[FF] Audisi (Sequel)

Title :

Audisi (Sequel)

Author :

“D”

Main Cast :

Park Chanyeol

Han Sohee

Support Cast :

EXO K

Genre :

Teen, Comedy (mungkin), Romance (sepertinya bukan)

Length :

One Shoot 

[pic] audisi

DON’T BE PLAGIATOR !!!!

++++++

AUTHOR POV

“Aku hitung sampai tiga ya.” Kata Chanyeol. Sohee tersenyum jahil.

“ Satu..dua..YAAKKK! Han Sohee, kau curang. Kau berlari duluan. Aku kan belum selesai menghitung.”

Chanyeol pun segera bangkit dan berlari mengejar Sohee yang sudah jauh meninggalkannya.

Akhirnya dengan sekuat tenaga dan tentunya mendapat keuntungan dengan kakinya yang panjang serta langkahnya yang lebar, Chanyeol berhasil menyamakan posisinya dengan Sohee. Kini mereka berlari beriringan.

“Uweekk. . .” Chanyeol melirik ke Sohee menunjukkan senyum penuh kemenangan lalu menjulurkan lidahnya. Tentu saja dia merasa bangga, karna meskipun Sohee mencuri start perlombaan, Chanyeol tetap bisa mengejar dan menyamakan posisi dengan Sohee. Sohee terlihat kesal. Ia makin bersemangat dan mempercepat lariannya. Tidak mau terima, melihat Sohee kembali memimpin race, Chanyeol pun kembali terbakar. Ia juga makin memperlaju lariannya. Namun sayang, Chanyeol membawa dua kantong belanjaan masing-masing di kedua tangannya dan hal itu tentu saja memperberat gerakan tubuhnya dan menyulitkan langkah kakinya. Alhasil, bukannya semakin cepat, larian Chanyeol justru semakin melambat. Mata Sohee berbinar layaknya karakter kartun saat melihat rumah Chanyeol yang sudah tidak jauh lagi. Tinggal beberapa langkah lagi, maju terus Han Sohee. Ia memberikan semangat untuk dirinya sendiri. Dan akhirnya. .

“Yeaaaahhhh. . .aku menang, aku menang, yeah. .yeah. .aku menang.” Sohee berteriak kegirangan sambil melompat-lompat lantaran ia telah berhasil mencapai finish mendahului Chanyeol.

“Hosh. .hosh. .hosh. .” Chanyeol juga berhasil mencapai finish dengan nafas yang tersengal-sengal, keringat yang turun deras dari keningnya dan wajahnya yang terlihat pucat *terlihat sangat seksi dimata author (づ ̄ ³ ̄)* *PLAKK*

Buukk

Chanyeol melepaskan empat kantong belanjaan yang sedari tadi ia pegang. Berkali-kali menghirup dan menghembuskan nafas untuk menormalkan kembali detak jantungnya.

Sohee memegang pundak Chanyeol.”See? Kau kalah Park Chanyeol. Hahaha.” Sohee tertawa terbahak-bahak.

Chanyeol memasang tampang serius dan menatap prihatin pada Sohee.

“Maafkan aku Sohee-ya. Aku tidak bisa menepati janjiku. Meskipun kau menang, aku tetap tidak bisa menerimamu sebagai pacarku.” Ujar Chanyeol lirih dan berhati-berhati.

Jedeerr. Seketika itu juga tawa Sohee terhenti. Hatinya seperti mendapat serangan bom atom Hiroshima dan Nagasaki. Hancur. Perasaannya sedih dan hancur. Seharusnya sejak awal ia tahu, Chanyeol tak pernah menyukainya. Chanyeol hanya menganggapnya teman, tak lebih. Dan seharusnya ia tak perlu mempermalukan dirinya seperti ini. Sohee menundukkan kepalanya dan tak berani menatap Chanyeol. Matanya terasa panas dan memerah. Air mata nya telah siap jatuh, namun dengan sigap ia hapus.

