[FF] Forgotten

Title:

Forgotten

Cast:

Harry Styles (1D) & Brigetta

Author:

“D”

Length:

Dribble

Hijau menjadi coklat. Segar menjadi kering. Daun-daun berguguran satu demi satu meninggalkan tangkai pohonnya. Musim gugur telah tiba. Musim yang menjadi favoritku. Akankah selalu sama? Apakah kali ini musim gugur tetap menjadi favoritku? Apakah musim gugur kali ini akan membuatku tersenyum?

Daun kering itu terbang terbawa angin. Seperti kepingan-kepingan kebahagian tentang aku dan dirimu yang sekarang terbang entah kemana. Daun kering itu hanyut di sungai. Perlahan-lahan air merembes membuat daun kering itu basah, hingga akhirnya daun itu tenggelam. Apakah kisah cinta kita juga akan berakhir seperti itu? Seperti daun kering. Gugur, terbang dan akhirnya tenggelam. Tiada. Harry, apakah kisah cinta kita akan begitu?

Aku bersembunyi di balik pohon besar. Melihat Harry dan Joanne yang sedang duduk di bangku taman. Makan es krim dan tertawa bersama. Mengingatkanku pada masa lalu. Dulu, akulah yang ada di tempat Joanne. Akulah yang selalu ada disamping Harry. Aku, selalu aku. Tapi sekarang tidak lagi, musim telah berganti.

Kulihat Joanne pergi meninggalkan Harry. Aku tak tahu dia mau kemana. Harry sekarang sendiri. Aku mendekatinya. Aku menatapnya lekat. Aku ingin sekali memeluknya seerat mungkin. Melampiaskan segala kerinduan yang selama ini tertahan. Aku ingin sekali menarik tangannya, pergi menjauh. Meninggalkan Joanne, meninggalkan kota ini.

“Harry.”

“Ehm ya. Kau siapa?” ia memandangiku heran layaknya kami baru pertama kali bertemu. Sungguh, aku tidak tahan lagi. Aku menangis. Hatiku sakit sekali mendengar ia mempertanyakan siapa aku. Ia tak mengenalku sama sekali. Sebegitu mudahkah ia melupakanku? Tidak adakah satu memori tentang aku di otaknya yang dia ingat?

“Harry, ini a. .ku. .Brigetta.” Ya, Harry. Brigetta, kekasihmu. Orang yang selalu bersamamu selama tujuh tahun terakhir ini. Orang yang kau cintai dan orang yang mencintaimu.

“Maaf, tapi aku tidak mengenalmu.” Hatiku semakin sesak, rasa sakit hati dan marahku semakin bertambah. Aku tidak tahu aku harus bagaimana lagi. Kenapa? Kenapa disaat dia mulai mengingat semuanya, kenapa hanya aku yang terlupakan? Kenapa hanya aku yang tak bisa diingatnya sama sekali?

Air mataku semakin turun deras. Isakanku semakin terdengar nyaring. Aku tidak peduli akan orang-orang yang lewat yang mungkin saja memandang aneh pada diriku. Aku ingin sekali memukul Harry. Aku ingin sekali memarahinya, membentaknya, memakinya. Namun aku sadar, jikapun kulakukan itu dia tidak akan mengingatku. Tuhan, apakah ini cukup adil bagiku? Harry mengalami koma panjang karna dia menyelamatkanku dari sebuah kecelakaan. Ia rela mempertaruhkan hidupnya demi aku. Lalu aku berdoa pada Tuhan ‘Apapun akan kuberikan asalkan Kau menyembuhkan Harry’. Dan ajaib, setelah itu Harry sadar. Tapi dia hilang ingatan. Amnesia. Tidak, dia tidak melupakan semuanya. Hanya aku yang dilupakannya.

“Siapa gadis ini?” aku menengadahkan kepalaku dan berhenti menangis. Joanne telah kembali.

“Joanne, katakan pada Harry. Ini aku Brigetta, kekasihnya. Tolong bantu dia mengingat diriku.” Pintaku memelas pada Joanne. Aku meraih tangan Joanne, tapi dia menghempaskan tanganku.

“Lepaskan.Siapa kau ini? Aku tidak mengenalmu.” Dia membentakku kasar. Dasar gadis sialan! Dasar penusuk! Bisa-bisanya dia bersikap seperti itu padaku. Bisa-bisanya dia bersikap seolah-olah tak mengenalku sama sekali. Joanne, dia temanku. Dulu. Sekarang dia jadi seorang pengkhianat. Aku tidak tahu sejak kapan dia menyukai Harry. Dan ia memanfaatkan hilang ingatan Harry untuk mendekatinya. Ia sengaja, ingin memisahkan aku dan Harry.

“Harry, ayo pergi.” Ia menarik tangan Harry. Harry mengikuti langkah Joanne meskipun ekor matanya tetap memandangiku.

Aku ingin sekali mengejar mereka. Aku ingin menarik kembali Harry. Aku ingin sekali berteriak pada Harry ‘Kenapa kau membiarkan Joanne memegang tanganmu? Kenapa kau mengikutinya?’. Aku ingin sekali menampar pipi Joanne. Tapi semua itu tak kulakukan. Aku hanya tetap berdiri disini. Menangis dan memandangi dirinya yang semakin menjauh.

Harry, satu hari lagi. Satu hari lagi bertambah dimana kau melupakan aku. Besok, apa kau juga tidak akan mengingatku? Besok, apa kau juga akan membiarkanku menangis melihatmu? Tidak apa. Aku tidak akan menyerah. Aku mencintaimu dan aku tidak pernah keberatan menunggu orang yang kucintai selama apapun itu. Aku tahu, suatu hari nanti kau pasti akan mengingatku kembali. Karna aku bukanlah kenangan yang mudah untuk dilupakan.

-THE END-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s