[FF] First Night (Sequel)

Title:

First Night (Sequel)

Author:

“D”

Main Cast:

Park Chanyeol & Cho Yoo Kyung

Genre:

Fluff

Length:

Ficklet

[KYYYYAAAAAAA……MAAF YA JIKA SEQUEL NYA JELEK. AKU BIKINNYA MAKSA BANGET T_____T ]

Happy Reading !!!

Aku memungut pakaianku yang berserakan di lantai. Berjalan memasuki kamar mandi. Memperhatikan pantulan tubuh telanjangku dalam cermin persegi yang menempel di dinding. Astaga. .apa yang sudah namja rabies itu lakukan? Kenapa tubuhku banyak sekali bercak merah keunguan. Pikiranku kembali melayang mengingat kejadian tadi malam. ‘Sesuatu’ yang kami lakukan pada malam pertama kami. Hatiku kembali berdebar.

“Pabo. .pabo Yoo Kyung.” Aku memukul kepalaku. Bagaimana bisa aku menyerahkan keperawananku pada namja rabies itu? Dengan mudahnya aku menyerahkan sesuatu paling berharga milikku padanya. Damn! Apa yang sudah aku lakukan? Kenapa baru terpikir olehku? Kenapa tadi malam saat kami melakukannnya, aku sama sekali tak menghentikannya. Aku malah terbuai akan segala perlakuan dan sentuhan tangan hangatnya. Bodoh sekali diriku. Bahkan aku tak tahu apakah Chanyeol mencintaiku atau tidak. Bahkan aku tak tahu apakah dia melakukannya atas dasar cinta atau nafsu. Namun. . ada sesuatu yang terasa aneh. Kenapa aku malah merasa tenang telah menyerahkan semuanya pada Chanyeol? Aku memutuskan untuk mandi terlebih dahulu sebelum membuatkan sarapan untukku dan Chanyeol.

^^^^^

Aku sudah selesai membuat sarapan pagi untuk kami berdua. Namun tak kunjung kulihat si rabies itu keluar dari kamar. Jadi kuputuskan untuk mengeceknya di dalam kamar. Saat aku masuk, aku tidak menemukan si namja rabies itu sedang berbaring di atas ranjang. Samar-samar kudengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi. Ternyata namja rabies itu tengah mandi. Mataku menangkap keadaan tempat tidur kami yang sangat berantakan. Dasar! Pria itu bisanya hanya membuat berantakan tapi tidak bisa membereskan. If you know what I mean. Aku merapikan tempat tidur, melipat selimut dan menyusun bantal.

Clekek. .

Aku menoleh ke arah kamar mandi saat kudengar suara pintu dibuka. Oh My God! Apa yang kulihat? Chanyeol topless? Chanyeol keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk yang melilit di pinggangnya. Kurasakan hatiku kembali berdebar kencang. Aku membalikkan tubuhku. Aku tidak mau dia melihat rupa wajahku yang sudah semerah kepiting rebus.

“Kau sudah bangun daritadi ya?” kudengar ia bertanya. Aku hanya menganggukkan kepalaku tanpa berbalik menghadapnya. Oh tidak! Kenapa tubuhku terasa panas?

“Kyyyyaaaaa. .” aku terperanjat saat Chanyeol menepuk pundakku. Dasar rabies! Mengagetkanku saja.

“Huahahahahaha. . .” dia malah menertawaiku. Jahat! Padahal aku sudah hampir mati berdiri. Awas dia. Akan kubalas nanti. Tunggu. . .apa-apaan dia? Kenapa belum mengenakan baju? Tanpa diperintah, mataku dengan seenaknya memandangi tubuh topless Chanyeol. Oh wajah, kumohon janganlah memerah.

“Apa? Kenapa wajahmu merah begitu?” Oh sial! Namja ini benar-benar jahil. Chanyeol mendekatkan wajahnya padaku. Menatapku curiga dan mengunci pergerakanku dengan mata hitamnya yang bulat. Oh Tuhan, tolong! Perasaan itu datang lagi. Persis seperti tadi malam. Tubuhku seakan-akan sangat patuh pada Chanyeol. Aku ingin menggerakkan kakiku tapi sialnya kaki itu malah menolak untuk digerakkan.

“Aku lapar.” Suara serak Chanyeol menyadarkanku. Aku mengerjapkan mataku beberapa kali.

“Aku sudah buatkan sarapan. Ayo makan.” Ajakku. Aku beranjak keluar kamar. Namun saat hendak membuka pintu kamar, aku teringat sesuatu. Aku menoleh pada Chanyeol.