“Sohee-ya, maafkan aku.” Kedua tangan Chanyeol memegang pundak Sohee. Ia benar-benar merasa bersalah.

“Han Sohee, maaf. Aku tidak bisa menerimamu sebagai pacarku. Tapi. .aku akan menerimamu sebagai calon istriku.

Sohee langsung menengadahkan kepalanya dan melihat Chanyeol yang mengedipkan sebelah matanya.

“Mak. .sudmu?” tanya Sohee terbata dengan mata melongo. Bukannya menjawab, tawa Chanyeol malah meledak saat melihat ekspresi bingung Sohee.

“Huahahahaha. . .wajahmu kenapa seperti itu Han Sohee? Dari jelek menjadi sangat jelek. Huahaha.” Ledek Chanyeol membuat Sohee jengkel dan cemberut.

“Yak! Park Chanyeol. Berhentilah tertawa dan jelaskan apa maksudmu!” perintah Sohee.

Chanyeol menghentikan tawanya. Mendekati Sohee dan merangkulnya.”Masa kau tidak mengerti sih apa maksudku. Ckck dalam bahasa sederhana itu berarti . .aku melamarmu.”

Buuussshhh. .Sohee terbungkam dan wajahnya langsung memerah seperti kepiting rebus. Chanyeol menyadarinya dan melepaskan rangkulannya pada gadis itu.

“Wow, lihatlah ini! Han Sohee yang tomboy dan sangat galak ternyata wajahnya juga bisa memerah karna malu. Bahkan tadi ia hampir menangis. Jelek sekali.” Chanyeol kembali meledek Sohee.

“Yak! Diam kau. Dasar menyebalkan, menyebalkan, menyebalkan.” Sohee memukul Chanyeol sekuat yang ia bisa. Ia benar-benar kesal. Pemuda itu ternyata menipunya dan sekarang malah meledeknya.

Gleeepp. . .

Chanyeol menghentikan pukulan Sohee pada dirinya. Ia menggenggam kedua tangan Sohee. Menatap Sohee serius namun sedetik kemudian ide jahil kembali datang.

“Katakan! Sejak kapan kau menyukaiku?” sebuah pertanyaan yang berhasil membuat wajah Sohee kembali memerah.

“Aha. .pasti sejak kita kecil kan? Benar tidak?” Sohee tetap tidak menjawab, tapi Chanyeol sudah tahu jawabannya hanya dengan melihat semburat merah di wajah Sohee yang belum juga menghilang. Menandakan bahwa tebakannya benar.

“Astaga Han Sohee! Jangan membuat pipimu semakin memerah! Itu akan menghancurkan image-mu sebagai yeoja sadis dan kejam.”

“Mwo? APA KAU BILANG?” seketika semburat merah di wajah Sohee menghilang digantikan dengan awan hitam beserta sambaran petir di atas kepalanya.

“Hei, kau pernah tidak merasakan dilempar sepatu oleh yeoja yang sadis dan kejam? Belum pernah kan? Sini, akan ku praktekkan.” Sohee segera melepaskan sepatunya. Tapi sayang, dia kalah cepat dari Chanyeol. Chanyeol dengan cepat menyambar kantong belanjaannya dan berlari terbirit-birit ke dalam rumah.

“YAK DUMBO, AWAS KAU YA!!” amukan Sohee membuahana memecah keheningan malam.

Ceklek. .

Pintu rumah Chanyeol kembali terbuka dan dari balik pintu itu menyembullah kepala Chanyeol.

“Hahahaha. .sampai jumpa besok ya, yeoja pipi merah yang sadis dan kejam. Aku akan menelponmu nanti.” Setelah itu pintu pun kembali ditutup.

Sohee tersenyum sendiri melihat tingkah Chanyeol. Hari ini dia benar-benar senang. Akhirnya, setelah memendam perasaan cukup lama pada sahabat sedari kecilnya, sekarang rasa sukanya itu terbalaskan.

