih 10 orang terbaik yang akan menandatangani kontrak sebagai trainee di SM. Dan aku termasuk dalam 10 orang terbaik tersebut. Aku merasa sangat senang dan bangga. Bagaimana tidak, aku berhasil menyisihkan ribuan peserta dan berhasil menjadi trainee baru di SM. Hari-hari berat menjadi seorang trainee sudah menanti, namun itu tidak masalah bagiku, karna aku sangat mencintai musik, aku ingin menjadi seorang penyanyi maka dari itu seberapa beratpun masa training ku, aku tidak akan menyerah dan akan selalu tersenyum. Sebenarnya ada alasan kedua yang membuatku senang. Aku terpilih masuk SM, itu berarti aku pasti akan sering sekali bertemu dengan EXO. Boyband favoritku.

L-O-V-E-S-T-O-R-Y

Hari ini adalah hari pertama masa traineeku. Ah tidak, hari ini tidak akan ada latihan vocal, latihan dance, pengembangan diri, ataupun pembelajaran attitude. Namanya juga hari pertama, pastinya hanya berupa pengenalan. Tuan Yoon adalah pemandu kami hari ini. Beliaulah yang akan menemani kami berkeliling gedung SM dan memperkenalkan kami kepada staf beserta artis-artis di SM. Huaahh. . aku benar-benar tidak sabaran, bisakah kalian bayangkan? Super junior, TVXQ, Shinee, SNSD, F(X), Boa, Kangta dan jangan lupa EXO. God! Apa yang akan terjadi bila aku bertemu mereka? Terutama EXO. Apa aku akan terdiam mematung lantaran terlalu terpesona akan wujud mereka yang sangat sempurna? Atau aku akan berteriak-teriak tak jelas saking senangnya? Atau mungkin aku keburu pingsan duluan? Oh, NO! Ayolah Kim Hyena, kau tidak boleh merusak kesan pertama mereka padamu. Bersikaplah yang wajar, tunjukkan bahwa ‘kau bukan fans mereka dan bertemu mereka secara langsung adalah hal yang biasa-biasa saja bagimu’. Ya, aku harus begitu.

“Nah, ini adalah ruang latihan. EXO sedang berlatih di dalam. Ayo masuk, kuperkenalkan kalian pada mereka.” Jelas Tuan Yoon. Astaga! Ini saat yang ku tunggu-tunggu. Belum masuk saja , aku sudah kesulitan untuk bernafas, apalagi jika sudah masuk.

“Annyeonghaseyo.” Kami –para trainee baru- memberi sapaan pada sang senior. Tersenyum dan membungkukkan badan 90 derajat.

“Oh, Annyeonghaseyo.” Balas member EXO kompak dan membungkukkan badan mereka juga.

Gila! Ini benar-benar gila. Selama ini aku hanya bisa melihat mereka di televisi. Dan sekarang mereka nyata di hadapanku. Terasa seperti mimpi, adakah yang mau mencubitku? Aku memperhatikan mereka satu persatu. Mereka mengenakan pakaian casual yang nyaman, bukannya pakaian panggung yang ketat dan mengkilat. Ya iyalah, mereka kan sedang latihan. Mereka hanya memakai kaos oblong dan celana training agar mempermudah gerakan mereka dalam latihan dance. And you know what? Mereka tanpa make up sama sekali. Menurutku tidak ada bedanya ketika mereka di televisi dengan make up tebal maupun saat ini yang tanpa make up. Mereka tetap terlihat tampan. Kulit mereka yang putih susu, benar-benar menyilaukan. Kecuali Kai, dia memang tidak putih. Namun aku baru sadar, ternyata Kai manis juga jika dilihat secara langsung. Ia memperlihatkan senyumannya yang hangat dan bersahabat, sangat berbeda dengan imagenya diatas panggung yang terkesan sangar. Kekekekk. Tapi, yang paling menyita perhatianku adalah Chanyeol. Chanyeol itu biasku di EXO. Wow, dia berdiri berhadapan denganku. Terekam jelas bagaimana tampannya Chanyeol. Kulit putihnya yang bersinar, badannya yang tinggi dan tegap, mata hitam teduh yang menenangkan, senyuman garis khas nya yang ramah, deretan gigi putih yang selalu ia tunjukkan, rambut coklatnya yang basah oleh keringat. Aku bersumpah, dia 1000 kali lipat lebih tampan dari yang biasa kalian lihat di televisi.

