[FF] Love Story: Baekhyun

Title :

Love Story : Baekhyun

Author :

“D”

Cast :

Byun Baekhyun

Yoon Hyemi

Kim Jong In (Kai)

Sehun

Genre :

Teen, Friendship

Length :

Oneshoot

DON’T BE A PLAGIATOR!!!

 

BAEKHYUN POV

Kutopang daguku dengan kedua tangan dan kembali melanjutkan  ‘hobby’ ku. Aigoo! Gadis didepanku ini sangat lucu. Ekspresinya ketika menyantap makanan sangat menggemaskan. Dia terlihat lahap dan sedikit rakus. Benar-benar seperti anak kecil. Uhh. . .ingin sekali kucubit pipinya yang chubby itu.

“Iiissshhh. . .” kudengar ia mendesis sebal. Ia memandangku sinis. Aku balik menatapnya heran. Omo! Ada apa? Apa yang salah?

“Wae?”

Puuukkkk !!!

Bukannya menjawab, gadis itu malah memukul kepalaku dengan botol air mineral. Yeoja aneh. Apa-apaan sih dia? Kenapa seenaknya saja memukul kepala orang? Untung saja kepalaku ini keras seperti batu. Coba seandainya aku mengalami amnesia atau gegar otak, memangnya dia mau tanggung jawab apa?

“Appo!!!” Laporku kesakitan. Sambil merengek, aku mengusap pelan kepalaku yang tadi ia pukul. Sebenarnya. . .tidak sakit sih. Hanya saja, aku ingin sedikit mengerjainya dan melihat ekspresinya. Hehehe.

“Biarkan saja. Rasakan itu. Siapa tahu dengan begitu ‘kenormalan’ otakmu akan kembali.” Jawabnya dengan nada cuek. Dasar yeoja aneh. Yeoja sadis. Yeoja kejam. Bisa-bisanya dia berkata seperti itu. Eeiitss. . tunggu dulu, kenormalan? Apa maksudnya?

“Kenormalan? Kenormalan apa maksudmu?”

Puuuukkkk !!!

Kembali ia memukul kepalaku dengan botol air mineral. Kali ini rasanya benar-benar sakit. T__T

“Yak! Yoon Hyemi! Kenapa malah memukulku lagi? Dasar yeoja tidak berperikemanusiaan!!!” protesku padanya.

“Habisnya semakin lama sikapmu itu semakin aneh. Sejak tadi kau hanya senyam senyum sendiri melihatku makan. Dasar gila!”

“Gila. .gila. . kau itu yang gila!”

Sedetik kemudian ia malah bergerak mencondongkan tubuhnya kearahku. Menatapku intens dengan mata kucingnya yang menjadi favoritku. Membuat tubuhku merasakan sebuah getaran aneh. Jantungku sepertinya sudah mau copot. Darahku mengalir cepat menggelitik tulang-tulang dan nadiku. Mati-matian aku berusaha untuk bernafas, tapi yang ada oksigen malah pergi menjauh. Hatiku benar-benar berdebar saat ini. Aku mencoba membalas tatapannya. Namun tidak bisa. Yang ada hal itu semakin membuat jantungku bertalu-talu dan aku sedikit salah tingkah. Jadi aku membuang wajahku ke arah lain.

“Baekhyun. .wajahmu pucat.” Kenapa nada bicaranya terdengar sedikit. .khawatir? Perlahan aku kembali menoleh padanya. Hyemi memiringkan kepalanya dan menatapku dengan tatapan bingungnya yang polos. Tanpa kusadari, punggung tangannya sudah menempel di keningku. Dia mau apa? Entahlah. Tangannya. . tangannya sangat hangat. Entah mengapa, tangan itu membuatku merasa nyaman dan tenang. Membuat jantungku kembali berdetak normal. Aku terhipnotis oleh perlakuannya. Tanpa bisa berkedip aku memandanginya. Dimataku Hyemi lah yang paling cantik. Rambut ikal panjang yang selalu dikepang, mata kucing nya yang indah, wajahnya yang kecil, hidungnya yang mancung, kulitnya yang tidak terlalu putih namun bersih. Semuanya begitu sempurna, untukku.