“Dasar Dumbo.” Gumam Sohee dan berjalan pulang ke rumahnya.

 

++++++

 

“Sehun-ah, bangunlah.” Suho menggoyang-goyangkan (?) badan Sehun.

“Sehun-ah, cepat bangun, ini sudah pagi.” Magnae EXO itu tak juga bergeming. Suho punya ide cemerlang.

“Sehun-ah, ayoo bangun, Choi Ji Woo noona datang mengunjungi dorm kita.”

10 detik. .20. .30. .hening. Sehun tetap tak bangkit dari pertapaannya (?). Namun bukan namanya Suho jika ia menyerah, Suho tidak kehabisan akal dan mendapat ide cemerlang yang lain.

“WOW. Sehun cepat bangun dan lihat! Luhan Hyung muncul di TV hanya dengan memakai boxer. Omo. .Luhan topless.”

“Kyyyaaa. . .mana Hyung? Mana? Aku mau lihat.” Sehun langsung bangun dengan mata celek (?).

Pletakk

Sebuah jitakan menjadi sarapan pagi buat Sehun. Suho menatapnya kesal.

“Aww. .sakit Hyung.” Rengek sang magnae manja.

“Kau itu sebenarnya sudah bangun sejak tadi kan? Kau pura-pura tidur kan?” Suho berkacak pinggang dan memasang tampang sangarnya. Sehun memandang Suho dengan tatapan polosnya yang berarti ‘Maaf Hyung’.

“Cepat mandi sana. Kita harus bersiap2 menjaga audisi lagi.” Perintah Suho.

Dengan malas Sehun pun terpaksa beranjak dari ranjangnya dan mandi.

++

“Mwo? Mie instan lagi?”

“Iya, memangnya kenapa?”

“Tapi Hyung, sudah seminggu ini aku makan mie instan terus. Sarapan mie instan, makan siang mie instan, makan malam mie instan.”

“Hemat beb. Ini kan tanggal tua.”

“Tapi Hyung, aku kan bosan. Lagi pula mie instan tidak baik un. .”

“Sssssssttttt.” Potong Dio cepat dengan mata melotot.”Cepat makan dan jangan banyak protes, atau kau mau jatah makanmu seminggu kedepan aku hilangkan?” ancam Dio dan langsung membuat Sehun terdiam. Dengan berat hati Sehun pun mulai menyumpal mulutnya dengan satu sendok mie instan.

“Lalalalalala. .. .” Kai bersenandung riang dan duduk di depan Sehun.

“Kai-ya ayo sarapan.” ajak Dio.

Brrraaaakkk

Kai menggebrak meja makan dengan kasar.

“Hyung, aku mau sarapan dengan ayam goreng dan nugget. Dan jangan lupa susunya.” Pinta Kai memaksa seperti seorang preman yang sedang malak. Kai memasang tampang devil nya, matanya merah dan melotot keluar, telinganya melebar, hidungnya kembang kempis, tanduk sudah muncul di kepalanya.

“Ba. .baiklah, akan ku gorengkan untukmu.” Jawab Dio takut-takut.

Sehun memandang tak percaya pada Dio.”What? Hyung, kau bilang semua bahan makanan habis dan yang tertinggal hanya mie instan. Kau bilang padaku kita harus berhemat tapi kau malah memberikan Kai ayam goreng dan nugget. Benar-benar pilih kasih.” Protes Sehun.

Dio mendekati Sehun dan berbisik di telinganya.”Aku belum siap mati, Sehunnie.”

+++++

*Di tempat audisi*

“Semuanya bersiap-siap ya. Sebentar lagi audisi akan dimulai.” Suara Suho mengakhiri briefing.

“Ne Hyung.” Teriak member EXO yang lain serempak.

“Betewe baydewey baswey, Baekhyun Hyung kok gak ada? Kemana Hyung?” Kai baru menyadari kalau semenjak tadi ia tak melihat Baekhyun sama sekali.