“Dan jangan lupa pakai bajumu.”

^^^^^

“Bentuknya sangat mengerikan.” Chanyeol terlihat enggan menyantap nasi goreng yang sudah kubuatkan untuknya.

Aku memberikan death glare ku padanya.”Don’t judge a book by its cover! Rasanya sangat enak kok.”

“Tidak mau! Penampilannya saja mengerikan begini. Rasanya pasti lebih mengerikan.” Ia menyodorkan kembali piringnya padaku. Aku menatapnya kesal. Dia ini cerewet sekali sih. Sudah untung kubuatkan sarapan. Dan apa tadi dia bilang? Mengerikan? Menyebalkan! Dia kan belum mencicipinya.

Dengan kesal kupaksa Chanyeol untuk membuka mulutnya. “Buka mulutmu.” Perintahku tegas.

“Tidak mau.” Chanyeol menutupi mulutnya dengan kedua tangannya.

“Cepat buka.” Aku menarik tangan kanan Chanyeol agar ia melepaskan membekap mulutnya. Tapi si rabies ini benar-benar keras kepala. Sebuah ide cemerlang mampir di otakku.

“ARRRGGGHH. . ampppp”

Ckckck. .aku ini memang hebat. Si rabies itu menjerit kesakitan saat kucubit pinggangnya. Bukan hanya itu, secara otomatis mulutnya terbuka. Jadi kugunakan kesempatan emas itu untuk menyumpal mulutnya dengan sesendok nasi goreng.

“Nyammm. .Nyamm. .uweekk. .sesuai dugaan. Rasanya mengerikan. Hey Yoo Kyung, berapa botol garam yang kau masukkan?”

Aku menatap kesal pada Chanyeol. Apa maksudnya? Dasar namja tidak tahu berterima kasih. Sudah capek-capek dibuatkan, dia malah mengatai masakanku. Aku mengambil sesendok nasi goreng di piringku dan memasukkannya ke dalam mulut. Nyammm. .Nyamm. . . oppss, rasanya sangat T____T.

Mianhae Chanyeol, sepertinya aku memang terlalu banyak memasukkan garamnya. Aku bahkan tidak bisa merasakan bumbu yang lainnya. Rasa asin pada nasi goreng ini sangat mendominasi. Tapi, seorang Cho Yoo Kyung tidak boleh terlihat malu di hadapan Chanyeol.

“Apanya yang mengerikan? Lidahmu itu benar-benar aneh. Rasanya sangat enak.” Kataku membela diri. Tentu saja bohong. Dengan sangat terpaksa, kembali kumasukkan sesendok nasi goreng ke dalam mulutku agar Chanyeol yakin bahwa apa yang kukatakan itu memang benar.

^^^^^

Aku sedang menonton drama favoritku di televisi ketika seseorang memelukku dari belakang. Aku menoleh.

“Yak! Apa yang kau lakukan? Lepaskan aku, Rabies.”

“Ada yang ingin kukatakan.” Entah mengapa saat melihat ekspresi serius Chanyeol, membuat niatku mengomelinya jadi hilang. Wajah seriusnya seperti. .butuh pengertian. Entahlah. Chanyeol melepaskan pelukannya dan duduk di sampingku. Aku sangat penasaran. Sebenarnya apa yang ingin ia katakan? Kenapa dia terlihat sangat gugup? Ini pertama kalinya aku melihat ekspesinya seperti ini. Aku menatap Chanyeol heran. Tapi dia tidak seperti biasanya. Dia malah menundukkan kepalanya dan menggigit bibir bawahnya. Membuatku semakin curiga.

“Ada apa?” aku tidak bisa terus menerus diam kan? Aku berinisiatif bertanya duluan karna sepertinya Chanyeol tidak yakin dengan apa yang ingin ia katakan.

“Apa. .kau merasa tersiksa dengan pernikahan ini?” nada bicaranya terdengar sedikit ragu. Ia menatap dalam pada manik mataku. Minta penjelasan.

Aku menghela nafas.”Entahlah.”

Jujur. Aku memang tidak mengerti dengan perasaanku. Aku memang tidak mencintai Chanyeol sama sekali. Aku sangat menentang pernikahan ini. Meskipun pada akhirnya mau tidak mau, aku tetap dinikahkan dengannya. Tapi. . sejak tadi malam hatiku sedikit berubah. Apa ini menyangkut ‘sesuatu’ yang sudah kami lakukan tadi malam? Aku rasa bukan. Lebih dari itu, aku merasa aku senang akan kehadirannya. Aku senang dia telah menjadi suamiku. Dan aku membutuhkan dirinya.