“Mereka ini adalah para trainee baru di SM. Ini adalah hari pertama mereka datang kemari. Aku harap kalian bisa cepat akrab dan saling membantu.” Jelas Tuan Yoon yang dibalas anggukan kepala member EXO.

“Mohon kerja sama dan bimbingannya.” Ujarku dan teman-temanku serempak.

Srrreeett. Mataku tak sengaja melirik sudut ruangan dan menangkap sosok seorang namja yang sedang tertidur pulas. Ia tergeletak di lantai dengan tangan yang ia gunakan sebagai bantal. Wajahnya ia tutupi dengan topi. Siapa dia ya? Apa member EXO? Aku mengalihkan pandanganku darinya dan beralih mengecek member EXO satu persatu. Hei, jumlah mereka hanya sebelas orang, itu berarti kurang satu. Ehm Chanyeol. .Baekhyun, Lay, Chen, Xiumin, Kris, Suho, Dio, Kai, Luhan,Tao, Sehun. Ohh. .Sehun? Ah aku baru sadar Sehun tidak ada. Apa. .jangan-jangan namja yang sedang tidur itu Sehun ya?

“Annyeonghaseyo, aku Suho. Leader sekaligus penjaga member EXO.” Suara lembut Suho mengalihkan pemikiranku tentang namja yang tertidur itu.

“Annyeonghaseyo, aku main vocal dan juga member EXO yang paling tampan. Baekhyun imnida” Mau diatas panggung ataupun kesehariannya, ternyata Baekhyun sama saja narsisnya. Aku akui kau memang tampan Byun Baekhyun, namun kau bukanlah member tertampan. Karna menurutku member yang paling tampan itu, tak lain dan tak bukan adalah Chanyeol. hehe

“Annyeonghaseyo, Dio imnida.” Wah, Eomma EXO-K ini sangat imut, wajahnya yang bulat, matanya yang belo, alis serta bibirnya yang tebal.

“Annyeong, Kai imnida.” Sapa Kai diakhiri dengan seringaian khasnya yang justru membuatku tertawa.

“Ne, annyeonghaseyo Park Chanyeol imnida.” Astaga! Aku benar-benar terhipnotis saat calon suamiku ini *pLLaaakk* memperkenalkan dirinya. Suara hexos nya yang seksi benar-benar terdengar seperti lantunan lagu saat masuk di telingaku.

“Annyeonghaseyo, Kris imnida.” Sekarang giliran leader EXO-M, Kris, yang memperkenalkan dirinya. Tetap dengan gaya coolnya yang mematikan. Kris juga tampan. Aku kira Kris itu adalah orang yang kaku dan sok cool. Namun penilaianku itu langsung lenyap seketika saat ia memperkenalkan dirinya. Walaupun dia hanya memperkenalkan diri, namun aku bisa merasakan bahwa Kris adalah orang yang ramah.

“Annyeong, Luhan imnida.” Mwo? Kenapa ada anak TK disini? Kekekekk, aku bercanda. Dia Xi Luhan, wajahnya memang sangat imut melebihi anak TK.

“Annyeonghaseyo, Tao imnida.” Tao berdiri disamping Luhan. Kesenjangan tinggi badan mereka bisa dengan jelas aku lihat. Tao sangat tinggi, meskipun tidak setinggi Kris dan Chanyeol, sedangkan Luhan tubuhnya yang sedikit kecil sangat sesuai dengan wajahnya yang imut. Aku juga berpikir, apa Tao dan Luhan tukaran usia ya? Bagi orang yang tidak tahu, pasti akan mengira bahwa Luhan adalah magnae. Karna wajah imutnya berbanding terbalik dengan usianya. Sementara Tao, meskipun dia magnae, dia malah terlihat lebih dewasa.

“Annyeonghaseyo, Xiumin imnida.” Ehm, ternyata Xiumin tidak terlalu gendut kok.

“Annyeonghaseyo, Chen imnida.” Chen melambaikan tangannya pada kami. Membuat Gyuri yang berada disampingku mencengkram tanganku kuat. Teman trainee ku itu memang Chen bias.

“Annyeonghaseyo, Lay imnida.” Senyuman ramah disertai dimple yang membolongi pipinya, membuat Lay terlihat sangat manis dan imut.