“Oh itu, aku juga tidak tahu dia kemana. Dia sudah menghilang bahkan sebelum aku bangun.” Jawab Suho yang langsung dibalas dengan kata ‘Oh’ dari Kai.

“Menghilang? Kai Hyung, memangnya kau menggunakan kekuatan teleportasimu pada Baekhyun Hyung?” tanya Sehun polos.

“Ah ne ne. Sekarang aku juga akan menggunakannya padamu. Cepat katakan, kau ingin kupindahkan ke mana? Ke segitiga bermuda atau ke kutub utara?” jawab + tanya Kai galak.

“Hyung, kenapa kau sangat galak sih? Pantas saja panggilanmu ‘Blacky’. Sangat sesuai.” Oooppss, magnae keceplosan. Dia lupa bahwa tidak boleh menyebutkan kata ‘Blacky’ di depan Kai atau kau akan membangkitkan monster Davy Jones dalam dirinya.

“OH SEHUN, AKU AKAN MEMAKANMU!” teriak Kai bersiap2 mengejar Sehun.

“Stop! Kau bisa memakannya lain kali. Tapi untuk hari ini, jangan membuat keributan.” Suho menghalangi langkah Kai yang sudah siap menangkap Sehun. Dia mencoba melerai pertikaian dua dongsaeng nya itu. Namun, kalimat yang ia ucapkan bukanlah sebuah kalimat untuk mendamaikan –kau bisa memakannya lain kali- , bukanlah kalimat untuk mendamaikan perang melainkan kalimat untuk menunda perang.

Audisi hari kedua pun dibuka. Ternyata pesertanya lebih banyak dari hari pertama kemarin. Dan hal itu membuat member EXO sedikit kewalahan. Meskipun begitu, mereka tetap berusaha bersikap seprofesional mungkin. Ramah dan penuh senyuman.

*Loket 2*

“Peserta nomor 8.020.892 silahkan menuju ke loket 2.” Seperti sebelumnya Kai tetap bertugas sebagai pemanggil para peserta.

Seorang gadis tinggi dan putih berjalan dengan cepat menuju loket 2 saat tahu dirinya lah yang dipanggil. Gadis berambut coklat sebahu itu memakai dress santai warna biru langit dengan high heels yang tidak terlalu tinggi.

“Annyeonghaseyo.” Sapa gadis itu pada Sehun.

“Annyeong. Silahkan duduk.” Balas Sehun dan gadis itu pun duduk.

“Siapa namamu?” Sehun mengambil pulpen dan bersiap-siap mengisi formulir dengan data yang disebutkan gadis itu nantinya.

“Namaku Peng Mei Li.” Jawab gadis itu malu-malu.

“Oh, sepertinya kau orang Cina ya?”

“Iya, aku memang orang Cina, tapi aku tinggal di Korea.”

“Bahasa Koreamu sangat bagus.” Puji Sehun yang membuat gadis itu tersipu malu.

Tiba-tiba mata Sehun menangkap sebuah kalung yang melingkar pada leher Mei Li. Sehun merasa pernah melihat kalung seperti itu sebelumnya. Tapi dimana ya? Pikir Sehun. Sehun menatap wajah gadis bernama Mei Li itu lekat-lekat. Gadis itu juga tersenyum malu-malu melihat Sehun yang tengah memandanginya. Sehun tetap menatap penasaran pada gadis itu, karna sepertinya bukan hanya kalung milik gadis itu saja yang mirip dengan seseorang, tapi wajahnya juga mengingatkan Sehun pada seseorang. Sedetik kemudian mata Sehun membulat sebulat mata Dio yang hampir keluar. Mulutnya menganga lebar 15 cm.

“KRIS HYUNG???” pekik Sehun tak percaya.

“Kris Hyung, ini kau kan? Apa yang kau lakukan disini?”