“Panasnya sama.” Tangan Hyemi yang awalnya berada pada keningku, kini ia pindahkan ke bokongnya. Mwo? Haiissshh. . .jadi ia meledekku.

“Yakk!!!” refleks kudorong tubuh Hyemi kebelakang dengan keras. Membuatnya terhempas kembali duduk di kursinya. Hyemi terlihat sangat kaget dengan perbuatanku. Mata kucingnya kini memelototiku dengan tatapan tak percaya. Jangankan Hyemi, aku sendiri saja sangat kaget dengan tindakan yang kulakukan.

“Mi. .mianhae.” ujarku pada akhirnya sedikit terbata. Bagaimanapun aku harus minta maaf kan? Doronganku tadi pasti sangat sakit.

“Dasar aneh. Ya sudah aku mau masuk ke kelas dulu.”

Hyemi beranjak pergi. Tapi baru saja aku berniat mengejarnya, dia sudah membalikkan tubuhnya lagi.

“DAN JANGAN IKUTI AKU.” Perintahnya tegas. Dasar galak!

Sebelum Hyemi pergi, aku buru-buru menarik tangannya yang membuat ia harus menghentikan langkahnya. Tindakanku itu dibalas dengan death glare andalannya yang menakutkan, namun bagiku itu malah lucu. Membuatnya semakin menggemaskan.

“APA?” tanyanya dingin dan ketus.

“Nanti kuantar pulang ya?”

“Tidak mau. Uwwweeeekkk.” Ia melepaskan peganganku pada lengannya dan menjulurkan lidahnya padaku. Dan dengan cepat berlari pergi meninggalkanku.

“Yakk! Yoon Hyemi! Yoon Hyemi. .Yoon Hyemi”  susah payah aku berteriak memanggilnya. Berharap ia mau menghentikan langkahnya dan berbalik kembali kepadaku. Tapi aku seharusnya sudah tahu, itu tidak akan mungkin terjadi. Jangankan menghampiriku kembali, ia saja menghiraukan teriakanku.

!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

AUTHOR POV

Spaghetti dan jus strawberry di atas meja itu terlihat sangat enak. Kai  – sahabat Baekhyun- pun bahkan terlihat menikmatinya. Namun sayang makanan itu sama sekali tak dapat menggoda Baekhyun. Sedari tadi namja bermata sipit itu hanya memandang malas pada makanan itu sambil memainkan garpu di tangannya. Ia terlihat sangat tidak berselera untuk menyantap makanan khas Negara Italia tersebut.

“Yoon. .Hyemi.” gumamnya tak jelas.

Kai menangkap sikap aneh sahabat sedari kecilnya itu.

“Hey Bung, sepertinya kau sedang badmood?” ia merangkul pundak Baekhyun. Baekhyun hanya meliriknya sekilas kemudian melanjutkan mengaduk-ngaduk spaghetti dengan garpu.

“Hemm. .”jawab Baekhyun disertai anggukan lemah.

“Ingin berbagi cerita?” tanya Kai sedikit hati-hati dan penasaran.

“Biar kutebak !” Tiba-tiba muncullah sesosok makhluk dari balik kabut tebal. Memakai jubah dan kacamata hitam. *PLaaaaaakkk*

Gak ding, kita revisi kalimatnya. Tiba-tiba saja Sehun datang dan langsung menyambar kursi untuk duduk. Ia mengeluarkan tampang jahilnya.

“Aku tau kau kenapa.” Katanya percaya diri menatap Baekhyun. Ia merasa bahwa tebakannya akan benar.

“Apa?” Kai terlihat sangat antusias, bahkan bola matanya hampir keluar. Dia penasaran setengah mati. Lain halnya dengan Baekhyun, yang tak tertarik sama sekali dengan ucapan Sehun.

“Jangan bilang. .ini gara-gara gadis galak berkepang dua itu?” tanya Sehun penuh selidik. Baekhyun menghentikan kegiatannya bermain dengan garpu dan menatap kesal pada Sehun. Ia sedikit tidak suka dengan nada bicara Sehun yang menurutnya agak merendahkan, terlebih Sehun menamai Hyemi dengan ‘gadis galak berkepang dua’. Baekhyun akui, Hyemi memanglah gadis galak. Tapi tetap saja ia tidak suka mendengar ada orang yang mengatai Hyemi begitu.

