[FF] SouL

Title:

Soul

Cast:

Park Chanyeol

Author:

“D”

Length:

Dribble

 

DON’T BE PLAGIATOR!!!

Chanyeol duduk lemah di kursi kamar sebuah rumah sakit. Matanya tak mau pindah dari seorang gadis yang sedang terbaring tak sadarkan diri di ranjang. Wajah gadis itu pucat pasi, infus mengalir masuk melalui tangan kanannya, sebuah mesin di samping ranjang berbunyi putus-putus seiring dengan detak jantung gadis itu. Chanyeol memegang tangan gadis itu, mengangkat dan mencium tangan tersebut. Dapat ia rasakan, tangan gadis itu dingin sedingin batu es. Tatapannya kembali tertuju pada wajah gadis itu. Dipandanginya gadis itu. Wajahnya, diam tak menunjukkan ekspresi apapun. Bibirnya mengatup, tiada senyuman maupun kata-kata.

‘Aku bisa menyelamatkannya. Tapi dengan satu syarat.’

Perlahan tawaran itu mulai mengganggunya.

“Apa. .dia tidak berbohong?” gumamnya pelan. Entah pada siapa dia bertanya.

Chanyeol mengelus lembut pipi gadis itu.”Saera, aku sangat mencintaimu.” Ujarnya kemudian bangkit mencium kening gadis bernama Saera tersebut. Air matanya jatuh menetes. Chanyeol sangat mencintai Saera. Dan mendapati kenyataan gadis itu sekarang hanya bisa terbaring lemah tak berdaya, membuat hatinya sakit seperti dihujam ribuan jarum.

Tiba-tiba seorang pria tua muncul dihadapan Chanyeol. Meski tersentak, namun Chanyeol tak menunjukkan ekspresi kagetnya. Pria tua itu memakai mantel hitam. Topi fedora hitam dan memegang sebuah tongkat. Ekspresinya tenang namun tak bisa menutupi aura dingin dan kejam yang melekat.

“Kau sudah memikirkan tawaranku?” tanya pria tua itu dengan nada rendah.

Chanyeol melirik pria itu sebentar lalu menatap Saera kembali. Sebuah keyakinan muncul dari dalam dirinya.”Ya.”

“Aku bersedia menjadi pengikutmu asalkan kau bisa menyembuhkan Saera.” Lanjut Chanyeol.

Pria tua itu menyunggingkan seringaian liciknya.”Itu perkara mudah.”

“Kau lebih cepat membuat keputusan dibandingkan perkiraanku. Apa kau tidak takut pada kematian?” tanya pria tua itu seraya duduk di kursi yang berseberangan dengan Chanyeol.

Chanyeol tersenyum kecil. “Tentu saja aku takut mati. Tapi. .jika harus mati demi seseorang yang aku cintai, sepertinya aku sanggup.”

“Wow!” pria tua itu bertepuk tangan.”Jiwa muda yang sangat pemberani. Rela menukarkan nyawanya demi gadis yang ia cintai. Aku menyukaimu. Kau bisa menjadi pemimpin dalam pasukanku.”

Chanyeol menunduk. Mencerna perkataan pria itu. Hatinya sesak memikirkan jiwanya yang sebentar lagi akan menjadi milik pria tua tersebut. Menjadi budak.

“Baiklah. Kita sudah membuang banyak waktu. Ayo cepat. Ada banyak hal yang harus aku lakukan setelah ini.” Pria tua itu bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati Chanyeol. Chanyeol berdiri ragu. Tubuhnya menggigil hebat. Tangannya bergetar dan kakinya lemas. Meskipun dia mengatakan bahwa dia sanggup mati demi orang yang ia cintai, tetap saja ini namanya kematian. Keadaan dimana kau akan kehilangan nyawamu. Kau akan menutup matamu selamanya. Kau akan meninggalkan dunia ini dan meninggalkan orang-orang yang amat kau cintai. Dan yang lebih buruk, setelah mati pun dia tak akan beristirahat dalam damai. Karna jiwanya sudah terikat kontrak. Itu sesuatu yang jauh lebih mengerikan. Chanyeol melirik ke arah Saera. Menatap dalam dan lama gadis itu. Merekam baik-baik wajah gadis itu. Meskipun nantinya dia tidak akan bertemu Saera lagi, namun ia tidak ingin melupakan wajah gadis itu. Ia harap Saera pun demikian.

Pria tua itu memutar bola matanya. Seakan bosan dengan adegan perpisahan yang Chanyeol tunjukkan. Dia mengetukkan tongkatnya ke lantai sebanyak tiga kali.

Toookk. .Toookk. .Toookk. .

Saat hitungan ketiga selesai Chanyeol merasakan kakinya tak bisa digerakkan. Seakan ada sesuatu  yang menahan kakinya.  Tangannya mati rasa. Perlahan ia merasakan darahnya berhenti mengalir, jantungnya berhenti berdetak, pandangan matanya mengabur. Ia sudah tidak bisa bernafas. Namun, otaknya masih setengah berfungsi. Menampilkan ratusan memori tentang Saera. Wajah gadis itu, senyumnya, tawanya, ekspresi lucunya, matanya, semuanya terlihat jelas. Hingga sebuah cahaya menyilaukan menghapus gambaran tersebut. Chanyeol ambruk, tanpa nyawa. Mati. Menuju ke kegelapan dan terkunci di dalamnya. Selamanya.

T.H.E.E.N.D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s