Mei Li gelagapan setengah mati. Sepertinya kedokku sudah ketahuan. Namun ia tetap bersikap setenang mungkin, seolah-olah Sehun salah mengenali orang.

“Apa maksudmu? Kris Hyung siapa? Aku ini Peng Mei Li.” Katanya membela diri tetap dengan gaya anggun.

“Argh, aku tidak percaya. Kau pasti Kris Hyung.” Sehun yang sudah tak tahan lagi, segera menarik rambut gadis bernama Mei Li itu. Yuhuu, ternyata rambut itu bukanlah rambut asli melainkan sebuah wig. Dan sekarang Sehun tahu kalau tebakannya memanglah benar. Karna gadis yang dihadapannya ini memang Kris.

“Yak!” Kris buru-buru menyambar wig nya yang ada di tangan Sehun dan memakainya kembali. Matanya memandang sekelilingnya, takut-takut ada orang lain yang melihat penyamarannya. Sementara Sehun masih memandang tak percaya pada Kris.

“Lihatlah ulahmu ini Oh Sehun.” Kata Kris sembari merapikan wignya.

“Hyung, apa yang kau lakukan disini?”

“Apa lagi? Tentu saja mendaftar audisi.” Jawab Kris santai yang makin membuat mata Sehun keluar.

“Mandaftar audisi? Ta. .ta..tapi kan Hyung, kau cowok.”

Sehun benar-benar shock. Bahkan kalau dia bisa pingsan, dia ingin pingsan detik itu juga. Sayangnya dia tidak bisa. Mendaftar audisi? Menjadi pacar Chanyeol? Astaga, apa Kris Hyung ‘jeruk makan jeruk’? tanya Sehun dalam hatinya.

Kris menatap kesal ke Sehun. Tapi kemudian ia berbisik pada Sehun.”Kuberi tahu kau satu rahasia. Sebenarnya. . aku ini adalah wanita yang terjebak didalam tubuh pria. Meskipun secara penampilan aku ini manly, tapi hatiku sangatlah feminim.”

Sehun terkena serangan jantung.Oh Tuhan, kenapa Kau selalu memberikanku peserta diluar dugaan?

“Hyung, apa kau sedang demam? Atau, kau minum terlalu banyak?” Sehun meletakkan punggung tangannya pada kening Kris, memeriksa panas badan Kris.

“Yak, aku ini baik-baik saja.” Kris menyingkirkan tangan Sehun dari keningnya.

“Sudah cepat, isi formulir itu dengan namaku.” perintah Kris.

“Hyung, aku tidak tahu kau kenapa. Meskipun kau bilang bahwa kau adalah seorang wanita yang terjebak dalam tubuh pria. Tapi tetap saja kau itu seorang pria, Hyung. Dan kau tahu kan Hyung, syarat audisi ini seorang WANITA. Lagipula, apa kata Chanyeol Hyung nanti? Kalaupun dia menerimamu sebagai Peng Mei Li, dia akan kaget melihat wujud aslimu.” Sehun mencoba menjelaskan pada Kris. Bagaimana pun baginya ini tidaklah masuk akal.

Kris tersenyum pada Sehun dan mengedipkan sebelah matanya.”Kau tenang saja Sehunnie. Aku tidak akan ketahuan kok. Setelah ini aku akan melakukan operasi plastik pada wajahku. Mengubah wajahku secantik mungkin. Dengan begitu Chanyeol pasti akan langsung jatuh cinta padaku.”

“Ah, dan tentu saja aku akan mengoperasi alat vital dan payudaraku.” Lanjut Kris yang membuat Sehun mendapat stroke seketika itu juga.

Tuhan, apa salah dan dosaku? Kenapa Kau memberikanku cobaan yang sangat berat?

+++++

*sementara itu di dorm EXO*

Chanyeol terlihat sangat bingung melihat keadaan dorm yang sepi. Biasanya juga ketika baru di depan pintu sudah terdengar suara nyanyian Baekhyun yang melengking atau suara teriakan Dio yang mengomeli Sehun yang selalu saja mencuri makanan di kulkas secara diam-diam. Tapi kini dorm EXO benar-benar sepi seperti kuburan.