“Jangan memanggilnya begitu! Dia punya nama. Namanya Yoon Hyemi.” Jawab Baekhyun dengan nada rendah namun lekat akan rasa marah.

“Omo! Jadi tebakanku benar.” Sehun memasang wajah senangnya seperti  baru saja memenangkan undian berhadian ratusan juta won.

“Astaga Byun Baekhyun. Karna gadis itu lagi? Memangnya apa yang sekarang dia lakukan?”

Kai benar-benar tak percaya dengan kenyataan ini. Seorang Byun Baekhyun kehilangan selera makannya dan terlihat hampir mati hanya karna seorang gadis?

“Dia tidak mau kuantar pulang.” Baekhyun terdengar sedikit terluka dan frustasi ketika mengatakannya. Sehun dan Kai hanya bisa menghembuskan nafas bosan mendengar penuturan Baekhyun. Karna ini memang bukanlah yang pertama kalinya. Hyemi memang selalu menolak tawaran Baekhyun untuk mengantarnya pulang. Lebih tepatnya, semua ajakan Baekhyun ia tolak mentah-mentah.

“Haiiisshh. . kemana perginya Byun Baekhyun yang sangar dan playboy? Yang bisa memikat banyak gadis hanya dengan satu kedipan mata. Apa sekarang dia sudah kalah?” sindir Sehun. Meskipun begitu, Baekhyun tak menjawab. Ia hanya memandang Sehun dengan mata sendu dan lelahnya. Membuat Kai dan Sehun tak habis pikir, sebegitu kuatnya kah pengaruh gadis itu terhadap Baekhyun?

Sebelumnya Baekhyun adalah seorang playboy kelas kakap. Ia sudah sangat terkenal di sekolah dengan julukan itu. Memacari banyak gadis lalu dengan semau hati meninggalkan mereka adalah hobby-nya. Dan anehnya, gadis-gadis itu bukannya ilfeel atau menghindari Baekhyun. Mereka malah semakin bersemangat mengejar-ngejar Baekhyun. Mereka malah semakin terpesona akan image bad boy yang melekat pada diri Baekhyun.

Baekhyun sama sekali tak tertarik dengan yang namanya gadis. Tak pernah terpikir olehnya untuk menjalani sebuah hubungan serius bersama seorang gadis. Ia menganggap semua gadis itu sama saja. Para gadis hanyalah barang yang bisa ia beli dan ia jual kembali kapanpun ia mau. Sampai suatu ketika, Hyemi muncul. Hyemi adalah anak baru di sekolah. Hyemi terasa berbeda dengan gadis-gadis yang pernah ia kenal. Hyemi bukanlah salah satu fan fanatik Baekhyun yang hobby-nya mengejar-ngejar dirinya dan berteriak histeris ketika Baekhyun lewat. Justru sebaliknya. Ia selalu bersikap acuh pada Baekhyun, memandang sinis ketika mereka berhadapan dan akan mengomeli Baekhyun habis-habisan saat secara tak sengaja mereka bertabrakan. Namun gadis inilah yang justru menarik perhatian Baekhyun.

Gadis itu mampu mengubah sikap Baekhyun yang suka bertindak semaunya menjadi kepribadian yang lebih manusiawi. Gadis itu mampu membuat Baekhyun yang dikenal dengan sikap cool-nya, jadi terlihat konyol dihadapannya. Gadis itu mampu membuat Baekhyun kehilangan selera makannya, membuatnya tak bisa tidur nyenyak, membuatnya kehilangan semangat hidup, dan membuatnya terus-terusan memikirkan gadis itu. Gadis itu mampu membuat Baekhyun yang playboy, yang selalu mempermainkan wanita, kini malah menyembahnya. Gadis itu mampu membuat Baekhyun mengejar-ngejar dirinya. Gadis itu mampu membuat Baekhyun merasakan kekalahan dan patah hati. Hanya gadis itu. Hanya gadis itu yang bisa membuatnya bertekuk lutut dan rela merendahkan harga dirinya sekalipun. Ia, Byun Baekhyun. .jatuh cinta pada gadis itu. Pada Yoon Hyemi.