“Aku mencintaimu. Sudah sejak lama.” Mataku melotot saat Chanyeol mengungkapkan perasaannya padaku. Aku menatapnya tak percaya. Dia. .mencintaiku? Benarkah? Itukah sebabnya dia tidak pernah mengajukan protes sama sekali saat tahu aku dan dia akan dinikahkan?

“Haha. .jangan melihatku dengan tatapan seperti itu Cho Yoo Kyung. Ini pertama kalinya aku mengungkapkan perasaanku pada seorang gadis.” Chanyeol terlihat sedikit malu dan salah tingkah. Ia menggaruk tengkuknya.

“Sejak kapan?” pertanyaan itu tergelincir keluar begitu saja dari bibirku.

“Sejak kita pertama kali bertemu. Ah, aku tahu itu kedengarannya sangat aneh. Usiaku kala itu bahkan baru menginjak sepuluh tahun. Tapi, kau harus tahu. Kau sudah mencuri hatiku saat pertama kali aku melihatmu. Dan sejak saat itu, aku tidak pernah melirik gadis lain.”

Lagi, aku menatap lurus kedalam bola matanya. Mencoba mencari kebohongan yang tersembunyi, yang ternyata tak kutemukan disana.

“Aku tahu kau tidak mencintaiku. Aku tahu kau menolak mati-matian pernikahan kita. Tapi. .semuanya sudah terlanjur terjadi kan? Bisakah. .bisakah tetap seperti ini? Maksudku, biarlah semuanya mengalir seperti air. Masalah cinta atau tidak, biar waktu yang akan menjawabnya.”

Wow, aku terkesima. Namja konyol dan kekanak-kanakan seperti dia ternyata juga bisa sedikit dewasa jika itu menyangkut perasaannya. Mendengar ucapannya, membuat dadaku sesak diselubungi rasa hangat. Detik itu juga, aku langsung memeluk Chanyeol.

“Wajahmu memerah. .”bisikku di telinganya. Ia tertawa.

“Apa ini berarti kau menerimaku?” tanyanya.

Aku melepaskan pelukanku dan memukul kepalanya.”Stupid! Aku sudah menyerahkan diriku seutuhnya padamu dan kau masih bertanya?”

Chanyeol tersenyum dan kembali menarikku dalam dekapannya.”Kau sudah masuk dalam jeratanku, Cho Yoo Kyung. Kau tahu, saat kau sudah masuk akan sangat sulit jika kau ingin keluar. Aku tidak akan melepaskanmu. Karna aku sangat mencintaimu. Sepenuh hatiku.”

Aku juga sangat mencintaimu, Park Chanyeol. Meski baru kusadari. Sangat mudah sekali diriku jatuh cinta padamu. Hanya dalam satu malam. Tapi aku yakin akan perasaanku padamu. Kau telah meyakinkanku, Park Chanyeol. Bahwa kau adalah pria yang kucintai. Dan aku merasa tenang kau telah menjadi milikku.

-THE END-

43 thoughts on “[FF] First Night (Sequel)

  1. Aih, so sweet~.
    Chanyeol suka dari dulu ternyata. Jadi ayah mereka ga salah dong ya taruhan begitu, ahaha…
    Sweet banget.. (>̯͡⌣<̯͡)

  2. Aku prnah bca ff first night di blog laen, wktu nemu blog ini, gak sengja nemu sequelnya first night . Deabaaak bgt thoor !!

  3. Ye, akhirnya ketemu juga sequelnya. Ya meskipun telat heh😀
    Ceritanya menarik & pastinya romantic banget deh! Keep writing….

  4. KYYYAAAAA!!!! Canyol kampret, rabies, kampret!!! Sialan si canyol sukses dah bikin jantungku dugdigdag uhukkkk.. so sweet sekale :’). Tapi yadongnya koq kaga ada? /dihajar/

      • What? Seriously!? ELU BARU 13 TAON!??? DEMI APA LU!!!? DEMI GIGI DEPAN KREASE YANG MAKIN HARI MAKIN MENONJOL? APA DEMI BULU KETEK LUHAN YANG SEMAKIN SUBUR? JANGAN-JANGAN DEMI ODOL YANG DIPAKE CANYOL? ngaku lu? /teriak sekenceng-kencengnya dari namsan tower/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s