“Oh, dan satu lagi.” Suho berjalan mendekati namja yang kulihat sedang tertidur tadi.”Ini Sehun.” Lanjut Suho.

“Sehun-ah, bangun.” Suho menggoyang-goyangkan badan Sehun. Sehun menggeliat kecil.

“Apa sih Hyung, aku ngantuk nih.” Jawab Sehun sedikit membentak. Suho tersenyum garing pada kami sebagai permintaan maaf untuk Sehun.

“Sehun-ah, jangan begitu. Ada trainee baru disini.”

“Iiissshhh. .” Sehun mendesis kesal dan bangun dengan gusar. Ia mengacak-ngacak rambutnya frustasi. Jelas sekali ia sangat jengkel dan merasa terganggu. Sehun bangkit dan tanpa memperdulikan keberadaan kami dia pergi meninggalkan ruang latihan.

BLLLAAAAMMMM. . .

Sehun membanting pintu dengan keras. Membuat kami terkejut dan melongo melihat sikapnya itu. Astaga! Apa dia benar-benar Oh Sehun? Dia terlihat sangat berbeda. Bukan wajahnya, maksudku sikapnya. Oh Sehun yang sering kulihat di televisi adalah orang yang ramah, meskipun sedikit pemalu. Dia lucu dan polos. Sehun adalah orang yang mudah tertawa. Dan apa sekarang yang kulihat? Dia pemarah dan suka membentak. Sikapnya tidak sopan kepada Suho yang usianya lebih tua dari dirinya. Bahkan dengan kurang ajarnya dia keluar begitu saja tanpa menyapa kami. Oke, aku bisa terima dia tidak peduli akan kehadiran kami. Tapi terhadap hyung-hyungnya dan juga Tuan Yoon yang masih setia mendampingi kami, tidak adakah sopan santun sedikit kepada mereka? Huh, kesan pertama saja sudah buruk, apalagi untuk selanjutnya.

L-O-V-E-S-T-O-R-Y

“Kita mulai dari awal lagi ya.” Mentor dance kami memberi pengarahan. Hari ini hari keduaku menjadi trainee. Semangatku sangat menggebu-gebu. Jadwalnya, kami ada latihan dance hari ini. Ini masih sangat sulit untuk kupercaya. Aku? Berlatih dance? Di ruang latihan SM? Daebak! Ruangan yang sudah lama menjadi saksi bisu betapa beratnya masa training di SM. Ruangan yang sering menjadi tempat artis-artis SM menghabiskan waktu mereka. Dan kini aku menggunakan ruangan itu. Kini, ruangan itu juga akan menjadi saksi perjuanganku sebagai trainee.

“Cha, kita istirahat makan siang dulu. Setelah itu kita lanjutkan lagi latihannya.”

Aku dan teman-teman traineeku menuju kantin SM. Suasana kantin sangat ramai. Banyak orang yang berlalu lalang dengan nampan di tangan mereka. Meja-meja penuh diisi dengan para staf dan artis-artis SM. Setelah memesan makanan, aku dan Gyuri mencari tempat duduk. Kami sedikit bingung, hampir semua meja sudah terisi. Jadi kami memutuskan untuk makan di ruang latihan saja. Tapi, dari salah satu meja kami melihat seseorang melambai pada kami. Hosh, untung saja aku tidak menjatuhkan nampan yang sedang kupegang. Orang yang melambai itu ternyata Chanyeol.

“Anak baru, kemarilah.” Chanyeol memanggil kami. Aku dan Gyuri pun segera berjalan mendekati meja Chanyeol. Chanyeol mempersilahkan kami untuk duduk di dua kursi kosong di hadapannya. Ah, baik sekali. Disebelah Chanyeol ternyata juga ada Sehun. Sehun sedang menikmati makanannya dan sepertinya ia tidak sadar akan kedatanganku beserta Gyuri, lebih tepatnya dia menghiraukan kami.

“Aku lupa, siapa nama kalian?” tanya Chanyeol disela-sela makannya. Chanyeol benar-benar ramah. Kami baru bertemu kemarin, dan dia sudah bersikap baik dan akrab pada kami. Serasa kami sudah berteman cukup lama saja. Senang sekali, sikapnya itu membuat rasa sungkan dan canggung kami sirna.