!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

“Kau dimana?” tanya Baekhyun pada Sehun yang berbicara dengannya lewat sambungan telepon.

“Ini sudah dijalan, Bos.”

“Cepat sedikit. Kau tahu aku sudah mengkerut menunggumu disini.”

”Iya, bentar lagi juga sampai.”

Tuuuttt

Sambungan telepon terputus. Baekhyun menatap ponselnya kesal seakan-akan ponsel itu adalah Sehun. Hari ini, Baekhyun dan Sehun sudah janjian akan bertemu di sebuah café. Baekhyun meminta Sehun menemaninya untuk membeli papan skate baru. Tapi, Baekhyun sudah menunggu selama satu jam lebih dan Sehun tak juga menunjukkan batang hidungnya. Membuat Baekhyun kesal. Baekhyun sangat tidak suka jika dia harus menunggu, apalagi jika sampai satu jam lebih seperti ini. Kalau saja ia tidak ada perlu dengan Sehun, ia pasti sudah pergi dari café itu sedari tadi.

Tak sengaja mata Baekhyun melihat ke arah sebuah outlet di seberang jalan. Bukan outlet itu yang menarik perhatiannya, melainkan dua orang yang baru saja keluar dari outlet tersebut. Baekhyun merasa mengenal mereka. Ia menyipitkan matanya dan mempertajam penglihatannya. Benar, ia tidak salah lihat. Itu kan Kai dan. .Hyemi? Apa yang mereka lakukan? Pergi berduaan? Hati Baekhyun terasa sangat sakit mendapati sahabatnya pergi berduaan dengan gadis yang tengah ia incar. Selama ini Hyemi selalu menolak ajakan Baekhyun, namun sekarang dia malah pergi dengan Kai. Terlebih lagi, Hyemi terlihat sangat gembira. Ia tertawa lepas. Sesuatu yang tidak pernah ia tunjukkan pada Baekhyun. Jangankan tertawa, tersenyum pun tak pernah ia lakukan di hadapan Baekhyun. Tapi kini, saat ia bersama Kai, bisa-bisanya ia tertawa begitu gembira. Baekhyun sangat penasaran, sebenarnya ada hubungan apa antara Kai dan Hyemi? Mereka terlihat begitu akrab. Padahal, setahu Baekhyun jika di sekolah mereka tak pernah saling tegur. Bahkan, saat Baekhyun bercerita panjang lebar tentang gadis itu, tanggapan Kai biasa saja. Tak menunjukkan bahwa dia mengenal Hyemi. Dan sekarang mereka jalan berdua? Sebelum Kai dan Hyemi semakin menjauh, Baekhyun buru-buru mengejar mereka.

BUUUKKK

Kai terpelanting kebelakang saat Baekhyun memukulnya. Kai dan Hyemi sangat kaget melihat Baekhyun yang tiba-tiba saja datang. Baekhyun terlihat sangat emosi dan ingin menghajar Kai lebih dari ini. Ia menatap Kai penuh dengan kebencian dan amarah. Ia ingin memukul Kai lagi namun Hyemi dengan cepat menghalanginya.

“Byun Baekhyun, Hentikan. Apa yang kau lakukan?”

“Diam kau.” Bentak Baekhyun. Hyemi sangat terkejut. Ini pertama kalinya ia melihat Baekhyun terlihat marah padanya. Karna biasanya namja itu akan memperlihatkan senyuman manisnya dan sikap lembutnya pada Hyemi, tapi tidak sekarang.

Baekhyun mendekati Kai dan meraih kerah baju Kai. Kai hanya bisa pasrah. Ia tak ingin membalas pukulan Baekhyun.

“Baekhyun, kau salah paham. Ini tidak seperti yang kau kira.” Kai mencoba menjelaskan. Namun sayang, Baekhyun sudah terbakar rasa cemburu.

BUUUKKK

Kembali pukulan kedua ia layangkan pada pipi Kai. Sedari tadi, kejadian itu sudah heboh ditonton oleh masyarakat yang berlalu lalang. Masyarakat itu sama sekali tak berniat untuk melerai. Hyemi makin bingung, apa yang harus ia lakukan. Baekhyun sepertinya tak mau mendengar alasan apapun.