“Suho Hyung, Baekhyun, Dio, Kai, Sehunnie. .” ia berteriak mencoba memanggil member EXO-K, namun tidak ada yang menjawab. Chanyeol merogoh sakunya dan mengeluarkan ponselnya.

Ni na ni nut. .tiitt. .tiitt. .tiitt. . (?)

“Ah, Suho Hyung. Ini aku. Kalian ada dimana?” tanya Chanyeol pada sang leader.

“Kau sudah pulang Chanyeol-ah? Kami masih di tempat audisi.”

“Tempat audisi? Loh kenapa ka. .” belum juga Chanyeol sempat meneruskan kalimatnya, Suho dengan cepat memotong.

“Kau tidak perlu khawatir Chanyeol-ah. Kami disini akan bekerja keras mencarikan gadis yang baik untukmu. Dah. .”

Dan sekarang Suho dengan seenaknya memutuskan sambungan telepon. Chanyeol tidak bisa berbuat apa-apa, ia hanya menghela nafas. Ia pun segera pergi dari dorm mereka dan menuju tempat audisi.

+++++

Saat Chanyeol sampai di tempat audisi, dia agak kesulitan masuk karna padatnya tempat itu yang dikerumuni oleh jutaan gadis yang ikut mendaftar audisi. Meskipun begitu, Chanyeol berusaha menyerempet (?) melalui celah-celah kerumunan. Chanyeol mengenakan masker dan topi, sehingga orang-orang tidak mengenalinya. Ia mengedarkan pandangannya mencari keberadaan member EXO, dan akhirnya ia melihat Suho yang ada di loket 1. Chanyeol pun segera bergegas menghampiri Suho.

“Hyung, kenapa kalian masih saja melangsungkan audisi ini?” tanyanya to the point.

“Yak, Yeollie. Kenapa kau ada disini? Sudah sana, kau menunggu di dorm saja.” Suho masih terlihat sibuk me-interview seorang gadis yang duduk di depannya.

“Hyung, aku tanya kenapa audisi ini masih diadakan?”

Suho menatap bosan ke arah Chanyeol. Sudah tahu jawabannya masih pura-pura bertanya pula. Pikir Suho.

“Bukankah kau sendiri yang menyelenggarakan audisi ini untuk mencari pacar?” balas Suho dengan nada jengkel.

“Iya Hyung. Tapi kan aku sudah mendapatkannya. Memangnya Baekhyun tidak memberitahumu?”

“MWO?” Suho terlonjat kaget mendengar penuturan Chanyeol. Ia bangkit dari kursinya dan menatap Chanyeol. Matanya yang sipit kini sudah lebih bulat mengalahkan Dio.

“Aku sudah menceritakan semuanya pada Baekhyun, bahwa aku dan Sohee sekarang berpacaran. Aku memintanya untuk menginfokan ini kepada kalian semua. Apa Baekhyun belum menceritakannya?” tambah Chanyeol.

Suho merasa sangat kesal sekali pada Baekhyun. Sejak pagi tadi Baekhyun memang menghilang entah kemana. Dan dia tidak menceritakan apapun terkait masalah Chanyeol pada Suho. Suho menghubungi Baekhyun.

+++++

*di pantai*

Baekhyun sedang duduk di bawah pohon kelapa yang rindang. Ia sedang menikmati pemandangan laut yang terhampar luas di hadapannya. Salah. Lebih tepatnya ia sedang menikmati pemandangan seorang gadis yang sedang duduk disampingnya.

“Yuri-ssi, apa kau tahu perbedaanku dengan ikan?” tanya Baekhyun pada gadis di sampingnya.

Yuri menoleh pada Baekhyun.”Tentu saja beda. Ikan ya ikan. Kalo kamu ya manusia.”

