[FF] Love Story: Sehun (Chap 2)

Title :

Love Story : Sehun (Chapter 2)

Author :

“D”

Main Cast :

Oh Sehun

Kim Hyena

Support Cast :

EXO members

Genre :

Teen, Fluff, Romance

7983338947_a8704d9da0_o

DON’T BE PLAGIATOR !!!

MC         :     Sehun-ssi, apa peranmu dalam grup?

Sehun     :     Sama seperti Kai, aku bertanggung jawab atas dance.

Suho       :     Selain itu dia juga bertanggung jawab atas aegyo dalam grup.

Baekhyun:    Ne, Sehun punya banyak sekali aegyo.

MC         :     Wow, benarkah? Kalau begitu bisakah kau tunjukkan salah satu aegyomu?

Sehun     :     Ah ye, aku akan menunjukkan aegyo yang biasa ku lakukan. Bisa bantu menghitung?

MC         :     Dalam hitungan ke tiga ya. Satu. .dua. .tiga. .

Sehun     :     Bbuuing Bbuuing. .

Uweekk! Adakah yang punya kantung plastik? Aku benar-benar ingin muntah. Namja ini sangat sok imut dan sok polos. Dan apa-apaan itu, kenapa para fans yeoja yang melihat aegyo Sehun malah semakin berteriak histeris. Hah, seandainya saja mereka bisa melihat bagaimana sifat asli dari seorang Oh Sehun, aku yakin mereka akan langsung mengganti bias mereka. Sehun, aktingmu itu sangat sempurna. Kau bisa menunjukkan dirimu sebagai magnae imut dengan sifat polos dan lucu. Menyesampingkan sifat aslimu yang menyebalkan, pemarah, sombong dan tidak sopan. Kuberikan apresiasi yang tinggi atas tipuanmu itu.

“Hanya EXO-K ? Sayang sekali EXO-M tidak ada.” Gyuri duduk disampingku dengan semangkok besar popcorn. Hari ini aku menginap di rumah Gyuri. Orang tua Gyuri sedang berada di Jepang. Gyuri yang takut tinggal sendiri di rumah, akhirnya memintaku untuk menemaninya.

“Nyam. .nyam. .” aku menyambar popcorn dari tangan Gyuri.

“Sehun dengan potongan rambut baru? Wah, semakin keliatan imut.”

“Uuhhuukk. .” aku tersedak mendengar ucapan Gyuri. Segera kuambil air putih yang ada dimeja dan minum.

“Imut? Gyuri-ya, dia tidak imut sama sekali. Buka matamu. Dia itu namja sombong, pemarah, tidak sopan dan sangaaaaaaatttt menyebalkan.” Protesku. Aku menekankan kata ‘sangat’ agar Gyuri sadar kalau orang yang bernama Oh Sehun itu memang super duper menyebalkan.

“Ah Hyena-ya, kau masih sakit hati dengan peristiwa saat pertama kali kita berkenalan dengannya? Ayolah Kim Hyena, itukan sudah lama. Lagipula mungkin saja waktu itu Sehun sedang badmood, makanya dia sedikit tidak sopan.”

“Bukan karna itu. Kau ingat kan? Aku pernah bercerita bahwa namja sombong itu tidak mau minta maaf lantaran dia sudah membuat  bajuku kotor. Jangankan minta maaf, dia malah balik memarahiku dengan suara tinggi. Kasar dan galak.” Aku meremas bantal sofa yang kupegang. Seakan-akan bantal sofa itu adalah Oh Sehun, dan aku sedang mencincangnya.

“Huuuuhhhaaa. . .jadi karna itu? Sudahlah Hyena, tidak usah diambil hati. Lupakan saja peristiwa itu.” saran Gyuri. Tidak usah diambil hati katanya? Mana bisa! Aku sudah terlanjur sakit hati. Dan sampai kapanpun, peristiwa itu tidak akan aku lupakan. Aku juga tidak akan memaafkan Sehun sebelum dia bertekuk lutut di hadapanku dan mengucapkan kata ‘maaf’.