“Baekhyun hentikan.” Hyemi menarik lengan kaos Baekhyun agar ia menjauh dari Kai. Kondisi Kai sudah parah. Wajahnya babak belur dan bersimbah darah.

“BAEKHYUN HENTIKAN.” Kali ini Hyemi berteriak seraya menarik kuat lengan Baekhyun. Baekhyun menghentikan aksinya menghajar Kai. Ia menatap Hyemi dengan tatapan lekat akan rasa marah dan kecewa.

“Kalian berdua sama saja.” ujarnya dingin.

Baekhyun pun pergi begitu saja meninggalkan Kai dan Hyemi. Hyemi tak memperdulikan kepergian Baekhyun. Ia sibuk menolong Kai yang terlihat sangat parah. Ia membopong Kai, memanggil taksi dan membawanya ke rumah sakit.

!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Dretdrettt. .

Baekhyun merogoh saku jaketnya saat ia merasakan ponselnya bergetar. Satu pesan diterima.

From: Kai

Byun Baekhyun, aku benar-benar  frustasi. Tolong balas pesanku. Kita harus bicara.

Baekhyun melempar ponselnya sembarangan ke tempat tidurnya setelah tahu pengirim pesan itu adalah Kai. Ini sudah hari ke lima sejak peristiwa ia melihat Kai dan Hyemi jalan berduaan dan rasa marahnya belum juga hilang. Baekhyun benar-benar kesal. Bisa-bisanya Kai berbuat begitu padanya. Selama ini, ia selalu menganggap Kai sebagai sahabat terbaiknya. Mereka sudah berteman sejak kecil dan Baekhyun sangat percaya pada Kai. Tapi apa yang Kai lakukan? Mengkhianatinya. Baekhyun bisa terima bila sejak awal Kai bercerita terus terang jika ia juga menyukai Hyemi. Dengan begitu, Baekhyun mungkin akan mengalah dan berhenti mengejar Hyemi. Namun yang ia dapatkan, Kai malah menusuknya dari belakang.

Baekhyun mengabaikan semua telpon dan pesan yang Kai kirimkan untuknya. Di sekolah pun, Baekhyun dan Kai tak berteguran. Ah salah, Kai tetap berusaha menegur dan mencoba menjelaskan kejadian waktu itu pada Baekhyun. Tapi Baekhyun tak pernah mau mendengarkannya.

Dretdrettt. . Dretdrettt. .

Baekhyun kembali mendapati ponselnya bergetar. Ia menyambar ponselnya dan membaca tulisan pada layarnya. Sehun is calling, begitulah yang tertulis.

“Halo.” Sapa Baekhyun malas.

“Kau di rumah?”

“Ehm ya. Kenapa?”

“Bersiap-siaplah. Aku akan menjemputmu sebentar lagi.”

Baekhyun mengangkat alis dan mengkerutkan keningnya heran. Perasaan hari ini dia tidak ada janji dengan Sehun.”Memangnya mau kemana?” tanyanya penasaran.

“Menemui sahabat yang lain.”

“Maksudmu apa, Oh Sehun? Jangan bertele-tele.” Baekhyun mulai kesal.

“Wkwkwkwk, dasar pemarah. Baekhyun, aku tidak bisa diam saja melihat pertengkaranmu dengan Kai. Jadi kuputuskan untuk mempertemukan kalian berdua. Cepatlah sedikit! Kai sudah menunggu.”

Mendengar jawaban Sehun membuat amarah Baekhyun kembali muncul.”Jadi kau juga ingin berkhianat sama seperti dia? Kau membelanya?”

“Bukan begitu, Byun Baekhyun. Kau jangan marah dulu padaku. Aku tidak memihak siapapun diantara kalian. Kalian berdua adalah sahabatku. Aku tidak ingin persahabatan kita hancur hanya karna masalah ini. .”

“Dialah yang sudah menghancurkan persahabatan kita.” Potong Baekhyun cepat.

“Kenapa kau bisa bilang begitu? Kau kan belum mendengar penjelasan Kai yang sebenarnya. Aku yakin kau pasti hanya salah paham. Kai tidak mungkin berniat merebut Hyemi darimu.” Jelas Sehun.

“Jadi kau benar-benar membelanya?”