“Kau salah. Perbedaannya adalah kalau ikan tidak bisa hidup tanpa air, sedangkan aku tidak bisa hidup tanpa kamu.” #eeeaaa. .author langsung kejang2 . Eh ?

Yuri tersipu malu mendengar Baekhyun melayangkan gombalan mautnya.

“Yuri, lihatlah, pemandangannya sangat indah kan? Tapi meskipun begitu tak bisa. . .”

[Neomu neomu meotjyeo nuni nuni busyeo
Sumeul mot swigesseo tteollineun girl
Gee Gee Gee Gee Baby Baby Baby
Gee Gee Gee Gee Baby Baby Baby]

Ponsel Baekhyun berbunyi. Mau tak mau ia menghentikan memberikan gombalannya pada Yuri. Baekhyun membaca tulisan nama yang tertera pada layar ponselnya. –Suho Hyung-

“Haiiissshh. . mengganggu saja.” gerutu Baekhyun.

“Ne Hyung, ada apa?”

Kau dimana?” tanya Suho.

“Aku? Dipantai. Kenapa Hyung?”

Suho semakin marah mendengar Baekhyun yang menjawab begitu santainya seolah-olah ia tak melakukan kesalahan apapun.

“Chanyeol bilang dia sudah menceritakan padamu kalau dia sudah memiliki pacar. Dan dia memintamu untuk memberitahu kami agar tidak usah mengadakan audisi lagi. Kenapa kau tidak bilang?”

“Astaga Hyung, aku lupa memberitahu kalian. Maaf Hyung.” Baekhyun menepuk keningnya dan memelas memohon permintaan maaf dari Suho. Sekarang dia baru sadar kenapa Suho mencarinya. Tadi pagi, karna terlalu bersemangat merencanakan kencan dengan Yuri, Baekhyun jadi lupa memberitahu member yang lainnya kalau tidak perlu mengadakan audisi lagi. Jangankan memberitahu para member, Baekhyun bahkan pergi begitu saja tanpa berpamitan.

“Hyung, mianhae. .aku benar-benar lupa.” Rengek Baekhyun. Ia harap Suho mau memaafkannya karna dia memang tidak sengaja melupakannya.

“BYUN BAEKHYUN, BERSIAP-SIAPLAH!!! KARNA BESOK KAMI AKAN MENGADAKAN AUDISI MENCARI PENGGANTIMU.” Teriak Suho dan sambungan telepon pun terputus.

“Kyyyyyaaaaaa. . .Hyungggggggg!! Jangan. Aku minta maaf. Hyunnnnggggg hiks hiks. . .”

 

-T.H.E.E.N.D-

 

*Kepanjangan ya? SOWRY. Ngebosanin ya? SOWRY. Gak jelas ya? SOWRY*

*booowwww*

11 thoughts on “[FF] Audisi (Sequel)

  1. numpang tawa
    hahahahaha *ngelap air mata.
    Ini lucu, dr ff audisinya juga lucu, sehun maknae evil, manggil kai blacky kaya anjing aja. Dan, ya ampun apa yg chingu lakukan pada kris, dia itu termasuk nampyeon ku.
    Baekhyun gombalanmu sangat mematikan.

  2. apa kencan sama kris? Yg bener, kemaren tuh kris lg tidur brng aku, tau jangan2 yg tidur brng aku chanyeol. Ahh gpp deh dua2nya ganteng

  3. CHANYEOL PUNYA AKU JUGAAA
    kita tanya langsung sama chanyeol.
    Kamu pilih dia atau aku, pilih dia atau aku *ala iklan komix
    yeol : aku pilih . . . . . . . .
    *narik tangan bacon.

    *stress sendiri

  4. Grusak grusuk cari ff chanyeol eh nyangkut d blog ini. Pas baca oh my god. bikin ketawa sumpah aplg pas d cerita akhir gak kbyang kl itu bnrn.

    Kereeeeeeeeeeeeen >o<

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s