“Hei, Chanyeol ngerap.” Gyuri mengganti topic obrolan. Menyenggol lenganku dan menyuruhku untuk kembali fokus menatap layar televisi.

Chanyeol   :     Seodulleo seodulleo oneulman yeollineun pyeonghaengtongno 4dimensyeoneuro
Saeroun nae sesang eoje mannan naega anilgeoya geotbogiron
Ama ttokgata boigetjiman, geureon ppeonhan geotdeul gidaehaji ma
Imi 1 deohagi 1 dabeun jeoldaero 2 nah~ welcome to the night

Sesaat mendengar rap Chanyeol membuat kekesalanku pada Sehun menghilang. Suara hexos Chanyeol yang menggelegar, fast rap nya, pembawaannya yang penuh spirit, benar-benar keren. *bikin author klepek2 >o<*. Dan tidak ketinggalan, senyuman konyol yang selalu ia tunjukkan, selalu berhasil membuat hatiku deg-deg an.

“Hahhh. . .dia keren sekali. Arrrrggghhh. . .sangat tampan.” Aku menyatukan kedua tanganku dan menatap terpesona ke layar televisi yang sedang menyorot wajah Chanyeol.

“Haiisshh. .kau ini.” Gyuri terkekeh geli melihat sifat fangirling ku yang mulai kambuh.

“Hei, kulihat akhir-akhir ini kau dan Chanyeol semakin akrab saja. Dia sering mengajakmu mengobrol.”

Aku tersenyum malu.”Itu memang benar.” Aku dan Chanyeol memang sudah semakin akrab. Kami sering mengobrol bersama saat istirahat jam makan siang. Saat aku sedang latihan dance pun Chanyeol terkadang muncul dan memberiku semangat.

Aku memutar tubuhku menghadap Gyuri.”Ini sangat baik bukan? Kami semakin dekat. Dan siapa tahu. . . ARRRGGGHHH…..”  Oh, aku tidak bisa melanjutkan kalimatku. Aku tidak bisa membayangkan kalau seandainya aku dan Chanyeol. .ehm. .itu. .kalian tahu kan? Pacaran! Seandainya Chanyeol memang benar-benar menyukaiku lalu dia mengungkapkan perasaannya. ARGH tidak, aku pasti akan langsung mati berdiri.

“Yak! Apa yang kau pikirkan?” Gyuri menjitak kepalaku.”Pikiranmu ini terlalu tinggi. Ngomong-ngomong, minggu ini kita mulai syuting bersama EXO, kau berpasangan dengan Sehun kan?”

Huh, Gyuri benar-benar tidak tahu situasi. Aku kan sedang senang membayangkan jika aku dan Chanyeol berpacaran. Tapi dia malah kembali membicarakan Sehun. Membuat rasa kesal yang tadi hilang kembali datang. Iya juga, minggu ini aku dan Sehun akan syuting bersama, sebagai pasangan pula. Apa yang akan terjadi? Apa dia bisa menerima bila aku menjadi pasangannya? Atau. .dia tidak akan mau ikut syuting bila ada aku? Dia pasti sangat marah lantaran aku pernah menonjokknya. Pasti. Yang aku khawatirkan, apa dia berniat untuk balas dendam ya?

Sejak peristiwa ‘tonjokan mendadak’ itu, Sehun tidak pernah mengajakku bicara. Maksudku, dia tidak pernah menghampiri, mengajukan protes ataupun memarahiku. Tapi itulah yang justru malah membuatku takut. Aku takut dia merencanakan sesuatu yang lebih buruk sebagai balas dendam.