“Haish kau ini. Sudah aku bilangkan, bukan begitu. Setidaknya kau harus memberi Kai kesempatan untuk menjelaskan semuanya. Setelah itu, baru kau bisa memutuskan. Hah, sudahlah. Aku capek berdebat denganmu. Aku tidak mau tahu. Sepuluh menit lagi aku sampai ke rumahmu dan kau sudah harus siap.”

Tttuuuuuttt

Sehun memutuskan sambungan telepon itu sepihak tanpa mendengar jawaban dari Baekhyun. Baekhyun menghembuskan nafas berat. Ia berpikir sejenak. Ia masih kesal pada Kai dan ia sangat malas jika harus bertemu dengan Kai. Karna itu akan membuatnya muak dan marah mengingat kejadian beberapa hari yang lalu. Tapi, sebelah hatinya juga membenarkan perkataan Sehun. Setidaknya ia harus mendengarkan penjelasan Kai. Toh tidak ada salahnya. Baekhyun pun menyambar handuknya dan berjalan memasuki kamar mandi. Ia harus segera bersiap-siap sebelum Sehun sampai.

!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Baekhyun sedang asyik berbaring pada bangku taman sekolahnya. Memejamkan mata dan merasakan hembusan angin.

“Byun Baekhyun.”

Baekhyun membuka matanya saat mendengar seseorang memanggilnya. Ia mendapati Hyemi yang sudah berdiri disampingnya. Baekhyun bangkit dan berdiri. Berniat pergi namun Hyemi memegang tangannya.

“Ada yang ingin kubicarakan.”

“Aku tidak mau dengar.” Baekhyun menepis kasar tangan Hyemi.

“Tapi ini penting. Tolong dengarkan.” Pinta Hyemi memelas.

“Tentang apa?”

Hyemi sedikit ragu dan takut.”Aku. .dan Kai.”

“Kalau tentang itu aku tidak peduli.” Baekhyun kembali ingin pergi namun Hyemi dengan sigap menarik tangannya. Baekhyun menatap Hyemi sinis.

“Aku mohon, Byun Baekhyun. Dengarkan aku. Aku dan Kai tidak ada hubungan apa-apa. Waktu itu kau salah paham. Aku hanya meminta Kai menemaniku membeli sesuatu untukmu.”

Baekhyun sedikit tersentak mendengarkan penjelasan Hyemi. Terutama Hyemi mengatakan bahwa dia membeli sesuatu untuk Baekhyun.

“Maksudmu?” tanya Baekhyun.

Hyemi membuka tasnya dan mengeluarkan sebuah kotak. Membuka kotak itu dan memperlihatkan isinya pada Baekhyun. Ternyata isinya sebuah jam tangan. Baekhyun menatap bingung pada Hyemi.

“Duduklah dulu.” Hyemi duduk di kursi dan menyuruh Baekhyun untuk duduk di sampingnya. Baekhyun menuruti Hyemi.

Hyemi mengambil nafas sebentar sebelum ia mulai bercerita.”Baekhyun, kau masih ingat saat dulu secara tak sengaja aku menjatuhkan jam tanganmu? Jam tanganmu rusak, tapi. .kau tidak marah sama sekali. Padahal jam tangan itu pasti sangat berharga bagimu, karna jam itu adalah pemberian mendiang Ibumu.”

Baekhyun memalingkan wajahnya.”Bagaimana kau tahu?” tanyanya ketus.

“Kai. Dia yang menceritakan semuanya padaku. Saat tahu hal itu, aku merasa sangat bersalah padamu. Aku ingat, waktu itu aku bahkan tidak meminta maaf.”

“Jadi untuk menebus rasa bersalahmu itu kau membelikanku jam baru?” sambar Baekhyun cepat.

“Bukan begitu. Aku tahu, jam yang kubeli ini tidak mungkin bisa menggantikan jam pemberian Ibumu. Kai bilang, sebentar lagi kau ulang tahun. Jadi. .aku ingin memberikanmu sebuah hadiah. Aku bingung hadiah apa yang bisa kuberikan untukmu. Aku tidak tahu seleramu. Aku teringat akan jam tangan milikmu yang pernah aku rusakkan, kemudian aku meminta Kai untuk menemaniku membeli sebuah jam baru untukmu. Dan itulah yang kau lihat tempo hari lalu, tidak terjadi apa-apa antara aku dan Kai. Kami hanya pergi biasa.” Jelas Hyemi panjang. Ia menatap Baekhyun sayu. Berharap penjelasannya ini dapat membuat semua masalah terselesaikan dan menghilangkan kesalahpahaman yang terjadi di antara mereka.

