[FF] Love Story: Kris

Title:

Love Story: Kris

Cast:

Kris & Minri

Support:

Kris’s Father

Length:

Ficlet

BRRAAKK.

Pria paruh baya itu menggebrak meja didepannya dengan kasar. Amarah jelas terlihat dari tindakannya barusan. Urat-urat sarafnya menegang, hatinya terasa panas, dan darah di tubuhnya sudah mendidih dengan cepat.

“SUDAH AKU BILANG KAN? AKU TIDAK SUKA KALAU KAU BERHUBUNGAN  DENGAN GADIS MISKIN ITU!” amuknya pada seseorang yang ada di hadapannya.

Namun yang ada, amukkannya itu malah ditanggapi dengan gaya santai oleh seseorang yang menjadi objek kemarahannya tersebut. Sama sekali tak terlihat bahwa orang itu gemetar atau merasa takut.

“Aku juga sudah pernah bilang, kan? Kau. .tidak berhak mengaturku.” Jawabnya dingin.

Pria paruh baya itu menatap lawan bicaranya dengan tampang tidak percaya.”KRIS! KAU INI BENAR-BENAR KURANG AJAR! Berani sekali kau bicara begitu pada Ayahmu sendiri. Kau pikir kau itu siapa, eoh?” kemarahan pria paruh baya itu benar-benar sudah mencapai puncaknya.

“Ayah? Heh. .” Kris tersenyum meremehkan.”Disaat seperti ini saja kau baru ingat bahwa kau adalah Ayahku. Kemana saja kau selama ini? Pernahkah selama ini kau hadir disaat aku membutuhkanmu? Pernahkah kau bersikap selayaknya seorang Ayah selama ini? Pernahkah kau memperlakukanku sebagai anakmu? OMONG KOSONG! Seumur hidupku kau tidak peduli sama sekali terhadap diriku. Dan, sekarang, saat aku jatuh cinta pada seorang gadis miskin yang menurutmu tak sederajat, kau baru hadir dan mengingatkanku bahwa kau adalah Ayahku. Jangan berpura-pura Tuan Wu. Yang kau pedulikan itu hanyalah image-mu, bukan aku. Kau takut akan perkataan orang yang tahu jika aku menjalin kasih dengan seorang gadis miskin.”

Tuan Wu yang notabene ayah kandung Kris sendiri itu, hanya bisa mencelos menghadapi kelakuan anaknya. Dadanya sesak menahan gelora api yang sudah membara. Kemarahan dan kekesalan yang sudah mencapai tahap maksimal. Dan ia ingin sekali meluapkan semua rasa kesal dan marahnya itu dengan menendang atau bahkan menusuk dengan pisau putra semata wayangnya tersebut. Namun akhirnya ia sadar, ia tak akan sanggup melakukan itu. Semarah apapun dia, sekesal apapun dia, betapapun kecewanya ia pada putranya itu, ia tak akan tega melukai anaknya sampai seperti itu.

PPPPRRRAAAANNNGGG !!!

Kaca besar itu langsung pecah dan jatuh berderai ke lantai ketika sebuah gelas kristal membenturnya dengan keras. Kris sama sekali tak terlihat terkejut akan hal itu. Baginya hal tersebut sangat normal dan ia sudah melihat kejadian seperti itu puluhan kali sepanjang ia tinggal di rumah mewah kediaman keluarga Wu. Ia tahu ayahnya sekarang ini sangatlah marah akan dirinya. Dan begitulah cara sang ayah melampiaskan kemarahannya. Melempar benda-benda disekelilingnya.

“Kau sudah puas?” tanya Kris dingin. Tuan Wu memandang anaknya itu lekat dengan rasa marah. Ia tidak menjawab pertanyaan Kris, karna baginya pertanyaan itu memang bukan untuk dijawab.

“Kalau begitu aku pergi dulu. . .Ayah.” Kris menekankan kata Ayah saat ia mengucapkannya. Ia ingin sedikit mengintimidasi Ayahnya itu. Setelah itu Kris membungkukkan badannya dan berbalik ingin pergi.

“Kalau kau masih berani menemui gadis itu lagi, kau harus tanggung akibatnya. Kau bukan lagi bagian dari keluarga Wu dan aku tidak akan segan-segan membuat hidupmu menderita.” Ancam sang ayah.