“Kim Hyena, Cayoo! Meskipun kau sangat membenci Oh Sehun, tapi ingat kau harus professional. Jangan mencampurkan urusan pribadi dengan pekerjaan, apalagi mengingat ini pengalaman pertama kita sebagai bintang iklan.” Gyuri menyemangati dan mencoba mengingatkanku. Gyuri benar.  Aku harus bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa diantara kami. Tapi, bagaimana dengan Sehun? Apa dia juga akan bersikap begitu?

“Ne! Aku harus semangat.” balasku semangat dengan berkobaran api.

L-O-V-E-S-T-O-R-Y

Buuukkk

Aku baru saja keluar dari kamar mandi dan menabrak seseorang. Jidatku bertabrakan dengan dada orang itu. Sakit sekali karena tabrakan kami cukup keras.

“Aww. .” aku memegangi keningku.

“Kau lagi. Setiap bertemu denganmu, aku pasti sial.”

Suara ini? Aku tahu ini suara siapa. Suara sih setan.

“Yak! Kan kau yang menabrakku.” Suaraku mulai meninggi. Uh. .uh. .tahan Kim Hyena. Jangan sampai kau melayangkan tinjuanmu untuk kedua kalinya. Masalahnya, ini masih didalam gedung SM.

“Oh, jadi sekarang kau mau menyalahkanku lagi? Kau ini memang suka menyalahkan orang lain ya.” Sehun memungut barang-barangnya yang jatuh lantaran tabrakan kami. Aku hanya mencelos. Bukankah seharusnya aku yang bicara begitu?

“Terserah.” Ucapku dingin dan ketus. Okee, aku harus pergi. Aku harus menenangkan hatiku yang panas. Tapi, namja itu menarik lenganku.

“Tidak ada kata maaf?” tanyanya dengan wajah menuntut.

“Untuk apa minta maaf? Aku tidak salah. Siapa suruh kau bertabrakan denganku.” Jawabku menirukan perkataannya ketika dulu dia membuat bajuku kotor. Dengan kasar kutepis tangan Sehun yang memegangi lenganku. Dan aku pun segera berlalu dari hadapannya.

L-O-V-E-S-T-O-R-Y

“Sudah kau hubungi?”

“Sudah Pak Sutradara, tapi tidak diangkat.”

“Astaga, kemana anak itu? Terus saja kau coba hubungi dia.”

“Baiklah.”

Telingaku melebar (?) mendengar percakapan antara Pak Sutradara dan kru nya. Sepertinya aku tahu siapa yang sedang mereka bicarakan. Oh Sehun. Pasti namja itu. Sejak awal syuting di mulai aku memang tidak melihat adanya Sehun. Ini sudah hampir tengah hari, dan dia belum juga datang? Apa dia masih tidur? Hah, yang benar saja. Masa dia belum bangun, ini kan sudah sangat siang. Dia tidur ato hibernasi? Atau, dia ada jadwal lain? Sepertinya itu juga tidak mungkin. Sang manajer kan sudah mengatur jadwalnya. Tidak mungkin bentrok kan? Atau jangan-jangan. .dia sengaja tidak datang karna ada aku? Mungkin yang ini benar.

Aku duduk di kursi dan mengipasi diriku dengan kertas karton yang terlipat. Udaranya sangat panas dan aku merasa sangat dehidrasi. Bagianku dan Sehun memang dijadwalkan paling terakhir. Itu berarti sebentar lagi. Tapi sepertinya harus ditunda karna namja menyebalkan itu belum juga datang. Aku melihat sekelilingku. Gyuri dan Chen sedang asyik mengobrol di tepi kolam. Ya ampun, padahal matahari sedang terik-teriknya. Apa mereka tidak kepanasan? Sepertinya hati mereka yang berbunga menghilangkan rasa panas dari matahari. Hihihi. Aku benar-benar bosan. Tidak ada yang bisa kulakukan. Aku ingin main games, tapi aku lupa membawa ponselku. Seandainya Chanyeol masih ada, pasti kami bisa mengobrol bersama sekarang ini. Chanyeol mendapat giliran pertama, selesai syuting dia langsung pergi karna ada jadwal pemotretan majalah. Chanyeol memang sangat tampan, postur tubuhnya pun sangat professional. Ciri-ciri seorang model. Wajar saja jika banyak perusahaan yang menginginkannya menghiasi halaman majalah mereka. Karna tampang perfect nya pasti menjadi daya jual tinggi.