“Kai, Kai, Kai. Sejak kapan kau dekat dengannya?” tanya Baekhyun spontan tapi sedetik kemudian ia sadar dengan pertanyaan yang ia ajukan.”Tunggu dulu. Kau. .dekat dengan Kai? Kau mengenalnya? Dan kau bilang, kau ingin memberiku sebuah hadiah ulang tahun? Kau. . .” Baekhyun menggantungkan kalimatnya. Seribu macam tebakan sudah ada di otaknya, tapi ia sedikit ragu. Ia ingin mendengar semuanya dari bibir Hyemi.

Hyemi menatap kesal pada Baekhyun.”Kau itu seharusnya bersyukur punya sahabat yang sangat baik seperti Kai. Selama ini kupikir, kau mendekatiku hanya karna kau ingin main-main saja denganku. Tapi, suatu hari Kai datang menemuiku, dia menjelaskan keadaanmu yang sebenarnya padaku. Dia bilang bahwa kau benar-benar jatuh cinta padaku. Dan. . .” Hyemi sedikit ragu dan malu untuk melanjutkan kalimatnya.”Aku sedikit senang mendengar kenyataan itu.”

“Kai menceritakan banyak hal tentangmu. Saat kutanya kenapa dia melakukan hal itu dan apakah kau yang menyuruhnya. Dia hanya menjawab kalau dia tidak bisa melihat sahabatnya menjadi gila hanya karna seorang gadis. Dia ingin aku jujur padanya, bertanya apakah aku menyukaimu. Lalu kujawab ya.”

Seketika itu juga mata Baekhyun melotot keluar. Apa aku tidak salah dengar? Selama ini Hyemi selalu menolaknya. Hyemi selalu bersikap acuh pada dirinya. Tapi sekarang? Gadis itu mengatakan bahwa dia menyukai Baekhyun?

“MWO?” teriak Baekhyun.”Kau, bi. .lang apa? Kau. .menyukai. .a. .ku?” tanyanya gelagapan.

“Haish, apa aku harus menggunakan toa agar jelas? Iya Byun Baekhyun, aku menyukaimu. Menyukaimu. Kau puas?”

“Tapi, jika kau menyukaiku, kenapa kau bersikap cuek padaku?”

Hyemi sedikit kesal pada Baekhyun. Namja itu malah semakin mengintrogasinya, padahal dia sudah sangat malu. Tidak pernah terpikir olehnya untuk mengungkapkan perasaan pada Baekhyun secara terang-terangan dan dalam situasi seperti ini.

“Sudah aku bilangkan, dulunya kupikir kau hanya ingin mempermainkanku. Jadi. .”

-Chhuuu-

Suara nyaring Hyemi terbenam saat Baekhyun menempelkan bibirnya pada bibir gadis itu. Hyemi shock berat, ia tak menyangka Baekhyun akan menciumnya. Gadis itu terdiam dan mematung.

“Sekarang kita pacaran, eoh?” tanya Baekhyun setelah melepaskan ciumannya.

Hyemi mengangguk pelan. Ia benar-benar malu, tapi ia senang. Ada rasa bahagia yang kental yang membuncah di dadanya.

“Baekhyun, kau harus minta maaf pada Kai.”

Baekhyun hanya melirik Hyemi sekilas.”Kenapa harus minta maaf. Toh aku tidak salah.” jawabnya cuek yang langsung dibalas dengan jitakan Hyemi di kepalanya.

“Awww. Kenapa kau suka sekali sih memukul kepalaku? Kau ingin aku menjadi bodoh, eoh?” protes Baekhyun kesal sambil mengusap kepalanya.

“Tidak salah apanya? Kau sudah berprasangka buruk dan membuat Kai babak belur, dan kau bilang kau tidak salah?” tekan Hyemi setengah berteriak dengan tatapan kesalnya.