“Aku Kim Hyena.” Aku memamerkan senyum terbaikku. Berharap setelah Chanyeol melihat betapa manisnya wajahku ketika tersenyum, dia akan klepek-klepek (?) jatuh cinta padaku. kekekekk

“Aku Song Gyuri.”

“Sepertinya aku tidak perlu memperkenalkan diriku lagi. Kalian masih ingat denganku, kan?” tanya Chanyeol yang membuat kami tertawa. Haish, Park Chanyeol. Tentu saja aku masih ingat. Bagaimana mungkin aku melupakanmu. Kau kan biasku dan juga calon suamiku.

“Ah, kemarin tidak sempat berkenalan kan? Ini Sehun. Sehun-ah, mereka ini trainee baru di SM.” Kalau saja Chanyeol tidak mengucapkan nama Sehun dalam kalimatnya, aku pasti sudah lupa bahwa namja itu masih ada disebelah Chanyeol. Chanyeol merangkul pundak Sehun. Sehun hanya diam dan tetap melanjutkan makan.

Sebenarnya aku ragu, tapi kucoba untuk menyapanya duluan.”Annyeonghaseyo, aku Kim Hyena. Senang bertemu denganmu.” Kembali aku memamerkan gigi putihku berharap namja itu luluh. Tapi dia hanya melirikku sekilas dengan mata elangnya. Dia melanjutkan makannya tanpa membalas sapaanku. What? Dasar namja sombong. Apa susahnya sih membalas sapaanku? Apa orang tuanya tidak pernah mengajarkan jika ada orang yang menyapamu maka kau harus menjawabnya? Dia tidak sopan sama sekali.

“Ah sudahlah, jangan hiraukan dia. Dia memang seperti itu. Jangan diambil hati ya.” Chanyeol mencoba mencairkan suasana.

Apa tadi katanya? Dia memang seperti itu? Jadi maksudnya, itu memang sifat aslinya? Sombong dan sok cool. Hah, kemana perginya Oh Sehun yang polos dan lucu yang biasa ia tunjukkan di atas panggung? Aku mengerti. Jadi sikap baiknya itu hanyalah sandiwara. Aslinya, dia benar-benar orang yang sombong dan sulit untuk bergaul.

L-O-V-E-S-T-O-R-Y

Aku berlari terburu-buru menuju gedung SM. Kelas pengembangan diri sudah dimulai sejak pukul 8. Itu berarti aku sudah terlambat  satu jam karna jam tanganku sudah menunjukkan pukul 9. Haduh, aku ini benar-benar tidak disiplin. Trainee baru saja sudah berani datang terlambat. Bagaimana ini? Aku takut para mentor akan memberi penilaian jelek terhadap diriku.

“Huuuaaahhh.” Sebuah mobil melaju disisi jalan, dan dengan sangat kurang ajar, bukannya memperlambat laju mobilnya, pengendara itu tak peduli sama sekali akan genangan air yang ada di jalan. Alhasil, bajuku kotor terkena cipratan genangan air itu. Dengan kesal, aku melempar kaleng susu yang ada di tanganku ke arah mobil itu. Lemparanku berhasil mengenai kaca belakang mobilnya. Mobil itu berhenti. Aku bersiap-siap menghadapi pengendara mobil itu. Aku tidak peduli siapa dia. Mau yeoja ataupun namja, setidaknya dia harus minta maaf padaku. Benar-benar menyebalkan. Lihatlah hasil perbuatannya ini, bajuku kotor. Aku ingin sekali mengomeli pengendara mobil itu. Alangkah terkejutnya aku, ketika pengendara itu turun dari mobilnya. Rasa kesal dan niat untuk memukul pengendara mobil itu sedikit pudar. Itu Oh Sehun. Dia berjalan ke arahku.

“APA YANG KAU LAKUKAN PADA MOBILKU, HEH?” aku sangat terkejut mendengar suaranya yang melengking memarahiku. Aku tahu aku salah lantaran telah melempar kaleng ke mobilnya. Tapi kan dia juga salah.