KYYYAAAA, kenapa aku yang jadi sangat excited. Aku tidak sabar melihat wajah Chanyeol terpampang di halaman majalah. Pasti terlihat 1000 kali lebih tampan. >O<

“Itu dia datang.”

Aku menoleh ke arah sumber suara. Suara itu berasal dari seorang kru, tangannya menunjuk ke suatu tempat. Mataku mengikuti arah telunjuknya. Ternyata yang dia maksud itu Oh Sehun. Sehun datang, memasuki area syuting dengan gaya santai. Memakai topi dan kacamata hitam. Beberapa kru yang berpapasan dengannya menegurnya, namun Sehun tidak membalas. Dasar sombong! Sehun berjalan mendekati Sutradara. Entahlah apa yang dia katakan, aku tidak bisa mendengarkannya karna jarak kami memang tidak dekat. Kemudian Pak Sutradara melambaikan tangannya, memanggilku untuk menuju tempatnya. Tanpa banyak pikir, aku segera menghampirinya.

“Karna Sehun sudah datang, ayo kita langsung mulai saja syutingnya.” Kata Pak Sutradara. Aku mengangguk.

“Sehun, kau ganti dulu bajumu.” Lanjutnya pada Sehun. Sehun hanya menjawab singkat dengan ‘emm’.

Sebelum Sehun pergi, matanya melirikku. Entah mengapa aku jadi kikuk. Tatapannya tajam dan menusuk. Seolah mengatakan ‘aku benci padamu’. Uh, santai Kim Hyena. Santai. Kau harus ingat, bersikaplah seakan-akan ini baru pertama kalinya kalian bertemu.

“Oke, kita mulai. Sehun, kau baru saja turun dari mobil lalu kemudian matamu melirik pada seorang gadis yang sedang lewat. Kau tertarik pada gadis itu dan mengejarnya.” Sang sutradara memberi pengarahan. Aku siap-siap ditempatku. Gugup setengah mati. Kakiku gemetaran. Aku harap wajah pucatku tidak keliatan. Oh astaga, sudah dimulai. Sehun sudah turun dari mobilnya. Apa yang harus aku lakukan? Apa? APA? Aduh, bagaimana ini? Ah iya aku lupa, aku harus melewati Sehun. Aku mulai berjalan. Kakiku tidak berhenti bergetar. Jantungku melompat kesana-kemari. Nafasku sangat berantakan. Dan yes, aku sudah melewati Sehun. Setelah ini scene selanjutnya.

“Cut.” Langkahku terhenti saat teriakan Sutradara terdengar. Kenapa dihentikan? Apa aku melakukan kesalahan?

“Kim Hyena, kau harus jalan dengan tersenyum. Bukan wajah tegang begitu.” Omel sang Sutradara. Aku tersenyum malu dan meminta maaf.

“Kita ulangi lagi.” Perintah Pak Sutradara. Aku pun segera kembali ke posisi awal.

“Dasar amatir.” Aku menoleh pada Sehun dan memberikan tatapan tersinis yang aku punya. Dia menyunggingkan bibirnya, meremehkanku. Dasar namja menyebalkan. Sepertinya setelah syuting selesai, aku harus memberikan tonjokan kedua untuknya.

“Action.”

Aku kembali berjalan mendekati Sehun. Kali ini tubuhku sudah bisa beradaptasi. Rasa gugupku sudah mulai berkurang, tapi tidak hilang. Aku harus mengikuti perintah Pak Sutradara. Berjalan sambil tersenyum.