Kris menghentikan langkahnya ketika mendengar Ayahnya berbicara. Ia tersenyum pahit. Wajah datar Kris seketika itu juga berubah menegang. Ia mengepalkan tangannya. Menahan semua emosi yang ingin meledak bertumpu pada tangannya. Ia membalikkan badannya dan menatap sinis Sang Ayah.

“Lakukan sesukamu.”

Dan ia melangkah pergi meninggalkan tempat terkutuk itu.

Kris masih diam di dalam mobilnya, memandangi seorang gadis dari kejauhan. Gadis penjual bunga itu sedang sibuk melayani para pembeli. Senyuman ramah dan sikap sopannya membuat para pembeli merasa puas akan layanannya. Kris sangat merindukan sosok gadis itu. Meskipun baru satu hari ia tak menemui gadis itu, tapi dia sudah sangat merindukan gadis tersebut. Setiap inchi tubuhnya mengatakan demikian. Ia ingin merangkul gadis itu dalam pelukannya dan tak akan pernah melepaskan gadis itu, apapun yang terjadi.

Minri sedang asyik mengeluarkan bunga-bunga dari dalam kardus saat seseorang memeluknya dari belakang secara tiba-tiba. Minri terperanjat kaget dan menolehkan kepalanya ke belakang.

“Kris-ah.”  Minri berniat melepaskan pelukan Kris tapi Kris semakin menguatkan pelukannya.

“Katakan kau mencintaiku.” Pinta Kris lirih. Ia memejamkan matanya, membenamkan kepalanya pada rambut gadis itu. Menghirup dalam aroma rambut Minri yang mampu membuatnya merasa nyaman.

“Apa maks . . .”

“Katakan kau mencintaiku agar aku tidak menyesal karna telah melepas semuanya.” Kali ini nada bicaranya terdengar tegas dan menuntut. Minri dapat merasakan pria itu sedang merasa terganggu. Sikap dan nada bicaranya menjelaskan bahwa ia merasa bingung dan frustasi.

“Kau tahu jawabannya kan?” jawab Minri dengan nada cuek.

“Tidak. Aku ingin mendengar kau mengucapkannya.”

“Aku mencintaimu. Sangat mencintaimu.” Ujar Minri lembut. Mendengar jawaban Minri membuat hati Kris tenang dan rasa hangat menjalar di tubuhnya. Senyuman kecil tersungging di bibirnya.

Perlahan Minri melepaskan pelukan tangan Kris pada dirinya. Dipandanginya dalam pria di depannya itu.

“Apa terjadi sesuatu?” tanya Minri hati-hati.

Kris mengusap wajah Minri lembut.”Tidak.” jawabnya singkat. Ia sibuk memandangi wajah cantik Minri. Bagi Kris, garis wajah Minri sangatlah sempurna. Cantik sekali. Dan kenyataan bahwa sekarang tangannya menyentuh wajah gadis itu membuatnya merasa bahagia. Menyentuh gadis itu membuatnya merasakan kehangatan dan ketentraman. Gadis itu menciptakan perasaan aman untuk dirinya. Menghilangkan segala kegalauan dan perasaan takut yang sempat ia rasakan. Minri akan selalu menjadi rumah untuknya. Tempat ia kembali dan merasa terlindungi.

“Kau sudah makan?” tanya Minri membuat Kris tersadar dari pikirannya.

Kris menjauhkan tangannya dari pipi Minri. Memasukkan kedua tangannya pada saku jaket army miliknya.”Belum. Aku tidak berselera makan.” Balasnya tak semangat sembari menatap langit-langit malam.

“Aku juga belum makan. Kalau begitu ayo kita makan bersama.”

“Ah, tapi aku panggil temanku dulu untuk menggantikanku menjual bunga-bunga ini.” Lanjut Minri.

Kris tersenyum senang. Ia menuruti ajakan Minri. Kini, Kris benar-benar yakin. Dia sangat mencintai Minri, lebih dari apapun di dunia ini. Dia tak akan sanggup bila Minri tak ada di dekatnya. Hanya gadis itu yang ia inginkan. Hanya gadis itu yang mampu melengkapi puzzle dirinya. Gadis itu adalah hidupnya. Dan ia rela melepaskan segalanya hanya demi gadis itu.

-THE END-

7 thoughts on “[FF] Love Story: Kris

  1. tema crta ky gini emg udah byk, tp gaya pnlsn nya kan beda2, ini trmsuk ff yg sya suka thor! enak d bc ny! lembuttt banget!🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s