“KAU TAHU BERAPA HARGA MOBILKU ITU? KALAU LECET BAGAIMANA? MEMANGNYA KAU SANGGUP MENGGANTINYA? BAHKAN AKU YAKIN GAJI ORANG TUAMU SETAHUN PUN TAK AKAN SANGGUP MENGGANTI MOBILKU.” Omelannya semakin menjadi ditambah dengan matanya yang melotot dan gaya berkacak pinggangnya. Aku bersumpah, seumur hidupku aku tidak akan mengubah penilaianku terhadap namja ini. Sombong, pemarah, kasar, tidak sopan, sonyong, sok cool. Membuat darahku mendidih dengan cepat.

“Kau pikir kau tidak salah apa? Lihat, gara-gara mobilmu itu bajuku jadi kotor.” Aku tidak mau kalah. Enak saja dia memarahiku. Jelas-jelas disini dia yang memulai. Jelas-jelas dia yang salah. Dan bukannya minta maaf, dia malah balik mengomel.

“Kenapa salah mobilku?” tanyanya bodoh.

“Apa maksudmu kenapa? Hei, memangnya kau tidak lihat, mobilmu itu menabrak genangan air, dan cipratannya mengenaiku, membuat bajuku kotor.”

“Itukan salahmu. Siapa suruh kau jalan disamping mobilku.” Aku melotot tak percaya padanya. Bisa-bisanya dia berkata begitu. Membuatku sangat marah. Dadaku sangat sesak dan rasanya setan-setan didalam diriku ingin keluar.

“Kau ini benar-benar kurang ajar. Ayo, kau harus minta maaf padaku! Atau kau akan menyesal.” Ancamku. Aku ingin sekali memberi namja menyebalkan ini ‘pelajaran’. Harus ada yang menyadarkannya, sehingga dia tidak bersikap semena-mena dan kurang ajar.

“Aku tidak mau minta maaf. Yang membuat bajumu kotor itu kan mobilku, bukan aku. Ya sudah sana, kau dengarkan saja permintaan maaf dari mobilku.”

Fine! Aku sudah tidak tahan. Namja ini sudah sangat keterlaluan. Aku heran, apa susahnya sih mengucapkan kata ‘maaf’ dan membuat semua permasalahan selesai. Jika saja dia mengatakan ‘aku minta maaf’, hanya kalimat itu saja, aku pasti sudah menghargainya dan memaafkan tindakannya. Tapi dia sepertinya tidak merasa bersalah sedikitpun. Amarahku sudah mencapai puncak, otakku benar-benar ingin meledak. Aku menarik nafas panjang, mengumpulkan segenap keberanian untuk melepaskan setan-setan dalam diriku. Sudah cukup, aku harus segera mengakhiri debat panjang diantara kami.

BUUUUUKKKKK

Sebuah tonjokan kulayangkan di perutnya. Namja itu meringis kesakitan dan memegangi perutnya.  Dia terdiam memandangku dan terlihat sedikit shock. Kenapa? Apa aku orang pertama yang melakukan ini padanya?

Lumayanlah, dengan menonjoknya perasaan ku sedikit lega. Lega karna aku telah menumpahkan segala emosi yang muncul dikarenakan dirinya. Dan aku juga puas, karna tonjokanku berhasil membungkam mulut si sombong itu.

Aku jadi teringat sesuatu. Kulirik jam yang melingkar dipergelangan tanganku. Gosh! 09.15. Gara-gara Sehun aku jadi semakin terlambat, ditambah lagi dengan bajuku yang kotor. Ini hari sialku. Tanpa memperdulikan keadaan Sehun, aku berlari meninggalkannya.

L-O-V-E-S-T-O-R-Y

Dua minggu menjadi trainee SM. Lelah sekali, tubuhku remuk, berat badanku turun, kantung hitam pada mataku mulai kendur lantaran aku kurang tidur. Coba bayangkan, aku pergi ke sekolah jam 07 pagi, pulang jam 02 siang, setelah itu aku harus langsung ke SM untuk latihan dance, les vocal, pengembangan diri, pembelajaran attitude, dan pembinaan lainnya hingga malam. Bahkan terkadang kami harus pulang jam 12 malam. Sungguh berat dan melelahkan. Hal ini membuatku sadar, tidaklah mudah menjadi seorang trainee. Kau harus latihan setiap hari, mempersiapkan dirimu secara matang agar kau siap untuk debut. Lebih dari itu, di setiap waktumu rasa khawatir dan satu pertanyaan selalu muncul di benakmu. Khawatir, apakah kau akan tahan menjalani waktu yang berat sebagai seorang trainee, ataukah. .kau akan menyerah begitu saja di tengah jalan? Dan satu pertanyaan yang selalu menghantuimu adalah ‘kapan aku bisa debut?’. Aku salut dengan artis-artis SM yang sekarang sudah debut dan menjadi bintang besar. Mereka di trainee selama bertahun-tahun. Tidak hanya merasakan capek fisik tetapi juga tekanan mental. Tidak tahu berapa lama dirimu akan ditrainee dan kapan kau debut. Aku ini baru permulaan, bahkan yang kutahu ada yang ditrainee sampai 7 tahun lebih. Wow! Membuatku berdecak kagum. Seharusnya hal itu menjadi tolak ukur bagi diriku, pemacu semangat dan penyadar agar aku tidak menyerah.