“Bagus Kim Hyena. Terus seperti itu. Sehun, giliranmu.” Aku senang sekali mendengar Pak Sutradara mengatakan diriku bagus. Namun aku harus mengontrol diriku. Jangan sampai aku menghentikan adegan dan melompat kegirangan. Aku mendengar suara langkah kaki seseorang mendekat. Omo, aku lupa lagi. Kali ini harus berinteraksi dengan Sehun. Sehun menahan bahuku. Aku menoleh, menatap heran padanya.

“Ne?” tanyaku.

“Kau. . Han Minyoung kan?” aku semakin menatap heran padanya. Oh ya, Han Minyoung itu namaku dalam iklan ini.

“Benar, bagaimana kau tahu?”

“Kau tidak ingat padaku?”

Aku menggeleng.

“Ini aku, Yoon Jae Hyo. Teman sekolahmu dulu.”

“CUT.”

Aduh, ada apa lagi sih? Kenapa harus di cut lagi? Padahal aku sudah mulai bisa berkonsentrasi tadi. Aku dan Sehun kompak menoleh pada Pak Sutradara. Menatapnya dengan tatapan biasa meskipun hatiku sedang mengomeli Pak Sutradara itu.

“Sepertinya adegan yang ini agak sedikit membosankan.” Komen Pak Sutradara yang membuatku bingung.

“Kita ganti saja ceritanya. Jadi ceritanya, pertemuan kembali cinta pertama. Sehun, sampai dialog ‘Ini aku, Yoon Jae Hyo’ itu sudah benar. Tapi, kalimat ‘teman sekolahmu dulu’ itu kita buang. Minyoung tidak bisa mengingatmu. Jadi kau mendekatkan wajahmu padanya dan menciumnya agar dia ingat bahwa kau adalah ciuman pertamanya.”

WHHHHAAAAAATTTTT????????? APA PAK SUTRADARA INI SUDAH GILA?? APA DIA INGIN AKU MENONJOK OTAKNYA? DENGAN SEENAKNYA DIA MENYURUHKU BERCIUMAN DENGAN SEHUN???

T.B.C

32 thoughts on “[FF] Love Story: Sehun (Chap 2)

  1. Author Unniee(?)^^ *sok akrab*
    Aku sider(?) setia di wp unnie loh-______________-
    hehe, nggak maksudnya aku sering mampir di wp unnie untuk ngeliat info suami saya (read:Sehun) sama temen-temennya, tapi nggak ninggalin koment.__.v😀
    FF nya kereenn, aduh suami ku kok kamu makin kerenn(?) sih-______-v nyiksa tau😛😀
    hihii, Next nya ditunggu loh unnie! beneran ditungguu~~^^
    ohya, Salam kenal juga😀

    Tertanda,
    Luhan(?) beserta Istri

  2. thor…………………..chap 3 nya dimana?????????ceritanya seruuu.penasaran sama endingnya gimana _-

    lanjutkannn thor……😀😀

  3. eonni……… cepetan donk di post chapter 3 nya, pnasaran nih😦

    pokoknya hrs di post scpatnya #maksa😀

    ditunggu yah eonnie ……..

    • aduhh sayang maaf ya T^T
      aku gak bisa nepatin janji aku utk ngepost chap 3 nya cpt2, soalnya aku lagi sibuk bgt ma skripsi T______T ntar deh ya shbis skripsi aku bakalan post chap 3 dan chap 4 nya yg udh stgh jalan tp aku bingung endingnya hehehehe makasih ya udh selalu nungguin nih FF *muach muach muach* *lempar sehun*

  4. sehun gitu amet ! -.- tapi kren, lanjut dong thor chapter 3 nya, kan udah 2 tahun ga author post huhu :” ditunggu ya :3

  5. Kereeeeen thor, di tunggu nih kelanjutan nya!!
    Pengen cepat” baca yg chap 3^^ penasaran banget nih thor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s