“Aku tidak mau minta maaf kalau kau tidak menciumku.”

“Yak! Byun Baekhyun, kau ini sangat kekanak-kanakan. Aku tidak mau menciummu.” Hyemi melipat tangannya dan membalikkan tubuhnya membelakangi Baekhyun.

“Ya sudah kalau begitu. Aku tidak mau minta maaf pada Kai.”

Dengan sangat terpaksa pun Hyemi memutar kembali tubuhnya.”Menyebalkan. Baiklah, hanya satu kecupan.” Jawabnya pada akhirnya.

Chuuuuu-

Hyemi mencium sekilas bibir Baekhyun. Wajahnya memerah antara kesal dan malu. Baekhyun melihat pacar barunya itu sembari tersenyum girang.”Hehehe, gomawo.”

“Simpan saja kata terima kasihmu itu. Yang terpenting sekarang, kau harus cepat menemui Kai dan meminta maaf padanya.”

“Itu tidak perlu.” Ujar Baekhyun yang membuat Hyemi kembali meradang. Ia kan sudah memberikan apa yang Baekhyun minta, tapi namja itu tidak mau juga meminta maaf pada Kai.

“Hei, tepati janjimu. Aku kan sudah menciummu.” Protes Hyemi.

“Iya, aku tahu.” Balas Baekhyun polos.

“Lalu kenapa kau masih tidak mau minta maaf pada Kai?”

“Untuk apa minta maaf jika kami sudah berbaikan?” jawab Baekhyun santai. Hyemi semakin tidak mengerti. Keningnya mengkerut memperlihatkan tanda tanya. Baekhyun tersenyum jahil menatap Hyemi.

“Sebenarnya, aku dan Kai sudah berbaikan sejak dua hari yang lalu. Kai sudah menceritakan masalah yang sebenarnya padaku. Dia juga sudah mengatakan bahwa kau sejujurnya menyukaiku. Kai juga cerita, untuk menjernihkan kesalahpahaman yang terjadi, kau berniat mengungkapkan perasaanmu padaku. Jadi, kami membuat kesepakatan. Seolah-olah kami masih bertengkar, padahal tidak. Bahkan kemarin kami main futsal bersama. Hal itu kulakukan, karna aku ingin mendengar kau mengatakan secara langsung perasaanmu.” Baekhyun memberikan cengirannya pada Hyemi. Mata Hyemi membulat dan menatap kesal pada Baekhyun. Demi langit dan bumi, dia sangat malu tapi rasa kesalnya lebih besar. Jadi selama ini, namja itu menjahilinya, menipunya. Jadi sebenarnya, Baekhyun sudah berbaikan dengan Kai.

Amarah dalam diri Hyemi sudah berkecamuk.”BYUN BAEKHYUN, MATI KAU!!!” teriak Hyemi murka. Baekhyun segera beranjak dari kursi dan bersiap-siap berlari.

“Maaf Hyemi-ya. Aku kan hanya bercanda.” Kata Baekhyun disela-sela larinya.

Tapi Hyemi tidak mau mendengarkannya. Ia benar-benar jengkel. Baginya, Baekhyun sudah sangat keterlaluan menjahilinya sampai seperti ini. Ia tetap mengejar Baekhyun dan ingin memberi namja itu ‘pelajaran’.

T.H.E.E.N.D

12 thoughts on “[FF] Love Story: Baekhyun

  1. wow certitanya bagus, tp kenapa masih masa2 sekolah, knp ga masa2 kuliah, mereka kan sudah tua *dibakar exo
    mungkin krn aku nya juga udah lulus sekolah, jadinya males inget2 masa sekolah. Hahah

    • iya ya, aku sendiri jg baru sadar ternyata aku membuat mereka jd anak sekolahan.
      *readers: author nya pikun =_=*
      tenang ching, lain kali aku bikin mereka jd orang kantoran, kalo perlu ke masa2 lanjut usia sekalian . 😆

  2. wow seorang eonni
    aku udah lulus sekolah, tp nunda kuliah, trus ga kerja juga. Aku kan sekarang ngurus keluargaku sama chanyeol.
    Menurut ijazah, ktp, dll aku 95line, tp menurut asli aku lahir 94line

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s