Aku tidak tahu, kenapa kami –trainee baru- dikumpulkan di ruang latihan bersama member EXO. Tapi, siapa yang peduli dengan alasannya. Toh ini sangat menguntungkan untukku. Aku bisa melihat pemandangan segar di hadapanku. Yuhhuu. .Park Chanyeol ku tersayang sedang memakai sleeveless sekarang ini. Membuat lengan dan ototnya yang besar terlihat jelas. Ia memakai topi baseball dengan cara terbalik. Sangat manly, bagiku. Aku tak berkedip sedikitpun melihatnya. Apapun yang Chanyeol lakukan, baju apapun yang dia pakai, dia tetap terlihat sempurna. Chanyeol terlihat sedang bercanda bersama Baekhyun. Hingga tiba-tiba, dia melihat padaku, mata kami saling bertemu, dia tersenyum dan melambai yang kubalas dengan senyuman kikuk. Konyol sekali.

“Selamat sore semuanya. Saya akan langsung pada intinya saja ya. Tujuan saya mengumpulkan kalian semua disini adalah untuk memberitahukan masalah tentang iklan Horisone yang dibintangi EXO. Atas perintah Mr. Lee So Man, ada tiga orang trainee baru yang akan dilibatkan dalam iklan itu. Ketiga trainee ini akan menjadi pasangan member EXO dalam iklan tersebut. Tuan Lee sudah memberikan kepercayaan kepada saya untuk memilih trainee baru mana saja yang pas untuk iklan tersebut. Dan selama seminggu ini saya sudah melakukan penilaian terhadap kalian. Jadi saya memutuskan, ketiga trainee yang beruntung itu adalah. . .”

Oh Tuhan, aku harap itu aku. Aku sangat ingin terlibat dalam iklan itu. Jelas itu akan menjadi pengalaman pertamaku di bidang entertain. Selain itu, iklan tersebut juga akan menjadi pengalaman pertamaku bekerja sama dengan member EXO.

“Yang pertama Song Gyuri, berpasangan dengan Chen.” Damn! Aku iri setengah mati. Gyuri terpilih dan terlebih lagi dia dapat berpangan dengan biasnya, Chen. Beruntung sekali dia. Gyuri menjerit kegirangan seraya mencengkram bahuku kuat.

“Yang kedua. . .” aku sangat cemas, kupasang baik-baik pendengaranku. Tuhan, aku mohon. Ini permintaanku seumur hidup, trainee kedua. . .semoga diriku. “Shin Jae Shi.” Aku langsung menciut mendengar bukan namaku yang disebutkan. Sedih sekali, harapan sedikit menghilang.

“Dan Jae Shi akan berpasangan dengan Chanyeol.” JEDEEERRR. .bagaikan tertimpa tangga dua kali. Sangat sakit. Sudah tidak terpilih, aku juga harus merelakan Chanyeol-ku berpasangan dengan gadis bernama Shin Jae Shi itu.

“Trainee ketiga. . .” sudahlah, aku tidak bersemangat. Aku tidak peduli lagi. Aku yakin itu bukan aku. Lagipula, tempat menjadi pasangan Chanyeol sudah diambil, membuatku lebih tidak tertarik.

“Kim Hyena berpasangan dengan Sehun.”

What??? Apa aku tidak salah dengar!!! Kim Hyena . .? Kim Hyena itukan aku. Dan aku berpasangan dengan Sehun? Namja sombong itu? Oh, tidak! Yang benar saja!

-TBC-

10 thoughts on “[FF] Love Story : Sehun (Chap 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s